Konspirasi Yahudi Internasional: Kisah Terbunuhnya Presiden Abraham Lincoln
Selasa, 05 Desember 2023 - 10:45 WIB
loading...
A
A
A
"Mr. John Shirman menulis surat kepada kami dari negara bagian Ohio Amerika Serikat, untuk memberikan informasi mengenai spekulasi keuntungan besar yang akan bisa diperoleh, setelah undang-undang baru yang disahkan oleh Kongres mengenai perbankan. Mr. Shirman mengatakan, bahwa ini merupakan kesempatan yang belum pernah ditemukan oleh para pemilik modal internasional selama ini untuk mengeruk keuntungan besar. Tampaknya undang-undang ini akan menjamin Bank Amerika untuk menguasai perekonomian Amerika."
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Alexander Hamilton dan Robert Morris Menguasai Ekonomi Amerika
Rothschild berbicara panjang lebar dalam suratnya itu, yang pada akhirnya ia mengemukakan pandangannya sebagai berikut:
"Hanya beberapa orang yang tahu hakikat undang-undang baru mengenai keuangan. Mereka akan menghadapi dua pilihan, dan tidak ada lainnya, yaitu apakah mereka akan mengikuti di belakang kita untuk mendapat beberapa keuntungan, ataukah akan menentang kita, sedang mereka telah terikat oleh undang-undang itu. Oleh karena itu, sikap oposisi yang menentang undang-undang itu akan sia-sia. Kebanyakan orang Amerika adalah golongan yang tidak bisa berpikir tentang keuntungan apa yang diperoleh oleh para pemilik modal internasional dari undang-undang ini. Mereka tidak akan berpikir, bahwa undang-undang ini sebenarnya merupakan musuh bagi kepentingan mereka sendiri."
Hormat kami ttd. (Rothschild & Brothers)
Di bawah ini adalah kutipan surat balasan yang dikirim oleh perusahaan-perusahaan Eickhaimer, Morton dan Van der Gold kepada Rothschild bersaudara:
Baca juga: Konspirasi Yahudi Internasional: Kisah Pertemuan Rothschild dengan Benjamin Franklin
"Tuan-tuan yang mulia, kami telah menerima surat tuan. Tampaknya Mr. John Shirman adalah seorang yang memiliki sifat kecerdikan, seperti yang dimiliki oleh seorang konglomerat berbakat dan bisa mengantisipasi perkembangan yang akan mendatangkan keuntungan besar. Padahal umurnya masih sangat muda. Di samping itu, ia mengidamkan untuk bisa menduduki kursi kepresidenan Amerika Serikat. Sekarang ia anggota Kongres. Pikiran sehat telah membuatnya sadar, bahwa untuk memperoleh keuntungan besar adalah dengan mengadakan persahabatan dengan tokoh-tokoh dan lembaga-lembaga yang memiliki sumber dana keuangan besar, yang menurut dia bukan saja menggunakan uang sebagai alat untuk mencari dukungan pemerintah, melainkan juga untuk memukul pihaky ang menentang kepentingan mereka."
Selanjutnya butir undang-undang tentang keuangan yang baru itu disebut berulang-ulang oleh Rothschild, dan menyinggung keuntungan yang bakal diperoleh dari upaya itu. Setelah itu, baru kata-kata berikut ini mengakhir isurat di atas:
"... pihak Bank telah mendapat wewenang bukan untuk mengurangi atau menambah mata uang yang beredar, sesuai dengan kebutuhan. Di samping itu, bank juga mendapat wewenang hukum untuk memberi pinjaman atau menariknya kembali bila dianggap perlu. Mengingat bahwa bank adalah lembaga paling penting dalam suatu negara, maka pihaknya bisa bekerja dalam lingkup satu strategi, dan menentukan pasaran uang, sebagaimana yang dikehendaki. Kalau mau misalnya, mengurangi seluruh jenis produksi nasional dalam satu minggu, atau bahkan satu hari pun, hal itu akan bisa terlaksana. Oleh karenanya, lembaga-lembaga keuangan mendapat eksepsi hukum dari kewajiban membayar pajak atas pinjamannya, sahamnya, depositonya dan seluruh asetnya. Kami yakin, bahwa surat ini akan tuan anggap sebagai catatan istimewa."
