Rahasia Agar Anak Berani Memulai Dakwah
Jum'at, 07 Agustus 2020 - 16:50 WIB
loading...
A
A
A
Mengajak anak terlibat dalam dakwah bisa dilakukan secara tidak langsung. Misalnya dengan membantu orang tua saat orang tua tidak di rumah. Ketika ibu harus bergegas pergi untuk siaran di radio saat pagi hari, ajaklah anak yang besar membantu adiknya menyiapkan keperluan sekolah, atau membantu membereskan rumah. Dengan begitu, ketika ibu kembali, rumah sudah rapi dan si adik sudah siap berangkat ke sekolah. Dengan cara itu, anak akan melihat langsung kesibukan orang tuanya dalam dakwah; anak juga bisa merasakan langsung bagaimana ia ternyata bisa membantu mendukung dakwah meski hanya dengan melakukan sebagian kecil pekerjaan ibu di rumah. (Baca juga : Agar Muslimah Berhijab Aman Berwudhu di Tempat Terbuka )
3. Ikut menemui tamu
Ketika ada tamu atau mungkin rapat dakwah di rumah, anak-anak kadang ikut nimbrung. Biarkanlah dia di situ. Dengan cara itu, ia akan mendegarkan perbincangan dakwah, dan secara tidak langsung akan belajar bagaimana orangtua dan tamunya menyelesaikan persoalan dakwah.
4. Mabit(malam bina iman dan takwa)
Untuk memberikan pengalaman praktis dalam berdakwah, ajaklah anak untuk mengikuti acara dakwah untuk anak-anak. Acara seperti Pildacil bagus sebagai arena belajar. Bisa juga dalam acara Mabit (malam bina iman dan takwa), misalnya, anak diminta untuk memberikan kultum setelah shalat berjamaah. Hal ini akan melatih keberanian sekaligus pengalaman yang sangat berharga buat anak.
Meski demikian, harus juga diberi penjelasan bahwa bukan hanya ceramah di depan orang banyak. Mengajak orang ke jalan Islam, apapun bentuknya, adalah juga kegiatan dakwah. Jika perlu, siapkanlah hadiah spesial untuk pemenang agar anak bersemangat dan berusaha tampil sempurna.
5. Suasana rumah
Cara terpenting untuk mengajak anak berdakwah adalah dengan kita menciptakan suasanan dakwah di rumah kita. Misalnya dengan mengembangkan kebiasaan saling menasehati atau seringnya rumah dijadikan tempat dakwah. Tersedianya buku-buku dan majalah yang membicarakan dakwah juga akan membantu terciptanya suasana dakwah.
Singkat kata, penting ditanamkan kepada anak bahwa kehidupan seorang Muslim mestinya adalah kehidupan dakwah. Sampaikan kepadanya bahwa kehidupan Rasulullah saw. dan para Sahabat tidak pernah lepas dari kehidupan dakwah.
Ceritakan bagaimana perjuangan Rasulullah saw. dan para Sahabat menyebarkan Islam ke seluruh dunia. Contohnya adalah Bilal yang begitu istiqamah mempertahankan akidahnya sekaligus sebagi muazin kepercayaan Rasulullah, Thariq Bin Ziyad penakluk Spanyol, Muhammad al-Fatih penakluk Konstatinopel, atau Asma putri Abu Bakar yang sangat berani dalam membantu kesuksesan hijrah Rasulullah SAW . Cerita-cerita seperti pasti akan melekat erat dan memberikan motivasi pada anak untuk semangat dan berani berdakwah. Cerita dakwah Rasul dan para sahabat juga penting disampaikan untuk mengimbangi kisah tahayul yang banyak beredar di tivi dan majalah.
3. Ikut menemui tamu
Ketika ada tamu atau mungkin rapat dakwah di rumah, anak-anak kadang ikut nimbrung. Biarkanlah dia di situ. Dengan cara itu, ia akan mendegarkan perbincangan dakwah, dan secara tidak langsung akan belajar bagaimana orangtua dan tamunya menyelesaikan persoalan dakwah.
4. Mabit(malam bina iman dan takwa)
Untuk memberikan pengalaman praktis dalam berdakwah, ajaklah anak untuk mengikuti acara dakwah untuk anak-anak. Acara seperti Pildacil bagus sebagai arena belajar. Bisa juga dalam acara Mabit (malam bina iman dan takwa), misalnya, anak diminta untuk memberikan kultum setelah shalat berjamaah. Hal ini akan melatih keberanian sekaligus pengalaman yang sangat berharga buat anak.
Meski demikian, harus juga diberi penjelasan bahwa bukan hanya ceramah di depan orang banyak. Mengajak orang ke jalan Islam, apapun bentuknya, adalah juga kegiatan dakwah. Jika perlu, siapkanlah hadiah spesial untuk pemenang agar anak bersemangat dan berusaha tampil sempurna.
5. Suasana rumah
Cara terpenting untuk mengajak anak berdakwah adalah dengan kita menciptakan suasanan dakwah di rumah kita. Misalnya dengan mengembangkan kebiasaan saling menasehati atau seringnya rumah dijadikan tempat dakwah. Tersedianya buku-buku dan majalah yang membicarakan dakwah juga akan membantu terciptanya suasana dakwah.
Singkat kata, penting ditanamkan kepada anak bahwa kehidupan seorang Muslim mestinya adalah kehidupan dakwah. Sampaikan kepadanya bahwa kehidupan Rasulullah saw. dan para Sahabat tidak pernah lepas dari kehidupan dakwah.
Ceritakan bagaimana perjuangan Rasulullah saw. dan para Sahabat menyebarkan Islam ke seluruh dunia. Contohnya adalah Bilal yang begitu istiqamah mempertahankan akidahnya sekaligus sebagi muazin kepercayaan Rasulullah, Thariq Bin Ziyad penakluk Spanyol, Muhammad al-Fatih penakluk Konstatinopel, atau Asma putri Abu Bakar yang sangat berani dalam membantu kesuksesan hijrah Rasulullah SAW . Cerita-cerita seperti pasti akan melekat erat dan memberikan motivasi pada anak untuk semangat dan berani berdakwah. Cerita dakwah Rasul dan para sahabat juga penting disampaikan untuk mengimbangi kisah tahayul yang banyak beredar di tivi dan majalah.
Lihat Juga :