Mengenal Akidah dan Konsep Gerakan Dakwah Hasan Al-Banna, Pendiri Ikhwanul Muslimin

Selasa, 21 November 2023 - 18:46 WIB
loading...
Mengenal Akidah dan...
Hasan Al-Banna pendiri Ikhwanul Muslimin. Foto: Ist
A A A
Hasan al-Banna adalah tokoh Ikhwanul Muslimin yang terlibat dalam perjuangan rakyat Palestina pada tahun 1948. Akibatnya, pihak Barat, melalui pemerintah Mesir , membubarkan organisasinya itu. Hasan al-Banna terbunuh pada 12 Februari 1949 di Kairo. Lalu, bagaimana sejatinya konsep gerakan dakwah Hasan al-Bana sehingga pengaruhnya begitu besar di dunia Islam ?

Tampilnya Hasan al-Banna dalam sejarah Mesir tak dapat dilepaskan dari konteks sosial politik yang melanda Mesir pada saat itu. Ia merespon kondisi tersebut dengan konsep dan gerakan yang tak kalah gencarnya dibanding konsep pembaharuan sebelumnya.

Al-Banna sebagai seorang pembaharu dalam Islam mempunyai concern tertentu yang menjadi ciri dari pembaharuannya. Di antara bidang-bidang yang menjadi perhatiannya adalah akidah , dakwah , pendidikan , ekonomi , politik, dan sosial.

Baca juga: Begini Imam Hasan Al-Banna Menghadapi Masalah Khilafiah

Aunul Shah M. Abied dalam buku berjudul "Islam Garda Depan; Mosaik Pemikiran Islam Timur Tengah" (Bandung, 2001) menjelaskan akidah Ikhwan al-Muslimin bersumberkan dari satu metode yang telah diletakkan oleh Nabi Muhammad SAW , yang semenjak empat belas abad lamanya tidak mengalami perubahan.

Maka Ahl alSunnah wa al-Jama’ah adalah metode Ikhwan dalam berakidah, kata Aunul Shah, yang mana akidah menurut al-Banna ialah suatu yang harus dipercayai oleh hati-hati (mu), dengan itu diri (mu) merasa senang. Dan akan timbul pada dirimu keyakinan yang tidak dicampuri oleh keraguan.

Mengesakan Tuhan dengan hati dan menguatkan keyakinan hati dengan akal pikiran yang terefleksikan terhadap ciptaan-Nya. Sekian banyak orang berusaha menakwilkan Allah dengan ilmu pengetahuan, tetapi usaha demikian tidak menambah keimanan bagi dirinya, melainkan hanya mengaburkan makna dari pengesaan.

Mereka digolongkan oleh sebagian kaum sebagai al-bid’ah yang tidak bisa menerima ketidakmampuannya akal dalam menjangkau zat Tuhan, dikarenakan keterbatasan daya pikir.

Baca juga: Kisah Hasan al-Banna: Tokoh Ikhwanul Muslimin Pembela Palestina

Inilah yang tidak diinginkan oleh al-Banna terjadi dalam pergerakannya yang berakibat sampingan bagi terpecahnya jamaah akibat perselisihan memahami zat Allah menuju final poin, seperti pesan-pesan agama, di antaranya hadis Rasulullah, berpikirlah terhadap ciptaan Allah dan jangan memikirkan zat (tentang) Allah, sesungguhnya kamu tidak mampu memikirkan Allah.

Konsep Dakwah

Dakwah dalam pengertian yang umum adalah mengajak kepada kebenaran dan kebaikan. Dakwah dalam pengertian ini bukanlah milik agama Islam saja, melainkan milik semua agama, bahkan ia menjadi titik sentral bagi aktivitas keagamaan setiap pemeluknya.

"Dakwah bagi al-Banna mengandung makna yang kompleks, yang berarti alat, metode dan sekaligus tujuan," ujar Aunul Shah.

Hal ini sebagaimana terlihat dalam konsep gerakannya dan upaya-upaya yang dilakukan dalam rangka penerapan ajaran Islam secara menyeluruh.

