Nasib Tragis Tempat Suci Kaum Muslimin di Palestina, Ada Masjid Dijadikan Kafe
Selasa, 31 Oktober 2023 - 11:10 WIB
loading...
Pemerintah kota Israel di Safed telah mengubah Masjid Al-Ahmar menjadi bar dan ruang acara. Foto/Ilustrasi: MEE
A
A
A
Palestina penuh dengan tempat suci dan tanah-tanah wakaf . Harta ini untuk kepentingan kaum muslimin dan membantu keperluan mereka seperti kaum fuqara’, masakin, para penuntut ilmu (thalabatul ilmi), para musafir dan untuk kepentingan masjid-masjid.
"Hanya saja, wakaf dan tempat-tempat suci kaum muslimin di Palestina tidak selamat dari aksi penggusuran dan upaya-upaya penghapusan jejak-jejaknya oleh Zionis Israel ," tulis Dr Muhsin Muhammad Shaleh dalam bukunya yang berjudul "Ardhu Filistin wa Sya’buha" yang diterjemahkan Warsito, Lc menjadi "Tanah Palestina dan Rakyatnya".
Baca juga: China Kepada Israel: Berhenti Melanggar Batas di Tanah Palestina
Menurutnya, tanah wakaf di Palestina mencapai 1 juta 680 donam atau sekitar 6,25% dari total luas tanah Palestina. Jumlah itu mencapai 10% dari total luas tanah yang cocok untuk bertani. "Dan di Palestina ada 340 desa yang merupakan wakaf baik secara keseluruhan maupun sebagian seperti desa Burain, Beit Furaik, Shatha dan Sa’sa’," jelasnya.
Di tanah Palestina yang diduduki Zionis Yahudi tahun 1948 (Palestina’48) orang-orang Yahudi menguasai sebagian besar tanah wakaf Islam dengan dalih tanah-tanah tersebut milik orang yang telah tiada dan menyerahkannya kepada anak cucu agama mereka yang mendirikan permukiman-permukiman dan proyek-proyek pertanian, industri dan perdagangan.
Masjid-masjid kaum muslimin, makam-makam dan bekas-bekas peninggalan sejarah mereka juga tidak selamat dari serangan permusuhan ini.
Sebagian besar tanah masjid Ibrahimi yang ada di Hebron, mereka dirikan tempat ibadah kaum Yahudi. Orang Yahudi juga menguasai tembok barat masjid al Aqsha. “Tembok Buraq” yang oleh mereka dinamai dengan sebutan “tembok ratapan”.
Mereka pun menggusur lorong al Mugharabah yang melekat dengan “Tembok Buraq” yang merupakan tanah wakaf dan menghancurkan bangunan-bangunan yang ada di sana untuk kemudian mereka jadikan tempat untuk para pengunjung (peziarah) “tembok ratapan” mereka.
Baca juga: 2 Rencana Israel yang Belum Terwujud di Tanah Palestina
Mereka juga mengubah masjid Dzahir Bebars di El-Majdal, yang dibangun sejak lebih 700 tahun, menjadi kafe. Sedang sebuah masjid yang paling terkenal di Yafa, masjid as Saksak, mereka ubah menjadi klub Yahudi asal Bulgaria.
"Hanya saja, wakaf dan tempat-tempat suci kaum muslimin di Palestina tidak selamat dari aksi penggusuran dan upaya-upaya penghapusan jejak-jejaknya oleh Zionis Israel ," tulis Dr Muhsin Muhammad Shaleh dalam bukunya yang berjudul "Ardhu Filistin wa Sya’buha" yang diterjemahkan Warsito, Lc menjadi "Tanah Palestina dan Rakyatnya".
Baca juga: China Kepada Israel: Berhenti Melanggar Batas di Tanah Palestina
Menurutnya, tanah wakaf di Palestina mencapai 1 juta 680 donam atau sekitar 6,25% dari total luas tanah Palestina. Jumlah itu mencapai 10% dari total luas tanah yang cocok untuk bertani. "Dan di Palestina ada 340 desa yang merupakan wakaf baik secara keseluruhan maupun sebagian seperti desa Burain, Beit Furaik, Shatha dan Sa’sa’," jelasnya.
Di tanah Palestina yang diduduki Zionis Yahudi tahun 1948 (Palestina’48) orang-orang Yahudi menguasai sebagian besar tanah wakaf Islam dengan dalih tanah-tanah tersebut milik orang yang telah tiada dan menyerahkannya kepada anak cucu agama mereka yang mendirikan permukiman-permukiman dan proyek-proyek pertanian, industri dan perdagangan.
Masjid-masjid kaum muslimin, makam-makam dan bekas-bekas peninggalan sejarah mereka juga tidak selamat dari serangan permusuhan ini.
Sebagian besar tanah masjid Ibrahimi yang ada di Hebron, mereka dirikan tempat ibadah kaum Yahudi. Orang Yahudi juga menguasai tembok barat masjid al Aqsha. “Tembok Buraq” yang oleh mereka dinamai dengan sebutan “tembok ratapan”.
Mereka pun menggusur lorong al Mugharabah yang melekat dengan “Tembok Buraq” yang merupakan tanah wakaf dan menghancurkan bangunan-bangunan yang ada di sana untuk kemudian mereka jadikan tempat untuk para pengunjung (peziarah) “tembok ratapan” mereka.
Baca juga: 2 Rencana Israel yang Belum Terwujud di Tanah Palestina
Mereka juga mengubah masjid Dzahir Bebars di El-Majdal, yang dibangun sejak lebih 700 tahun, menjadi kafe. Sedang sebuah masjid yang paling terkenal di Yafa, masjid as Saksak, mereka ubah menjadi klub Yahudi asal Bulgaria.
Lihat Juga :