Kisah Orang Saleh Bermimpi Ketemu Nabi Muhammad SAW
Rabu, 05 Agustus 2020 - 17:18 WIB
loading...
A
A
A
Lalu orang itu menjawab: "Saya punya tetangga meninggal dia punya anak, suaminya meninggal, maka dari detik dia meninggal sampai detik ini pendapatan saya setiap bulan saya bagi dua. Sebagian saya bagikan untuk keluarga saya, dan sebagian lagi untuk anak-anak yatim tetangga saya yang abahnya meninggal sampai detik ini saya perhatikan," kata shohibul bait itu.
Mendengar itu, orang saleh itu pun kaget. Ternyata penyebab masuk surga bukanlah imamah yang besar, bukan jubah. Ternyata masuk surga juga bukan sebab ibadah puasa yang banyak, bukan sebab 'alim, bukan sebab pintar ceramah. Penyebab masuk surga ternyata bukan ahli taat, bukan banyak puasa, bukan banyak haji dan umrah, bukan banyak jabatan yang tinggi, bukan karena harta yang melimpah.
Terkadang amal saleh yang kecil, amal yang disepelekan itulah penyelamat dan penyebab seorang bahagia di dunia dan di akhirat perhatian kepada sesama. Ketika sampai di Mekkah, pertama kali yang dilihatnya adalah Ka'bah, orang itu menangis.
Orang saleh tadi berkata, "Saya dan orang-orang di sekitar ikut menangis, bukan karena terharu melihat Ka'bah, tetapi terharu melihat seseorang terus menangis merindukan sekali ketika memandang Ka'bah dengan penuh mahabbah (kecintaan)".
Akhirnya orang itu melakukan thawaf, Sa'i, dan bersujud. Ketika sujud itulah tangisannya terhenti, nafas dan ruhnya sudah tiada. Subhanallah, orang itu meninggal husnul khatimah saat pertama kali sujud menghadap Ka'bah di Masjidil Haram. Inilah penghuni surga yang disebut oleh Rasulullah SAW dalam mimpi orang saleh tersebut.
Kisah ini mengajarkan kepada kita bahwa sebab seseorang masuk surga ternyata bukan karena banyak haji, banyak umrah, banyak berzikir, puasa dan lain-lain (tidak bermaksud mengecilkan amalan mulia tersebut). Tetapi karena amal saleh yang kecil yang membantu orang lain, membantu anak yatim ataupun tetangganya. Semoga Allah memberi taufik kepada kita untuk selalu berbuat baik.
(Baca Juga: Amalan Sederhana yang Dapat Mengantarkan ke Surga )
Wallahu Ta'ala A'lam
Mendengar itu, orang saleh itu pun kaget. Ternyata penyebab masuk surga bukanlah imamah yang besar, bukan jubah. Ternyata masuk surga juga bukan sebab ibadah puasa yang banyak, bukan sebab 'alim, bukan sebab pintar ceramah. Penyebab masuk surga ternyata bukan ahli taat, bukan banyak puasa, bukan banyak haji dan umrah, bukan banyak jabatan yang tinggi, bukan karena harta yang melimpah.
Terkadang amal saleh yang kecil, amal yang disepelekan itulah penyelamat dan penyebab seorang bahagia di dunia dan di akhirat perhatian kepada sesama. Ketika sampai di Mekkah, pertama kali yang dilihatnya adalah Ka'bah, orang itu menangis.
Orang saleh tadi berkata, "Saya dan orang-orang di sekitar ikut menangis, bukan karena terharu melihat Ka'bah, tetapi terharu melihat seseorang terus menangis merindukan sekali ketika memandang Ka'bah dengan penuh mahabbah (kecintaan)".
Akhirnya orang itu melakukan thawaf, Sa'i, dan bersujud. Ketika sujud itulah tangisannya terhenti, nafas dan ruhnya sudah tiada. Subhanallah, orang itu meninggal husnul khatimah saat pertama kali sujud menghadap Ka'bah di Masjidil Haram. Inilah penghuni surga yang disebut oleh Rasulullah SAW dalam mimpi orang saleh tersebut.
Kisah ini mengajarkan kepada kita bahwa sebab seseorang masuk surga ternyata bukan karena banyak haji, banyak umrah, banyak berzikir, puasa dan lain-lain (tidak bermaksud mengecilkan amalan mulia tersebut). Tetapi karena amal saleh yang kecil yang membantu orang lain, membantu anak yatim ataupun tetangganya. Semoga Allah memberi taufik kepada kita untuk selalu berbuat baik.
(Baca Juga: Amalan Sederhana yang Dapat Mengantarkan ke Surga )
Wallahu Ta'ala A'lam
(rhs)
Lihat Juga :