Kisah Amr bin As Nyaris Terbunuh Saat Pembebasan Al-Aqsha
Rabu, 06 Desember 2023 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Haekal, karena itu ia menempatkan sebuah pasukan besar di Ramlah, dan pasukan serupa ditempatkan di Ailea.
Garnisun-garnisunnya dibiarkan di Gaza, di Sabastiah (Samaria, Sebaste), Nablus, Lad dan Jaffa. Mereka tinggal menunggu kedatangan pasukan Arab, dengan penuh kepercayaan akan dapat mengalahkan dan membuatnya porak-poranda.
Amr bin As sadar benar akan gentingnya situasi. Dia melihat kalau dia menghadapi Atrabun (Tribunus) dengan seluruh pasukannya dan kekuatan pihak Romawi yang lain sudah bergabung, ia tak akan mampu; sebaliknya pihak Romawi yang mampu.
Amr pun menulis surat kepada Khalifah Umar bin Khattab. Khalifah memerintahkan Yazid bin Abi Sufyan agar mengerahkan saudaranya, Mu’awiah, untuk bergerak membebaskan Kaisariah, untuk mencegah datangnya bala bantuan kepada Atrabun dari jurusan laut melalui jalan itu.
Kaisariah adalah sebuah pelabuhan penting dengan letaknya yang kuat dijaga oleh kekuatan yang cukup besar. Mu’awiah berangkat dan mulai mengepungnya.
Mereka maju keluar menyongsongnya, tetapi dapat dipukul mundur dan mereka kembali ke benteng mereka. Sesudah terasa cukup lama, mereka keluar lagi dan dengan mati-matian berjuang memeranginya. Tetapi pasukan Muslimin menghajar mereka sehingga pertempuran itu menelan korban 80.000 orang tewas dari pihak mereka.
Baca juga: Teperdaya Amr bin Al-Ash, Abu Musa Berhentikan Ali bin Abu Thalib sebagai Khalifah
Sesudah kekalahan itu berikut jumlah yang lari mencapai 100.000 ribu orang. Setelah Kaisariah jatuh dan pasukannya hancur, pasukan Muslimin sudah merasa aman. Semua bala bantuan yang akan dikirim kepada pihak Romawi melalui jalan itu sudah dapat dicegah.
Setelah Kaisariah dikuasai, selanjutnya pasukan muslimin mengepung Gaza. Pada masa Abu Bakr, Gaza pernah jatuh ke tangan pasukan Muslimin kemudian ditinggalkan keluar.
Setelah kedua pelabuhan ini berada di bawah kekuasaan Muslimin, sekarang Amr mengamankan jurusan laut itu, dan Atrabun terpaksa hanya mengandalkan pada kekuatan yang hanya berada di bawah pimpinannya saja.
Buat Amr tidak cukup hanya itu. Ia melihat Atrabun maju dengan kekuatan bersenjatanya ke Ajnadain. Karena itu Alqamah bin Hakim dan Masruq al-Akki menuju ke arah Aelia untuk menghadapi pasukan di sana, sedang Abu Ayyub al-Maliki ke arah Ramlah, dan tak ada jalan lain ia harus menjaga garnisunnya.
Amr menulis laporan kepada Umar bin Khattab mengenai hal ini, dengan menyebutkan tentang kecerdikan dan kelicikan Atrabun. Digambarkannya juga mengenai kekuatan dan persiapan Romawi, yang berakibat turunnya perintah Khalifah agar dikirim bala bantuan besar-besaran kepadanya.
Baca juga: Memberontak, Putra Amr bin Al-Ash: Ayah Akan Berbaring Bersama Muawiyah di Neraka!
Garnisun-garnisunnya dibiarkan di Gaza, di Sabastiah (Samaria, Sebaste), Nablus, Lad dan Jaffa. Mereka tinggal menunggu kedatangan pasukan Arab, dengan penuh kepercayaan akan dapat mengalahkan dan membuatnya porak-poranda.
Amr bin As sadar benar akan gentingnya situasi. Dia melihat kalau dia menghadapi Atrabun (Tribunus) dengan seluruh pasukannya dan kekuatan pihak Romawi yang lain sudah bergabung, ia tak akan mampu; sebaliknya pihak Romawi yang mampu.
Amr pun menulis surat kepada Khalifah Umar bin Khattab. Khalifah memerintahkan Yazid bin Abi Sufyan agar mengerahkan saudaranya, Mu’awiah, untuk bergerak membebaskan Kaisariah, untuk mencegah datangnya bala bantuan kepada Atrabun dari jurusan laut melalui jalan itu.
Kaisariah adalah sebuah pelabuhan penting dengan letaknya yang kuat dijaga oleh kekuatan yang cukup besar. Mu’awiah berangkat dan mulai mengepungnya.
Mereka maju keluar menyongsongnya, tetapi dapat dipukul mundur dan mereka kembali ke benteng mereka. Sesudah terasa cukup lama, mereka keluar lagi dan dengan mati-matian berjuang memeranginya. Tetapi pasukan Muslimin menghajar mereka sehingga pertempuran itu menelan korban 80.000 orang tewas dari pihak mereka.
Baca juga: Teperdaya Amr bin Al-Ash, Abu Musa Berhentikan Ali bin Abu Thalib sebagai Khalifah
Sesudah kekalahan itu berikut jumlah yang lari mencapai 100.000 ribu orang. Setelah Kaisariah jatuh dan pasukannya hancur, pasukan Muslimin sudah merasa aman. Semua bala bantuan yang akan dikirim kepada pihak Romawi melalui jalan itu sudah dapat dicegah.
Setelah Kaisariah dikuasai, selanjutnya pasukan muslimin mengepung Gaza. Pada masa Abu Bakr, Gaza pernah jatuh ke tangan pasukan Muslimin kemudian ditinggalkan keluar.
Setelah kedua pelabuhan ini berada di bawah kekuasaan Muslimin, sekarang Amr mengamankan jurusan laut itu, dan Atrabun terpaksa hanya mengandalkan pada kekuatan yang hanya berada di bawah pimpinannya saja.
Buat Amr tidak cukup hanya itu. Ia melihat Atrabun maju dengan kekuatan bersenjatanya ke Ajnadain. Karena itu Alqamah bin Hakim dan Masruq al-Akki menuju ke arah Aelia untuk menghadapi pasukan di sana, sedang Abu Ayyub al-Maliki ke arah Ramlah, dan tak ada jalan lain ia harus menjaga garnisunnya.
Amr menulis laporan kepada Umar bin Khattab mengenai hal ini, dengan menyebutkan tentang kecerdikan dan kelicikan Atrabun. Digambarkannya juga mengenai kekuatan dan persiapan Romawi, yang berakibat turunnya perintah Khalifah agar dikirim bala bantuan besar-besaran kepadanya.
Baca juga: Memberontak, Putra Amr bin Al-Ash: Ayah Akan Berbaring Bersama Muawiyah di Neraka!
Lihat Juga :