Baca juga: Ikhwanul Muslimin Menerima Mediasi Turki dengan Mesir

Adapun prioritas dakwah al-Banna bisa kita bagi menjadi dua fase utama. Pertama, Dakwah pada abad ke-19 M, yang berfokuskan pada:

1. Pembentukan diri Muslim sejati
2. Terciptanya keluarga Islami
3. Masyarakat Islami
4. Pemerintahan Islami

Kedua, dakwah pada masa-masa selanjutnya, sebagai follow-up dari realisasi dakwah pada tahun-tahun pertama, yang menekankan dakwahnya ialah:

1. Islamisasi alam Islami (dunia)
2. Justifikasi eksistensi akal
3. Revitalisasi agama.

Baca juga: Netanyahu: Pemerintah Israel Dikendalikan Dewan Syura Ikhwanul Muslimin

Sebagai hasil dari program dakwahnya ini, pada tahun 1928 terbentuk organisasi Ikhwan al-Muslimin yang selanjutnya menjadi wadah bagi misi pembaruan Hasan al-Banna.

Muktafi Sahal dalam buku berjudul "Teologi Islam Modern" (Gitamedia Press, 1991) menjelaskan jika sebelumnya dakwah al-Banna terbatas pada lisan, setelah terbentuknya organisasi ini kemudian dakwahnya dikembangkan lewat berbagai media seperti, koran, tabloid, majalah di samping bentuk-bentuk aktivitas sosial.

"Ciri dakwah al-Banna adalah profesionalisme terencana, terprogram dengan materi-materi dan tahapan-tahapan tertentu (clasifikation)," tuturnya.

Dalam rangka menuju ke arah tercapainya tujuan, yaitu dijalankannya Islam secara kaffah oleh pemeluknya, maka dakwah yang digelarnya dilaksanakan seefektif dan seefisien mungkin.

Dakwah sebagai sarana, menurut al-Banna perlu dilakukan secara bertahap, yaitu dengan tiga tahapan sebagai berikut:

Pertama, tahap propaganda, pengenalan dan penyebaran ide. Kedua, tahap pembentukan, seleksi, dan pendukung.Ketiga, pelaksanaan dan kerja nyata. Tahapan-tahapan ini mengindikasikan profesionalisme dakwah yang dijalankan oleh Hasan al-Banna.

Baca juga: Arab Saudi Luncurkan Kampanye Baru Melawan Ikhwanul Muslimin
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Gus Zainul Arifin, Kiai...
Gus Zainul Arifin, Kiai Muda yang Hadirkan Dakwah Modern Tanpa Tinggalkan Tradisi
Musyrif Cinta Quran...
Musyrif Cinta Quran Center Tembus Grand Final Cahaya Muda Indonesia
Menang Lelang, Komunitas...
Menang Lelang, Komunitas Muslim Indonesia Akan Bangun Gedung Dakwah di Australia
Kiai Said: Muslim China...
Kiai Said: Muslim China Bisa Menjadi Jembatan Penghubung Peradaban Global
Dewan Dakwah Lepas 225...
Dewan Dakwah Lepas 225 Dai Muda Terbaik dari Gedung MPR RI
Dai Muda Diajak Isi...
Dai Muda Diajak Isi Media Digital dengan Film Dakwah
Rekomendasi
Patahan Bumi Raksasa...
Patahan Bumi Raksasa Tersembunyi Ditemukan di Titik Rawan Gempa
Gunung Es Raksasa Berwarna...
Gunung Es Raksasa Berwarna Hitam Muncul di Laut Labrador
Dilapisi Emas Murni,...
Dilapisi Emas Murni, Kitab Yahudi dan Ilmuwan Yakin Kuil Suci Sulaiman Ada di Yerusalem
Artikel Terkini
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Muharram : Ada Apa dengan Hari Asyura?
Kisah Tobat Nabi Adam...
Kisah Tobat Nabi Adam Diterima Allah pada 10 Muharram, Setelah 300 Tahun Memohon Ampunan
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Peristiwa di Bulan Muharram...
Peristiwa di Bulan Muharram : Di Hari Asyura, Nabi Idris AS Diangkat ke Langit
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Sakral bagi Syiah? Jejak Berdarah Tragedi Karbala
Infografis
Mengenal Pavel Sukhoi...
Mengenal Pavel Sukhoi Pendiri Industri Alutsista Jet Tempur Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved