Kisah Penaklukan Baitul Maqdis, Haekal: Bukan Dilakukan Abu Ubaidah
Kamis, 07 Desember 2023 - 15:48 WIB
loading...
A
A
A
Muhammad Husain Haekal mengatakan Aelia ini terletak di daerah pegunungan selatan Palestina, yang sejak dulu sudah dijadikan benteng yang kuat sekali dan dari segi strategi perang sangat penting.
"Orang-orang Mesir dahulu sangat mengandalkannya dalam menangkis musuh yang berusaha turun dari arah itu. Kota ini di bawah Mesir pernah memberontak dan lepas, dan setelah itu sering kembali lagi," tulis Haekal.
Di masa Nabi Daud dan Nabi Sulaiman berdiri lepas dari Mesir dan Nabi Sulaiman mendirikan Kuilnya di tempat ini. Kemudian Kuil dan kota Aelia seluruhnya terbakar tatkala dalam abad ke-6 SM Persia menyerbu Palestina. Kemudian Kuil itu dibangun kembali, yang oleh orang-orang Yahudi dijadikan rumah ibadah mereka dan sebagai tempat suci dalam upacara-upacara keagamaan.
Bangunan dan benteng-bentengnya diperkuat dan dijadikan benteng yang dapat bertahan atas serbuan pihak Rumawi dalam abad pertama sebelum Masehi. Ketika Herodotus dari pihak Roma menguasai Palestina, Kuil itu dirobohkan.
Baca juga: Kisah Kesatria Eropa Membela Al-Aqsha di Masa Shalahuddin Al-Ayyubi
Kemudian dibangun lagi dengan meninggikan tiang-tiangnya dan dibuat demikian rupa sehingga lebih megah dan lebih kuat dari Kuil yang lama.
Sesudah agama Kristen kuat di Palestina lambat laun Kuil itu terbengkalai hingga akhirnya hanya menjadi puing-puing. Walaupun begitu, kota suci ini tetap mengandalkan letaknya yang strategis dan benteng-bentengnya yang kukuh. Tatkala dalam abad ke-7 M. Persia menyerangnya, mereka tak mampu mendobrak pintu-pintu kota itu.
Tetapi sesudah dikepung selama delapan belas hari, terpaksa menyerah juga. Sesudah Heraklius kemudian merebutnya kembali, orang-orang Yahudi menjadi sasaran penyiksaan, pembunuhan, pengejaran dan pengusiran, karena mereka dituduh membantu Persia ketika datang menyerbu dan menjadi penunjuk jalan ke tempat-tempat rahasia dalam kota.
Gambaran selintas tentang sejarah Baitulmukadas ini, kata Haekal, menghapus cerita yang mengatakan bahwa kota itu tidak mengadakan perlawanan kepada pasukan Muslimin.
Baca juga: Masjid Al-Omari di Gaza, Pernah Menjadi Gereja saat Perang Salib
"Orang-orang Mesir dahulu sangat mengandalkannya dalam menangkis musuh yang berusaha turun dari arah itu. Kota ini di bawah Mesir pernah memberontak dan lepas, dan setelah itu sering kembali lagi," tulis Haekal.
Di masa Nabi Daud dan Nabi Sulaiman berdiri lepas dari Mesir dan Nabi Sulaiman mendirikan Kuilnya di tempat ini. Kemudian Kuil dan kota Aelia seluruhnya terbakar tatkala dalam abad ke-6 SM Persia menyerbu Palestina. Kemudian Kuil itu dibangun kembali, yang oleh orang-orang Yahudi dijadikan rumah ibadah mereka dan sebagai tempat suci dalam upacara-upacara keagamaan.
Bangunan dan benteng-bentengnya diperkuat dan dijadikan benteng yang dapat bertahan atas serbuan pihak Rumawi dalam abad pertama sebelum Masehi. Ketika Herodotus dari pihak Roma menguasai Palestina, Kuil itu dirobohkan.
Baca juga: Kisah Kesatria Eropa Membela Al-Aqsha di Masa Shalahuddin Al-Ayyubi
Kemudian dibangun lagi dengan meninggikan tiang-tiangnya dan dibuat demikian rupa sehingga lebih megah dan lebih kuat dari Kuil yang lama.
Sesudah agama Kristen kuat di Palestina lambat laun Kuil itu terbengkalai hingga akhirnya hanya menjadi puing-puing. Walaupun begitu, kota suci ini tetap mengandalkan letaknya yang strategis dan benteng-bentengnya yang kukuh. Tatkala dalam abad ke-7 M. Persia menyerangnya, mereka tak mampu mendobrak pintu-pintu kota itu.
Tetapi sesudah dikepung selama delapan belas hari, terpaksa menyerah juga. Sesudah Heraklius kemudian merebutnya kembali, orang-orang Yahudi menjadi sasaran penyiksaan, pembunuhan, pengejaran dan pengusiran, karena mereka dituduh membantu Persia ketika datang menyerbu dan menjadi penunjuk jalan ke tempat-tempat rahasia dalam kota.
Gambaran selintas tentang sejarah Baitulmukadas ini, kata Haekal, menghapus cerita yang mengatakan bahwa kota itu tidak mengadakan perlawanan kepada pasukan Muslimin.
Baca juga: Masjid Al-Omari di Gaza, Pernah Menjadi Gereja saat Perang Salib
Lihat Juga :