Berikut Ini Penyebab Kisah-Kisah Israiliyyat Mewarnai Tafsir Al-Quran
Selasa, 31 Oktober 2023 - 10:13 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Tafsir Israiliyyat: Berawal dari Ketidaktahuan Arab dan Hijrahnya Bangsa Yahudi
Kebanyakan mereka adalah kaum badui dan tidak bisa membaca (ummiyah), ketika mereka tertarik kepada pengetahuan akan sesuatu yang memang secara fitrah ada dalam diri manusia tentang sebab-sebab penciptaan, awal penciptaan dan rahasia eksistensi, maka mereka bertanya kepada ahli kitab sebelumnya dan mengambil manfaat darinya, yaitu kaum Yahudi dan kaum nasrani.
Sayangnya orang-orang Yahudi di antara orang-orang Arab saat itu juga adalah orang badui seperti kebanyakan orang arab dan orang Yahudi itu sendiri, tidak mengetahui tentang Taurat kecuali apa-apa yang diketahui oleh kebanyakan orang (awam) Yahudi.
Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang Himîr yang memeluk agama Yahudi, ketika mereka masuk Islam pengetahuan mereka tentang ajaran Yahudi tetap ada pada diri mereka (seperti pemahaman tentang awal penciptaan) yang kemudian menimbulkan bencana dan pertentangan yang dasyat.
Misalnya Wahab bin Munbih, Abdullah bin Salâm, maka dipenuhilah kitab tafsir dengan penafsiran israiliyyat.
Muhammad Suhail Thuqqusy dalam kitabnya "Târikh al-Arab Qabla al-Islam" menambahkan orang-orang Himîr adalah mereka yang dinisbahkan kepada Himîr bin Abdus Syams Sabâ' bin Yasyjab bin Ya'rab bin Qahthân, salah satu raja dari kerajaan Yaman kuno kerajaan himiriyah.
Baca juga: Tafsir Israiliyyat: Menyoal Unsur Romantis Narasi Yusuf dan Zulaikha
Suku bangsa Himîr adalah suku bangsa yang mendiami Jazirah Arab selatan yaitu daerah Yaman yang memeluk agama Yahudi. Suku bangsa Himir juga dikenal dengan nama tubâba'h.
Menurut Ibnu Mandzur mereka dikenal dengan istilah ini karena mereka saling mengikuti satu sama lain, setiap satu orang dihancurkan maka yang lain akan menggantikannya atau banyaknya orang Himîr yang mengikuti rajanya dan berjalan mengikuti di belakangnya. Al-Qur'an juga merekamnya dalam QS Ad-Dukhan ayat 37: “Apakah mereka (kaum musrikin) yang lebih baik ataukah kaum Tubba' dan orang-orang sebelum mereka. Kami telah membinasakan mereka karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berdosa” (QS. Ad-Dukhan [44]:37).
Baca juga: Persoalan Israiliyyat Sudah Muncul sejak Zaman Nabi Muhammad SAW
Kebanyakan mereka adalah kaum badui dan tidak bisa membaca (ummiyah), ketika mereka tertarik kepada pengetahuan akan sesuatu yang memang secara fitrah ada dalam diri manusia tentang sebab-sebab penciptaan, awal penciptaan dan rahasia eksistensi, maka mereka bertanya kepada ahli kitab sebelumnya dan mengambil manfaat darinya, yaitu kaum Yahudi dan kaum nasrani.
Sayangnya orang-orang Yahudi di antara orang-orang Arab saat itu juga adalah orang badui seperti kebanyakan orang arab dan orang Yahudi itu sendiri, tidak mengetahui tentang Taurat kecuali apa-apa yang diketahui oleh kebanyakan orang (awam) Yahudi.
Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang Himîr yang memeluk agama Yahudi, ketika mereka masuk Islam pengetahuan mereka tentang ajaran Yahudi tetap ada pada diri mereka (seperti pemahaman tentang awal penciptaan) yang kemudian menimbulkan bencana dan pertentangan yang dasyat.
Misalnya Wahab bin Munbih, Abdullah bin Salâm, maka dipenuhilah kitab tafsir dengan penafsiran israiliyyat.
Muhammad Suhail Thuqqusy dalam kitabnya "Târikh al-Arab Qabla al-Islam" menambahkan orang-orang Himîr adalah mereka yang dinisbahkan kepada Himîr bin Abdus Syams Sabâ' bin Yasyjab bin Ya'rab bin Qahthân, salah satu raja dari kerajaan Yaman kuno kerajaan himiriyah.
Baca juga: Tafsir Israiliyyat: Menyoal Unsur Romantis Narasi Yusuf dan Zulaikha
Suku bangsa Himîr adalah suku bangsa yang mendiami Jazirah Arab selatan yaitu daerah Yaman yang memeluk agama Yahudi. Suku bangsa Himir juga dikenal dengan nama tubâba'h.
Menurut Ibnu Mandzur mereka dikenal dengan istilah ini karena mereka saling mengikuti satu sama lain, setiap satu orang dihancurkan maka yang lain akan menggantikannya atau banyaknya orang Himîr yang mengikuti rajanya dan berjalan mengikuti di belakangnya. Al-Qur'an juga merekamnya dalam QS Ad-Dukhan ayat 37: “Apakah mereka (kaum musrikin) yang lebih baik ataukah kaum Tubba' dan orang-orang sebelum mereka. Kami telah membinasakan mereka karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berdosa” (QS. Ad-Dukhan [44]:37).
Baca juga: Persoalan Israiliyyat Sudah Muncul sejak Zaman Nabi Muhammad SAW
(mhy)
Lihat Juga :