Kekuatan Konspirasi Yahudi di Balik Bangun dan Jatuhnya Napoleon Bonaparte
Senin, 04 Desember 2023 - 14:22 WIB
loading...
A
A
A
Selanjutnya, pihak Konspirasi memilih negara Swiss sebagai pusat lembaga keuangan yang aman. Mereka berusaha menyelamatkan negara ini dari perang dan pertikaian umum. Dengan kata lain, Swiss akan dijadikan negara netral untuk selamanya.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Revolusi Prancis, Bak Memasukkan Ular Berbisa ke Kamar
Setelah itu, kekuatan Konspirasi melangkah lagi kepada bisnis baru yang banyak memberi keuntungan, yaitu perdagangan 'perang'. Untuk mencapai tujuan ini mereka harus menguasai pabrik-pabrik senjata, amunisi dan kapal perang, dan menguasai industri-industri baja, besi, kimia dan pabrik yang memproduksi alat perang lainnya.
Dengan strategi ini, kekuatan Konspirasi mempersiapkan dana besar-besaran yang membanjiri berbagai proyek itu, yang kemudian produknya dialirkan kepada pihak yang bersengketa tanpa kecuali.
Akan tetapi muncul kendala bagi mereka, yang datang dari Napoleon sendiri. Awal mulanya Napoleon merasa puas terhadap para sesepuh Yahudi yang mengulurkan pinjaman uang besar-besaran kepadanya, untuk membiayai perlengkapan pasukannya sebesar itu.
Kekuatan Terselubung
Lama-kelamaan Napoleon menyadari, bahwa di balik itu ada kekuatan terselubung yang menggerakkan tangannya. Napoleon mengambil langkah lebih hati-hati dan waspada, di samping berusaha untuk memukul kekuatan terselubung itu, apabila telah cukup bukti dan saat yang tepat telah tiba.
Namun sebelum Napoleon bisa melaksanakan niatnya karena ia dan pasukannya masih mati-matian berperang melawan Rusia, kekuatan Konspirasi telah memergoki gelagat yang tidak menyenangkan dari Napoleon.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Marie Antoinette dan Gosip Kalung Permata Ratu
Di sela-sela kesibukan Napoleon itulah pihak Konspirasi melihat adanya kesempatan yang tepat untuk memukul Napoleon, sehingga pasukan Napoleon menjadi kacau dan dipukul roboh oleh pasukan Rusia. Dalam lembaran sejarah pada umumnya disebutkan, bahwa kekalahan Napoleon oleh Rusia disebabkan oleh adanya kesulitan cuaca dingin dan salju tebal yang menghalangi laju pasukannya.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Revolusi Prancis, Bak Memasukkan Ular Berbisa ke Kamar
Setelah itu, kekuatan Konspirasi melangkah lagi kepada bisnis baru yang banyak memberi keuntungan, yaitu perdagangan 'perang'. Untuk mencapai tujuan ini mereka harus menguasai pabrik-pabrik senjata, amunisi dan kapal perang, dan menguasai industri-industri baja, besi, kimia dan pabrik yang memproduksi alat perang lainnya.
Dengan strategi ini, kekuatan Konspirasi mempersiapkan dana besar-besaran yang membanjiri berbagai proyek itu, yang kemudian produknya dialirkan kepada pihak yang bersengketa tanpa kecuali.
Akan tetapi muncul kendala bagi mereka, yang datang dari Napoleon sendiri. Awal mulanya Napoleon merasa puas terhadap para sesepuh Yahudi yang mengulurkan pinjaman uang besar-besaran kepadanya, untuk membiayai perlengkapan pasukannya sebesar itu.
Kekuatan Terselubung
Lama-kelamaan Napoleon menyadari, bahwa di balik itu ada kekuatan terselubung yang menggerakkan tangannya. Napoleon mengambil langkah lebih hati-hati dan waspada, di samping berusaha untuk memukul kekuatan terselubung itu, apabila telah cukup bukti dan saat yang tepat telah tiba.
Namun sebelum Napoleon bisa melaksanakan niatnya karena ia dan pasukannya masih mati-matian berperang melawan Rusia, kekuatan Konspirasi telah memergoki gelagat yang tidak menyenangkan dari Napoleon.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Marie Antoinette dan Gosip Kalung Permata Ratu
Di sela-sela kesibukan Napoleon itulah pihak Konspirasi melihat adanya kesempatan yang tepat untuk memukul Napoleon, sehingga pasukan Napoleon menjadi kacau dan dipukul roboh oleh pasukan Rusia. Dalam lembaran sejarah pada umumnya disebutkan, bahwa kekalahan Napoleon oleh Rusia disebabkan oleh adanya kesulitan cuaca dingin dan salju tebal yang menghalangi laju pasukannya.
Lihat Juga :