Hormat kami ttd (Eickhaimer, Morton dan Van der Gold)
Baca juga: Kisah Konspirasi Yahudi Internasional Mengakui sebagai Ayah Revolusi Prancis
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Alexander Hamilton dan Robert Morris Menguasai Ekonomi Amerika
Rothschild berbicara panjang lebar dalam suratnya itu, yang pada akhirnya ia mengemukakan pandangannya sebagai berikut:
"Hanya beberapa orang yang tahu hakikat undang-undang baru mengenai keuangan. Mereka akan menghadapi dua pilihan, dan tidak ada lainnya, yaitu apakah mereka akan mengikuti di belakang kita untuk mendapat beberapa keuntungan, ataukah akan menentang kita, sedang mereka telah terikat oleh undang-undang itu. Oleh karena itu, sikap oposisi yang menentang undang-undang itu akan sia-sia. Kebanyakan orang Amerika adalah golongan yang tidak bisa berpikir tentang keuntungan apa yang diperoleh oleh para pemilik modal internasional dari undang-undang ini. Mereka tidak akan berpikir, bahwa undang-undang ini sebenarnya merupakan musuh bagi kepentingan mereka sendiri."
Hormat kami ttd. (Rothschild & Brothers)
Di bawah ini adalah kutipan surat balasan yang dikirim oleh perusahaan-perusahaan Eickhaimer, Morton dan Van der Gold kepada Rothschild bersaudara:
Baca juga: Konspirasi Yahudi Internasional: Kisah Pertemuan Rothschild dengan Benjamin Franklin
"Tuan-tuan yang mulia, kami telah menerima surat tuan. Tampaknya Mr. John Shirman adalah seorang yang memiliki sifat kecerdikan, seperti yang dimiliki oleh seorang konglomerat berbakat dan bisa mengantisipasi perkembangan yang akan mendatangkan keuntungan besar. Padahal umurnya masih sangat muda. Di samping itu, ia mengidamkan untuk bisa menduduki kursi kepresidenan Amerika Serikat. Sekarang ia anggota Kongres. Pikiran sehat telah membuatnya sadar, bahwa untuk memperoleh keuntungan besar adalah dengan mengadakan persahabatan dengan tokoh-tokoh dan lembaga-lembaga yang memiliki sumber dana keuangan besar, yang menurut dia bukan saja menggunakan uang sebagai alat untuk mencari dukungan pemerintah, melainkan juga untuk memukul pihaky ang menentang kepentingan mereka."
Selanjutnya butir undang-undang tentang keuangan yang baru itu disebut berulang-ulang oleh Rothschild, dan menyinggung keuntungan yang bakal diperoleh dari upaya itu. Setelah itu, baru kata-kata berikut ini mengakhir isurat di atas:
"... pihak Bank telah mendapat wewenang bukan untuk mengurangi atau menambah mata uang yang beredar, sesuai dengan kebutuhan. Di samping itu, bank juga mendapat wewenang hukum untuk memberi pinjaman atau menariknya kembali bila dianggap perlu. Mengingat bahwa bank adalah lembaga paling penting dalam suatu negara, maka pihaknya bisa bekerja dalam lingkup satu strategi, dan menentukan pasaran uang, sebagaimana yang dikehendaki. Kalau mau misalnya, mengurangi seluruh jenis produksi nasional dalam satu minggu, atau bahkan satu hari pun, hal itu akan bisa terlaksana. Oleh karenanya, lembaga-lembaga keuangan mendapat eksepsi hukum dari kewajiban membayar pajak atas pinjamannya, sahamnya, depositonya dan seluruh asetnya. Kami yakin, bahwa surat ini akan tuan anggap sebagai catatan istimewa."
Hormat kami ttd (Eickhaimer, Morton dan Van der Gold)
Baca juga: Kisah Konspirasi Yahudi Internasional Mengakui sebagai Ayah Revolusi Prancis
Lihat Juga :