Kisah Pemikir Yahudi Eropa Menyokong Paham Sesat Thuraniyah di Ottoman
Kamis, 12 Oktober 2023 - 09:23 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Jejak Zionis di Ottoman: Bermula dari Gadis Yahudi Roxelana
Mereka sengaja menciptakan lagu-lagu yang menggambarkan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada zaman Jenghis Khan dengan tujuan, untuk mengokohkan kekaguman dan mengangkat rasa kebanggaan mereka dengan pemimpin mereka.
Gerakan ini dibidani oleh Payakok Alibi, Yusuf Aktsur, Jalal Sahir, Yahya Kamal, Hamdallah Shubhi, Muhammad Amin Beik sang penyair, dan masih banyak lagi sastrawan-sastrawan dan para pemikir, serta para anak muda Turki yang baru tumbuh berkembang.
Pengaruh Yahudi terhadap gerakan Thuraniyah demikian tampak dalam masalah ini. Sebagaimana yang disebutkan oleh Niyazi Barkas dalam bukunya Al-Mu’asharahfi Turkiya (Modernisasi di Turki):
“Sesungguhnya orang-orang Yahudi Eropa dan Yahudi lokal yang berada di wilayah Utsmani selama dua abad --abad kesembilan belas dan dua puluh-- telah memainkan peran yang demikian besar dalam menjangkarkan gelombang gerakan Thuraniyah."
"Para pemikir Yahudi di Barat semisal Lumali David, Lion Kahun, Armiyuniyus Pambari dengan penuh semangat mengabdikan diri mereka untuk menuliskan tentang pemikiran nasionalisme Thurani ini. Sebagaimana kalangan Yahudi Utsmani seperti Karasawa, Muiz Kuhin dan Abraham Ghalanati juga memiliki peran yang tidak kecil dalam mem-booming-kan Organisasi Persatuan dan Pembangunan."
Maka tidak aneh, saat gerakan ini baru saja berhasil menumbangkan pemerintahan Sultan Abdul Hamid II, mereka langsung menduduki jabatan tinggi dalam pemerintahan.
Baca juga: Catatan Harian Sultan Ottoman Menolak Menjual Palestina kepada Zionis
Orang-orang Yahudi tersebut, selalu mendatangi orang-orang yang terlibat dalam organisasi itu dengan memboyong semua keinginan mereka, dengan syarat hendaknya mereka mengaku bahwa Palestina adalah tanah air orang-orang Yahudi.
Niyazi Barkas menyebutkan nama Yahudi Muiz Kuhin yang disifati oleh Rene Belo sebagai berikut:
Mereka sengaja menciptakan lagu-lagu yang menggambarkan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada zaman Jenghis Khan dengan tujuan, untuk mengokohkan kekaguman dan mengangkat rasa kebanggaan mereka dengan pemimpin mereka.
Gerakan ini dibidani oleh Payakok Alibi, Yusuf Aktsur, Jalal Sahir, Yahya Kamal, Hamdallah Shubhi, Muhammad Amin Beik sang penyair, dan masih banyak lagi sastrawan-sastrawan dan para pemikir, serta para anak muda Turki yang baru tumbuh berkembang.
Pengaruh Yahudi terhadap gerakan Thuraniyah demikian tampak dalam masalah ini. Sebagaimana yang disebutkan oleh Niyazi Barkas dalam bukunya Al-Mu’asharahfi Turkiya (Modernisasi di Turki):
“Sesungguhnya orang-orang Yahudi Eropa dan Yahudi lokal yang berada di wilayah Utsmani selama dua abad --abad kesembilan belas dan dua puluh-- telah memainkan peran yang demikian besar dalam menjangkarkan gelombang gerakan Thuraniyah."
"Para pemikir Yahudi di Barat semisal Lumali David, Lion Kahun, Armiyuniyus Pambari dengan penuh semangat mengabdikan diri mereka untuk menuliskan tentang pemikiran nasionalisme Thurani ini. Sebagaimana kalangan Yahudi Utsmani seperti Karasawa, Muiz Kuhin dan Abraham Ghalanati juga memiliki peran yang tidak kecil dalam mem-booming-kan Organisasi Persatuan dan Pembangunan."
Maka tidak aneh, saat gerakan ini baru saja berhasil menumbangkan pemerintahan Sultan Abdul Hamid II, mereka langsung menduduki jabatan tinggi dalam pemerintahan.
Baca juga: Catatan Harian Sultan Ottoman Menolak Menjual Palestina kepada Zionis
Orang-orang Yahudi tersebut, selalu mendatangi orang-orang yang terlibat dalam organisasi itu dengan memboyong semua keinginan mereka, dengan syarat hendaknya mereka mengaku bahwa Palestina adalah tanah air orang-orang Yahudi.
Niyazi Barkas menyebutkan nama Yahudi Muiz Kuhin yang disifati oleh Rene Belo sebagai berikut:
Lihat Juga :