Kisah Konspirasi Yahudi Menjadikan Palestina sebagai Pusat Kegiatan Internasional
Senin, 11 Desember 2023 - 12:08 WIB
loading...
A
A
A
Mereka adalah Baron Somito mewakili Italia, Louis Cloudes mewakili Prancis, dan Edvin Montagio mewakili India. Mereka semua adalah orang Yahudi."
Sebaiknya baik pula untuk kita simak kata-kata beberapa penulis yang tidak perlu kita beri komentar. Seorang sejarawan Inggris terkenal Harold Nicolon dalam bukunya "Menciptakan Perdamaian" 1919-1944 (Making Peace 1919-1944) halaman 44 mengatakan, bahwa Lushian Wolf minta secara pribadi kepadanya, agar ia mau menunjukkan pendapatnya tentang orang-orang Yahudi yang harus diberi perlindungan internasional.
Dalam waktu yang sama mereka juga harus diberi hak seperti layaknya warga negara lain, di mana pun mereka berada.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Marie Antoinette dan Gosip Kalung Permata Ratu
Seorang penulis Perancis George Pateau dalam bukunya yang diberi judul "Masalah Yahudi" (The Problem ofthe Jews) halaman 38 mengatakan:
"Tanggung jawab diberikan kepada orang Yahudi yang telah mengelilingi presiden Amerika Serikat Wilson, perdana menteri Prancis Clemenceau dan perdana menteri Inggris Lloyd George, dalam menyulap perundingan damai menjadi perundingan Yahudi."
Selanjutnya perlu juga disinggung mengenai peristiwa yang terjadi pada saat perundingan berlangsung di Paris tahun 1919, saat presiden Wilson pada mulanya mengajukan pendapatnya yang sangat jitu. Akan tetapi sayang, tiba-tiba ia mendapat telegram tertanggal 28 Maret 1919 terdiri dari 2000 kata, yang dikirim kepadanya secara pribadi oleh Yacob Sheiff, wakil pemilik modal internasional di Amerika.
Telegram itu berisi gagasan pihak yang diwakili Yacob Sheiff mengenai 5 masalah internasional, yaitu masalah Palestina, pampasan perang yang harus dibayar oleh Jerman, masalah Sisilia, Terusan Danring dan wilayah Sarre (Jerman).
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Setan Berjubah Pastor Bernama Rasputin
Telegram ini telah mempengaruhi pendirian presiden Wilson, dan membuatnya berubah pendirian, sehingga jalan perundingan dibuatnya berputar haluan.
Duta besar Perancis untuk Inggris, pada waktu itu De San O'clear melukiskan peristiwa itu dalam bukunya mengenai politik yang kelak ia tulis, berjudul "Jenewa menuju Perdamaian" (Jeneve Towards Peace) menyebutkan, bahwa isi teks yang terkandung dalam perjanjian Versailles berkenaan dengan 5 masalah itu adalah hasil rancangan Yacob Sheiff dan orang-orang sedarahnya.
Masalah Palestina merupakan agenda pembicaraan yang paling banyak difokuskan oleh para peserta. Sebelum gerakan Yahudi terselubung selesai menentukan pemerintahan perwakilan Inggris di Palestina dalam perundingan damai itu, mereka telah mengalihkan program mengenai point yang lain, yaitu persiapan untuk merancang pecahnya Perang Dunia II.
Maka isi rumusan perundingan damai yang dibebankan kepada Jerman sangat tidak adil dan memberatkan. Hal ini merupakan bibit-bibit ketidakpuasan di kalangan bangsa Jerman yang kelak menimbulkan dendam nasional.
Baca juga: Konspirasi Yahudi Internasional: Kisah Terbunuhnya Presiden Abraham Lincoln
Sebaiknya baik pula untuk kita simak kata-kata beberapa penulis yang tidak perlu kita beri komentar. Seorang sejarawan Inggris terkenal Harold Nicolon dalam bukunya "Menciptakan Perdamaian" 1919-1944 (Making Peace 1919-1944) halaman 44 mengatakan, bahwa Lushian Wolf minta secara pribadi kepadanya, agar ia mau menunjukkan pendapatnya tentang orang-orang Yahudi yang harus diberi perlindungan internasional.
Dalam waktu yang sama mereka juga harus diberi hak seperti layaknya warga negara lain, di mana pun mereka berada.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Marie Antoinette dan Gosip Kalung Permata Ratu
Seorang penulis Perancis George Pateau dalam bukunya yang diberi judul "Masalah Yahudi" (The Problem ofthe Jews) halaman 38 mengatakan:
"Tanggung jawab diberikan kepada orang Yahudi yang telah mengelilingi presiden Amerika Serikat Wilson, perdana menteri Prancis Clemenceau dan perdana menteri Inggris Lloyd George, dalam menyulap perundingan damai menjadi perundingan Yahudi."
Selanjutnya perlu juga disinggung mengenai peristiwa yang terjadi pada saat perundingan berlangsung di Paris tahun 1919, saat presiden Wilson pada mulanya mengajukan pendapatnya yang sangat jitu. Akan tetapi sayang, tiba-tiba ia mendapat telegram tertanggal 28 Maret 1919 terdiri dari 2000 kata, yang dikirim kepadanya secara pribadi oleh Yacob Sheiff, wakil pemilik modal internasional di Amerika.
Telegram itu berisi gagasan pihak yang diwakili Yacob Sheiff mengenai 5 masalah internasional, yaitu masalah Palestina, pampasan perang yang harus dibayar oleh Jerman, masalah Sisilia, Terusan Danring dan wilayah Sarre (Jerman).
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Setan Berjubah Pastor Bernama Rasputin
Telegram ini telah mempengaruhi pendirian presiden Wilson, dan membuatnya berubah pendirian, sehingga jalan perundingan dibuatnya berputar haluan.
Duta besar Perancis untuk Inggris, pada waktu itu De San O'clear melukiskan peristiwa itu dalam bukunya mengenai politik yang kelak ia tulis, berjudul "Jenewa menuju Perdamaian" (Jeneve Towards Peace) menyebutkan, bahwa isi teks yang terkandung dalam perjanjian Versailles berkenaan dengan 5 masalah itu adalah hasil rancangan Yacob Sheiff dan orang-orang sedarahnya.
Masalah Palestina merupakan agenda pembicaraan yang paling banyak difokuskan oleh para peserta. Sebelum gerakan Yahudi terselubung selesai menentukan pemerintahan perwakilan Inggris di Palestina dalam perundingan damai itu, mereka telah mengalihkan program mengenai point yang lain, yaitu persiapan untuk merancang pecahnya Perang Dunia II.
Maka isi rumusan perundingan damai yang dibebankan kepada Jerman sangat tidak adil dan memberatkan. Hal ini merupakan bibit-bibit ketidakpuasan di kalangan bangsa Jerman yang kelak menimbulkan dendam nasional.
Baca juga: Konspirasi Yahudi Internasional: Kisah Terbunuhnya Presiden Abraham Lincoln
(mhy)
Lihat Juga :