Hati-hati, Menempelnya 3 Macam Riya dalam Ibadah yang Menjerumuskan
Kamis, 02 November 2023 - 10:27 WIB
loading...
A
A
A
Contoh hal itu, seseorang memulai shalat ikhlas karena Allah, kemudian datang riya’ pada rakaat kedua. Maka semua shalatnya batal karena yang pertama terkait dengan yang terakhir.
Bukan termasuk riya kalau seseorang senang ketika orang mengetahui ibadahnya. Karena hal itu terjadi setelah selesai ibadah. Bukan termasuk riya seseorang senang dengan melakukan ketaatan. Karena hal itu merupakan bukti atas keimanannya. Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda:
“Siapa yang senang dengan kebaikannya dan tidak suka dengan kejelekannya, maka itu adalah orang mukmin.
Nabi sallallahu alaihi wa sallam ditanya tentang hal itu, maka beliau menjawab,”Itu adalah kabar gembira yang disegerakan bagi orang mukmin. (Majmu’ Fatawa Syeikh Ibnu Utsaimin, (2/29, 30)
Baca juga: Inilah Perkara yang Dikhawatirkan Rasulullah SAW Atas Umatnya
Wallahu A'lam
3. Datangnya riya setelah selesai beribadah
Hal itu tidak berpengaruh dan tidak membatalkan. Karena telah sah dan sempurna, maka tidak merusak dengan adanya riya setelah itu.Bukan termasuk riya kalau seseorang senang ketika orang mengetahui ibadahnya. Karena hal itu terjadi setelah selesai ibadah. Bukan termasuk riya seseorang senang dengan melakukan ketaatan. Karena hal itu merupakan bukti atas keimanannya. Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda:
مَن سرَّته حسنته وساءته سيئته فذلك المؤمن
“Siapa yang senang dengan kebaikannya dan tidak suka dengan kejelekannya, maka itu adalah orang mukmin.
Nabi sallallahu alaihi wa sallam ditanya tentang hal itu, maka beliau menjawab,”Itu adalah kabar gembira yang disegerakan bagi orang mukmin. (Majmu’ Fatawa Syeikh Ibnu Utsaimin, (2/29, 30)
Baca juga: Inilah Perkara yang Dikhawatirkan Rasulullah SAW Atas Umatnya
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :