Kisah Sang Raja dan Pemuda yang Jujur
Jum'at, 07 Agustus 2020 - 15:36 WIB
loading...
A
A
A
Suasana pun tiba-tiba berubah menjadi riuh rendah penuh dengan ejekan dan cemoohan hadirin yang menyaksikan pot Shabri yang kosong melompong. Tanpa sebatang tangkaipun yang tumbuh dari biji yang ditanamnya.
Raja tiba-tiba berteriak: "Diam semuanya!" Semua pemuda tertegun. Raja kemudian menoleh kepada Shabri, dan kemudian beliau mengumumkan, "Inilah Raja kalian yang baru!". Semua terkejut. Bagaimana mungkin orang yang gagal yang menjadi raja?
Menyadari keheranan mereka, Raja kemudian melanjutkan: "Setahun yang lalu aku memberi kalian sebuah biji untuk ditanam. Tapi yang kuberikan kepada kalian adalah biji yang sudah direbus terlebih dahulu. Dan oleh karenanya pasti tidak akan pernah dapat tumbuh. Dan ternyata kalian semua telah menggantinya dengan biji yang lain".
"Hanya Shabrilah satu-satunya pemuda yang tidak mengganti dengan biji yang lain. Shabri telah bersikap jujur, terhadap amanah yang aku embankan kepadanya," kata Sang Raja.
"Dan aku menginginkan penggantiku kelak adalah orang yang memiliki kejujuran dan keberanian. Jujur karena tidak mengganti biji dariku dengan biji lainnya. Berani, karena berani datang ke Istana untuk membawa pot dengan biji yang kuberikan, meskipun tidak tumbuh apapun daripadanya. Karena itulah, dia aku angkat menjadi Raja mengganti kedudukanku".
Demikian kisah sang Raja dan pemuda yang jujur. Ada hikmah besar dalam kisah di atas betapa kejujuran merupakan mahkota kebaikan. Semoga kita diberi taufik agar termasuk golongan yang jujur . (Baca Juga: Jangan Tertipu dengan Tampilan Lahiriyah Semata )
Wallahu Ta'ala A'lam
Raja tiba-tiba berteriak: "Diam semuanya!" Semua pemuda tertegun. Raja kemudian menoleh kepada Shabri, dan kemudian beliau mengumumkan, "Inilah Raja kalian yang baru!". Semua terkejut. Bagaimana mungkin orang yang gagal yang menjadi raja?
Menyadari keheranan mereka, Raja kemudian melanjutkan: "Setahun yang lalu aku memberi kalian sebuah biji untuk ditanam. Tapi yang kuberikan kepada kalian adalah biji yang sudah direbus terlebih dahulu. Dan oleh karenanya pasti tidak akan pernah dapat tumbuh. Dan ternyata kalian semua telah menggantinya dengan biji yang lain".
"Hanya Shabrilah satu-satunya pemuda yang tidak mengganti dengan biji yang lain. Shabri telah bersikap jujur, terhadap amanah yang aku embankan kepadanya," kata Sang Raja.
"Dan aku menginginkan penggantiku kelak adalah orang yang memiliki kejujuran dan keberanian. Jujur karena tidak mengganti biji dariku dengan biji lainnya. Berani, karena berani datang ke Istana untuk membawa pot dengan biji yang kuberikan, meskipun tidak tumbuh apapun daripadanya. Karena itulah, dia aku angkat menjadi Raja mengganti kedudukanku".
Demikian kisah sang Raja dan pemuda yang jujur. Ada hikmah besar dalam kisah di atas betapa kejujuran merupakan mahkota kebaikan. Semoga kita diberi taufik agar termasuk golongan yang jujur . (Baca Juga: Jangan Tertipu dengan Tampilan Lahiriyah Semata )
Wallahu Ta'ala A'lam
(rhs)
Lihat Juga :