Kisah Sang Raja dan Pemuda yang Jujur

Jum'at, 07 Agustus 2020 - 15:36 WIB
loading...
Kisah Sang Raja dan...
Sebuah kisah motivasi tentang sang Raja dan pemuda yang jujur terdapat hikmah dan pelajaran berharga. Foto Ilustrasi/dok kisahmuslim
A A A
Ada sebuah kisah motivasi yang dapat kita petik hikmahnya diceritakan oleh Ustaz Rikza Maulan (Direktur Institut for Islamic Studies dan Development Jakarta). Walaupun kisah ini bukan hadis atau riwayat dari salafuna shaleh, namun sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW : "Kalimat hikmah adalah barang seorang mukmin yang hilang, maka dimana saja ia menemukannya ia lebih berhak untuk mengambilnya." (HR. Ibnu Majah dari sahabat Abu Hurairah RA)

Alkisah, ada seorang raja yang sudah memasuki usia senja dan ingin mencari penggantinya. Berbeda dengan kebiasaan di masa itu, ia tak menunjuk anak-anaknya maupun pembantu terdekatnya untuk menggantikannya menjadi raja. Sang Raja memiliki cara berbeda, karena ia menginginkan penggantinya kelak merupakan orang yang benar-benar jujur dan kompeten menjadi seorang raja. (Baca Juga: Inilah Perbuatan yang Menghalangi Seseorang Masuk Surga )

Suatu ketika, sang Raja memanggil seluruh pemuda yang berada di negeri itu, dan berpidato di hadapan mereka. "Aku akan mengadakan sayembara. Kalian semua akan mendapatkan sebuah biji. Tanamlah biji ini, rawatlah, dan kembalilah setahun lagi dengan tanaman kalian masing-masing. Bagi yang memiliki tanaman terbaik, akan langsung ku tunjuk menjadi raja menggantikanku," ujar Sang Raja .

Mendengar pengumuman Sang Raja , semua pemuda antusias untuk merawat biji tersebut sebaik-baiknya. Seorang pemuda bernama Shabri terlihat sangat antusias. Ia menanam biji itu, dan menyiramainya setiap hari sepenuh hati. Hari demi hari ia jalanani, tapi sampai sebulan berlalu, dari biji yang ia tanam itu belum tumbuh apa-apa.

Bahkan bulan pun berganti bulan, hingga setelah enam bulan ketika para pemuda lainnya mulai membicarakan tanaman mereka yang tumbuh dengan tinggi dan bagusnya. Bahkan sebagian sudah ada yang mengeluarkan buah, namun yang terjadi pada Shabri, biji yang ditanamnya tak kunjung menampakkan tanda-tanda tumbuh megeluarkan batang dan cabang. Hatinya pun mulai gusar dan gelisah.

Tanpa terasa, setahun berlalu. Semua pemuda diminta membawa tanamannya kepada Sang Raja . Mereka pun sangat antusias datang ke Istana membawa hasil tanamannya yang diletakkan di pot-pot yang agak besar. Masing-masing mereka saling membanggakan hasil tanamannya. Hal ini berbeda dengan biji yang ditanam Shabri, yang tidak menghasilkan apapun dari biji yang ditanamnya tersebut.

Oleh karenanya, ia pun enggan untuk datang menghadap Sang Raja . Namun ibunya mendorongnya untuk pergi dan berbicara apa adanya kepada Sang Raja. Karena apapun hasilnya, itu merupakan amanah dari Sang Raja, yang harus ia "tunaikan" dan ia pertanggung jawabkan kepada sang Raja.(Baca Juga: Kisah Orang Saleh Bermimpi Ketemu Nabi Muhammad SAW )

Akhirnya setelah beristikharah cukup panjang, ia pun berangkat ke Istana dengan tujuan mempertanggungjawabkan hasil kerjanya kepada Sang Raja, dengan membawa pot yang masing- kosong tanpa ada satu tangkai tanaman pun yang tumbuh di pot tersebut. Kedatangannya disambut dengan cemoohan, ejekan dan olokan para pemuda lainnya. Shabri hanya terdiam dan berusaha menenangkan diri, seraya memperbanyak istighfar kepada Allah Ta'ala.

Tak lama kemudian, Raja muncul dan mulai memeriksa hasil tanaman seluruh pemuda. Beliau mengungkapkan: "Kerja kalian bagus, tanaman kalian bukan main indahnya. Dan tibalah saatnya bagiku sekarang untuk menunjuk seorang dari kalian untuk menjadi raja yang baru." Mendengar itu, semua pemuda berharap agar dirinya lah yang akan ditunjuk oleh Sang Raja, untuk menggantikannya.

Suasana menjadi sepi dan senyap. Semua terdiam, menantikan kata-kata yang akan keluar dari Sang Raja . Tiba-tiba Raja memanggil Shabri yang berada di barisan paling belakang. Mendengar namanya dipanggil, Shabri panik, "Jangan-jangan aku akan dihukum karena tidak mampu merawat biji yang diamanahkan Raja kepadaku," gumamnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Mansa Musa dan Kisah...
Mansa Musa dan Kisah Haji Termegah dan Terkaya dalam Sejarah Dunia
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Hikmah : Laki-laki...
Kisah Hikmah : Laki-laki yang Selamat dari Neraka karena Zikir Laa Ilaaha Illallaah
Kisah Hikmah : Diselamatkan...
Kisah Hikmah : Diselamatkan dari Siksa Kubur karena Fadilah Puasa Syawal
Rekomendasi
Ilmuwan Menelusuri Jejak...
Ilmuwan Menelusuri Jejak Ekspresi Bahasa lewat Sejarah Penulisan
Bintang Ini Jadi Petunjuk...
Bintang Ini Jadi Petunjuk Kelahiran Nabi Isa yang Diabadikan Injil dan Al-Quran
Gigi Sapi Berusia 5.000...
Gigi Sapi Berusia 5.000 Tahun Jelaskan Bagaimana Stonehenge Dibangun
Artikel Terkini
Pernikahan Membuka Pintu...
Pernikahan Membuka Pintu Rezeki, Benarkah?
Islam Menganjurkan Pernikahan...
Islam Menganjurkan Pernikahan Diumumkan ke Publik, Begini Alasannya!
9 Hadis tentang Pernikahan,...
9 Hadis tentang Pernikahan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Ingin Menikah? Bulan...
Ingin Menikah? Bulan Zulhijjah dan Muharram Jadi Waktu yang Penuh Keberkahan
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
Infografis
Pangeran yang Bisa Jadi...
Pangeran yang Bisa Jadi Raja Jika Raja Salman Meninggal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved