Keutamaan Berlaku Jujur dan Bahaya Dusta

Rabu, 22 Januari 2020 - 05:15 WIB
Keutamaan Berlaku Jujur...
Keutamaan Berlaku Jujur dan Bahaya Dusta
A A A
Kejujuran merupakan mukaddimah akhlak mulia yang akan mengarahkan pemiliknya kepada akhlak tersebut sebagaimana dijelaskan Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya: "Sesungguhnya kejujuran membawa kepada kebajikan."

Menurut Al Habib Quraisy Baharun (pimpinan Ponpes As-Shidqu Kuningan), kebajikan adalah segala sesuatu yang meliputi makna kebaikan, ketaatan kepada Allah, dan berbuat baik kepada sesama manusia. Sifat jujur merupakan karakter keislaman, timbangan keimanan, dan juga kesempurnaan si pemilik sifat tersebut. Orang yang jujur akan memperoleh kedudukan mulia di dunia dan akhirat. Dengan kejujurannya, seorang hamba akan mencapai derajat orang-orang mulia dan selamat dari segala keburukan.

Kejujuran senantiasa mendatangkan berkah, sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan dari Hakim bin Hizam, Rasulullah SAW bersabda: "Penjual dan pembeli diberi kesempatan berfikir selagi mereka belum berpisah. Seandainya mereka jujur serta membuat penjelasan mengenai barang yang diperjualbelikan, mereka akan mendapat berkah dalam jual beli mereka. Sebaliknya, jika mereka menipu dan merahasiakan mengenai apa-apa yang harus diterangkan tentang barang yang diperjualbelikan, maka akan terhapus keberkahannya."

Dalam kehidupan sehari-hari kita dapati seorang yang jujur dalam bermuamalah dengan orang lain, rezekinya lancar-lancar saja. Orang lain berlomba-lomba datang untuk bermuamalah dengannya, karena merasa tenang bersamanya dan ikut mendapatkan kemulian dan nama yang baik. Dengan begitu sempurnalah baginya kebahagian dunia dan akhirat.

"Tidaklah kita dapati seorang yang jujur, melainkan orang lain senang dengannya, memujinya. Baik teman maupun lawan merasa tentram dengannya. Berbeda dengan pendusta. Temannya sendiripun tidak merasa aman, apalagi musuh atau lawannya. Alangkah indahnya ucapan seorang yang jujur, dan alangkah buruknya perkataan seorang pendusta," terang Habib Quraisy.

Orang yang jujur diberi amanah baik berupa harta, hak-hak dan juga rahasia-rahasia. Kalau kemudian melakukan kesalahan atau kekeliruan, kejujurannya akan dapat menyelamatkannya. Sementara pendusta, sebiji sawipun tidak akan dipercaya. Jikapun terkadang diharapkan kejujurannya itupun tidak mendatangkan ketenangan dan kepercayaan.

Dengan kejujuran maka sah lah perjanjian dan tenanglah hati. Barang siapa jujur dalam berbicara, menjawab, memerintah (kepada yang ma'ruf), melarang (dari yang mungkar), membaca, berzikir, memberi, mengambil, maka di sisi Allah dan sekalian manusia ia dikatakan sebagai orang yang jujur, dicintai, dihormati dan dipercaya.

Kesaksiaannya merupakan kebenaran, hukumnya adil, muamalahnya mendatangkan manfaat, majlisnya memberikan barakah karena jauh dari riya' mencari nama. Tidak berharap dengan perbuatannya melainkan kepada Allah, baik dalam salatnya, zakatnya, puasanya, hajinya, diamnya, dan pembicaraannya semuanya hanya untuk Allah semata. Tidak menuntut balasan ataupun rasa terima kasih kecuali kepada Allah.

Menyampaikan kebenaran walaupun pahit dan tidak mempedulikan celaan para pencela dalam kejujurannya. Dan tidaklah seseorang bergaul dengannya melainkan merasa aman dan percaya pada dirinya, terhadap hartanya dan keluarganya. Maka dia adalah penjaga amanah bagi orang yang masih hidup, pemegang wasiat bagi orang yang sudah meninggal dan sebagai pemelihara harta simpanan yang akan ditunaikan kepada orang yang berhak.

Seorang yang beriman dan jujur, tidak berdusta dan tidak mengucapkan kecuali kebaikan. Berapa banyak ayat dan hadis yang menganjurkan untuk bersikap jujur dan benar, sebagaimana firman Allah berikut:

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar." (QS. At-Taubah: 119)

"Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka. Bagi mereka surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha terhadap-Nya. Itulah keberuntungan yang paling besar." (QS. Al-Maidah: 119)

"Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak merubah (janjinya)." (QS. Al-Ahzab: 23)

"Tetapi jikalau mereka benar (imannya) terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka." (QS. Muhammad: 21)

Nabi SAW bersabda, "Tinggalkan apa yang meragukanmu kepada yang tidak meragukanmu, sesungguhnya kejujuran mendatangkan ketenangan dan kebohongan mendatangkan keraguan".

Wallahu A'lam Bisshowab
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Nasihat Habib Quraisy...
Nasihat Habib Quraisy Baharun yang Menggetarkan Hati
Nasihat Indah Habib...
Nasihat Indah Habib Quraisy Tentang Rezeki
Inilah Penyebab Musibah...
Inilah Penyebab Musibah dan Kesusahan dalam Hidup
Nasihat Habib Umar,...
Nasihat Habib Umar, Ini Terapi Hati Agar Benci Kemaksiatan
Musibah Wabah Seharusnya...
Musibah Wabah Seharusnya Membuat Kita Dekat kepada Allah
Ramadhan Telah Pergi,...
Ramadhan Telah Pergi, Ini Tanda Diterima Atau Tidaknya Puasa Kita
Rekomendasi
Fenomena Alam Langka...
Fenomena Alam Langka yang Membinasakan Firaun Dibedah Ilmuwan
Gugusan Kota Kuno Terbesar...
Gugusan Kota Kuno Terbesar di Amazon Ditemukan
Umur Bumi Semakin Pendek,...
Umur Bumi Semakin Pendek, Ternyata Ini Penyebabnya
Artikel Terkini
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Ayat-ayat Istimewa Surat...
Ayat-ayat Istimewa Surat Al Baqarah : Mengapa Ayat 255 Disebut Ayat Kursi?
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Bacaan 2 Ayat Terakhir...
Bacaan 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah dan 3 Manfaatnya yang Dahsyat
Rahasia 2 Ayat Terakhir...
Rahasia 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Dibaca Malam Hari, Pahalanya Luar Biasa
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Infografis
Muslim Harus Tahu, 7...
Muslim Harus Tahu, 7 Keutamaan Zakat dalam Al-Quran dan Hadis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved