Kisah Konspirasi Yahudi Menjadikan Palestina sebagai Pusat Kegiatan Internasional
Senin, 11 Desember 2023 - 12:08 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Tragis Perdana Menteri Inggris Asquith karena Memusuhi Zionisme
Haim Weizman yang kelak menjadi perdana menteri Israel pertama. Komite perwakilan Zionisme ini telah berada di Palestina sebelum diadakan perundingan damai, bahkan sebelum Perang Dunia I usai. Hal ini dimaksudkan untuk menciptakan momen yang tepat sebelum masalah Palestina dibicarakan di forum mendatang, yaitu perjanjian Versailles. Kemudian perundingan damai dimulai, dan para pemilik modal internasional membuka kedok. Tampak jelaslah pengaruh mereka.
"Kita tidak perlu memperjelas lagi, tapi cukup dengan menyebutkan beberapa analisa singkat," tulis William.
Dalam perundingan ini, ketua utusan Amerika adalah Paul Warburg, sebagai wakil pemilik modal internasional di Amerika Serikat. Ketua utusan Jerman adalah saudara kandung Paul sendiri, Mark Warburg.
Mark mewakili negara musuh sekutu yang kalah perang. Sementara itu, Paul mewakili negara yang menang perang. Perundingan damai seperti itu lalu menjadi perundingan pemerasan, yang seluruh keputusan yang berbuntut jahat dan mengakibatkan timbulnya bahaya itu bisa disetujui.
Baca juga: Konspirasi Internasional: Kisah Rothschild Mengumpulkan Konglomerat Yahudi
Pada masalah yang berhubungan dengan Palestina, sejumlah tokoh Zionis Inggris dalam perundingan itu meletakkan rancangan pemerintahan perwakilan Inggris di wilayah itu, di antaranya adalah:
- Profesor Philex Frankfurner, yang kelak menjadi penasihat presiden di Gedung Putih pada masa pemerintahan Franklin Roosevelt.
- Sir Herbert Samuel, komisioner tinggi pertama di Palestina setelah pendudukan pasukan Inggris.
- Lushian Wolf, seorang penasihat pribadi perdana menteri Inggris Lloyd George.
Ketika perundingan pendahuluan dimulai, penasihat khusus bagi perdana menteri Prancis Monscour Clemenceau adalah Madell. Nama ini adalah nama samaran. Nama yang sebenarnya adalah Rothschild, yaitu salah satu anggota keluarga besar Rothschild.
Sedang salah satu penasihat presiden Amerika Serikat yang menjadi delegasi dalam perundingan itu adalah Mr. Morganthow, yang putranya kelak memegang kementerian keuangan pada masa pemerintahan Roosevelt.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Rothschild Mengacaukan Ekonomi Amerika
William G. Carr mengatakan para pemilik modal internasional tidak segan-segan mencampakkan topeng mereka. Untuk membuktikan hal ini, berikut ini dikutipkan beberapa kalimat yang ditulis oleh Lushian Wolf dalam bukunya yang berjudul "Steadies on The Jewish History" halaman 408:
"Sejumlah nama politisi muncul pada perundingan perdamaian, dan yang menandatangani perjanjian itu atas nama negara-negara Italia, Perancis dan India adalah tokoh-tokoh Yahudi yang mewakili negara masing-masing.
Haim Weizman yang kelak menjadi perdana menteri Israel pertama. Komite perwakilan Zionisme ini telah berada di Palestina sebelum diadakan perundingan damai, bahkan sebelum Perang Dunia I usai. Hal ini dimaksudkan untuk menciptakan momen yang tepat sebelum masalah Palestina dibicarakan di forum mendatang, yaitu perjanjian Versailles. Kemudian perundingan damai dimulai, dan para pemilik modal internasional membuka kedok. Tampak jelaslah pengaruh mereka.
"Kita tidak perlu memperjelas lagi, tapi cukup dengan menyebutkan beberapa analisa singkat," tulis William.
Dalam perundingan ini, ketua utusan Amerika adalah Paul Warburg, sebagai wakil pemilik modal internasional di Amerika Serikat. Ketua utusan Jerman adalah saudara kandung Paul sendiri, Mark Warburg.
Mark mewakili negara musuh sekutu yang kalah perang. Sementara itu, Paul mewakili negara yang menang perang. Perundingan damai seperti itu lalu menjadi perundingan pemerasan, yang seluruh keputusan yang berbuntut jahat dan mengakibatkan timbulnya bahaya itu bisa disetujui.
Baca juga: Konspirasi Internasional: Kisah Rothschild Mengumpulkan Konglomerat Yahudi
Pada masalah yang berhubungan dengan Palestina, sejumlah tokoh Zionis Inggris dalam perundingan itu meletakkan rancangan pemerintahan perwakilan Inggris di wilayah itu, di antaranya adalah:
- Profesor Philex Frankfurner, yang kelak menjadi penasihat presiden di Gedung Putih pada masa pemerintahan Franklin Roosevelt.
- Sir Herbert Samuel, komisioner tinggi pertama di Palestina setelah pendudukan pasukan Inggris.
- Lushian Wolf, seorang penasihat pribadi perdana menteri Inggris Lloyd George.
Ketika perundingan pendahuluan dimulai, penasihat khusus bagi perdana menteri Prancis Monscour Clemenceau adalah Madell. Nama ini adalah nama samaran. Nama yang sebenarnya adalah Rothschild, yaitu salah satu anggota keluarga besar Rothschild.
Sedang salah satu penasihat presiden Amerika Serikat yang menjadi delegasi dalam perundingan itu adalah Mr. Morganthow, yang putranya kelak memegang kementerian keuangan pada masa pemerintahan Roosevelt.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Rothschild Mengacaukan Ekonomi Amerika
William G. Carr mengatakan para pemilik modal internasional tidak segan-segan mencampakkan topeng mereka. Untuk membuktikan hal ini, berikut ini dikutipkan beberapa kalimat yang ditulis oleh Lushian Wolf dalam bukunya yang berjudul "Steadies on The Jewish History" halaman 408:
"Sejumlah nama politisi muncul pada perundingan perdamaian, dan yang menandatangani perjanjian itu atas nama negara-negara Italia, Perancis dan India adalah tokoh-tokoh Yahudi yang mewakili negara masing-masing.
Lihat Juga :