Perjanjian Sykes-Picot, Awal Mula Terpecahnya Negeri Kaum Muslim

Senin, 16 Oktober 2023 - 15:35 WIB
loading...
Perjanjian Sykes-Picot,...
Perjanjian Sykes-Picot yang dibuat Inggris dan Perancis pada Perang Dunia 1, menjadi cikal bakal terpecahnya negeri-negeri muslim karena runtuhnya kekhalifahan Turki Ustmani (Pusat Kekhalifahan Islam) akibat perjanjian tersebut. Foto ilustrasi/wikipedia
A A A
Perjanjian Sykes-Picot merupakan sebuah perjanjian rahasia yang telah disepakati oleh Inggris dan Perancis selama Perang Dunia I pada tahun 1916.
Selama Perang Dunia I berlangsung, terbentuklah dua aliansi kuat Poros dan Sekutu. Di blok Poros terdiri dari negara Jerman dan Austria-Hungaria.
Sedangkan blok Sekutu terdiri dari negara Inggris, Perancis, dan Rusia.

Dalam perjanjian Sykes-Picot ini, Inggris dan Perancis sepakat untuk membagi-bagi wilayah tersebut menjadi zona pengaruh mereka masing-masing tanpa memperhitungkan aspirasi umat Muslim di sana.

Sedangkan yang membuat Ottoman (Turkiye) terlibat dalam Perang Dunia I adalah karena pada saat itu, Khalifah sangat terjepit oleh besarnya hutang kepada negara-negara di Eropa. Awalnya, Khalifah memilih untuk netral, karena memikirkan posisi Ottoman yang lemah dan dikepung oleh berbagai ancaman dari internal maupun eksternal. Pada akhirnya Ottoman memilih untuk terlibat Perang Dunia I dan bergabung dengan blok Sekutu.

Namun permintaan bergabung itu ditolak oleh blok Sekutu, Hingga pada Oktober 1914, Ottoman kemudian bergabung ke dalam blok Poros dengan Jerman dan Austria-Hungaria.

Setelah mengetahui bahwa Ottoman bergabung dengan blok Poros, Inggris yang masuk ke dalam blok Sekutu langsung membuat strategi untuk menjatuhkan Khalifah.Tujuan Inggris untuk menjatuhkan sang Khalifah adalah untuk memperbesar wilayah jajahannya sampai ke Timur Tengah. Perang Dunia I ini merupakan kesempatan emas bagi Inggris untuk menjatuhkan Khalifah, pasalnya pada tahun 1857 dan 1888, Inggris telah mengontrol wilayah Mesir dan India. Sedangkan wilayah kekuasaan Ottoman berada di antara kedua koloni terpenting di Inggris.

Inggris membuat strategi untuk menjatuhkan Kekhalifahan Ottoman dengan cara membuat bangsa Arab melawan kekuasaan Ottoman. Inggris melawan dengan cara melakukan perjanjian dengan salah satu gubernur di Makkah, yaitu Sharif Hussein bin Ali. Bulan Juni 1916, Gubernur Makkah, Sharif Hussein bin Ali mulai memimpin kelompoknya untuk menyerang Ottoman. Kemudian dalam beberapa bulan, pasukan Arab berhasil mengambil alih kota-kota di Hijaz.

Kemenangan pasukan Arab tentu tidak terlepas dari sumbangan Inggris, seperti tentara, senjata, pendaan, dan bendera. Saat itu, Arab menggunakan bendera yang dibuat oleh Inggris dengan nama “Bendera Perlawanan Arab”. Sebelum Arab menang dalam pemberontakan, Inggris dan Perancis sudah lebih dulu melakukan perjanjian untuk membagi wilayah Timur Tengah yang dikenal dengan perjanjian Sykes-Picot Agreement. Perjanjian tersebut dilakukan oleh seorang diplomat Inggris dan Perancis, yaitu Mark Sykes dan Francois Georges-Picot pada tahun 1916-1916.

Setelah Perang Dunia I dan kekuasaan Ottoman telah diruntuhkan . Situasi Timur tengah malah semakin memburuk dan rumit. Pada tahun 1917, Inggris kembali melakukan tiga perjanjian dengan tiga pihak berbeda, yaitu Arab, Perancis dan Zionis. Wilayah Timur tengah dibagi oleh Liga Bangsa-Bangsa (LBB-embrio PBB) menjadi beberapa negara modern yang kita kenal saat ini. Negara-negara Eropa dengan sewenang-wenangnya membagi Timur tengah untuk dasar memecah belah Arab agar saling berkonflik.

Dengan demikian, Perjanjian Sykes-Picot merupakan simbol dominasi Barat di Timur Tengah yang memberikan dorongan kuat untuk gerakan nasionalisme, perjuangan kemerdekaan, dan perubahan politik yang memecah belah wilayah tersebut menjadi negara-negara yang kita kenal saat ini. Peristiwa ini juga menjadi sejarah yang menyebabkan terpecahnya umat muslim dan berdampak pada perjalanan sejarah Timur Tengah.

Baca juga: Zionis Dalang di Balik Kehancuran Khilafah Utsmani
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Jelang Runtuhnya Turki...
Jelang Runtuhnya Turki Utsmani: 27 Sultan Tidak Dapat Diandalkan
6 Fakta Sulaiman Al-Qanuni,...
6 Fakta Sulaiman Al-Qanuni, Sultan ke-10 Daulah Turki Utsmani
Kisah Muhammad Al-Fatih...
Kisah Muhammad Al-Fatih Sang Penakluk: Masa Kejayaan Turki Utsmani
Jika Paus Pemimpin Umat...
Jika Paus Pemimpin Umat Katolik, Lantas Siapa Pemimpin Umat Islam Seluruh Dunia?
Kisah Ottoman Membuat...
Kisah Ottoman Membuat Eropa Tak Berdaya: Pasar Rempah-Rempah Dikuasai Umat Islam
Kala Kopi Digemari Kaum...
Kala Kopi Digemari Kaum Sufi, Sempat Diharamkan di Era Ottoman
Rekomendasi
Spesies Hewan Abadi...
Spesies Hewan Abadi Ditemukan di Dasar Laut
Badai Matahari Dahsyat...
Badai Matahari Dahsyat Picu Fenomena Aurora di Seluruh Dunia
Ilmuwan Temukan Fenomena...
Ilmuwan Temukan Fenomena Misterius yang Ubah Inti Bumi
Artikel Terkini
Benarkah Muharram atau...
Benarkah Muharram atau Suro Bulan Keramat? Begini Pandangan Islam
Malam 1 Suro dan Muharram:...
Malam 1 Suro dan Muharram: Sejarah, Tradisi, serta Keutamaannya dalam Islam
Samakah 1 Muharram dengan...
Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Amalan Sunnah 1 Muharram:...
Amalan Sunnah 1 Muharram: Puasa, Sedekah, Tobat hingga Silaturahim
Infografis
Ilmuwan Temukan Gelombang...
Ilmuwan Temukan Gelombang Kematian, Proses Awal Meninggal Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved