Gampang Menangis, Sayyidah Aisyah Ragukan Abu Bakar Bisa Jadi Imam Salat
Senin, 10 Agustus 2020 - 12:24 WIB
loading...
A
A
A
Akhrinya Abu Bakar bertindak memimpin salat sesuai dengan perintah Nabi. Suatu hari, karena Abu Bakar tidak ada di tempat ketika oleh Bilal dipanggil hendak bersembahyang, maka Umar yang diminta mengimami salat. Suara Umar cukup lantang, sehingga ketika mengucapkan takbir di mesjid terdengar oleh Nabi Muhammad dari rumah Aisyah, maka katanya: "Mana Abu Bakar? Allah dan kaum Muslimin tidak menghendaki yang demikian." (Baca juga: Murtad dan Penolakan Membayar Zakat Pascawafatnya Rasulullah )
Haekal mengatakan dengan itu orang menduga, bahwa Nabi menghendaki Abu Bakar sebagai penggantinya kelak, karena memimpin orang-orang salat merupakan tanda pertama untuk menggantikan kedudukan Rasulullah.
Sementara masih dalam sakitnya itu suatu hari Rasulullah keluar ke tengah-tengah kaum Muslimin di mesjid, dan antara lain ia berkata: "Seorang hamba oleh Allah disuruh memilih tinggal di dunia ini atau di sisi-Nya, maka ia memilih berada di sisi Allah."
Baca juga: Kisah Persembunyian di Gua Tsur dan Bukti Cinta Abu Bakar
Kemudian diam. Abu Bakar segera mengerti, bahwa yang dimaksud oleh Nabi dirinya. Ia tak dapat menahan air mata dan ia menangis, seraya katanya: "Kami akan menebus Tuan dengan jiwa kami dan anak-anak kami."
Setelah itu Nabi Muhammad minta semua pintu mesjid ditutup kecuali pintu yang ke tempat Abu Bakar.
Baca juga: Debat Khalifah Abu Bakar dengan Umar Bin Khattab Soal Pembangkang Zakat
Kemudian katanya sambil menunjuk kepada Abu Bakar: "Aku belum tahu ada orang yang lebih bermurah hati dalam bersahabat dengan aku seperti dia. Kalau ada dari hamba Allah yang akan kuambil sebagai khalil (teman) maka Abu Bakar-lah khalil-ku. Tetapi persahabatan dan persaudaraan ini dalam iman, sampai tiba saatnya Allah mempertemukan kita di sisi-Nya."
Baca juga: Beda Haluan Politik antara Umar bin Khattab dan Abu Bakar
Pada hari ketika ajal Nabi tiba ia keluar waktu subuh ke mesjid sambil bertopang kepada Ali bin Abi Thalib dan Fadl bin al-Abbas. Abu Bakar waktu itu sedang mengimami orang-orang bersembahyang. Ketika kaum Muslimin melihat kehadiran Nabi, mereka bergembira luar biasa. Tetapi Nabi memberi isyarat supaya mereka meneruskan salat.
Haekal mengatakan dengan itu orang menduga, bahwa Nabi menghendaki Abu Bakar sebagai penggantinya kelak, karena memimpin orang-orang salat merupakan tanda pertama untuk menggantikan kedudukan Rasulullah.
Sementara masih dalam sakitnya itu suatu hari Rasulullah keluar ke tengah-tengah kaum Muslimin di mesjid, dan antara lain ia berkata: "Seorang hamba oleh Allah disuruh memilih tinggal di dunia ini atau di sisi-Nya, maka ia memilih berada di sisi Allah."
Baca juga: Kisah Persembunyian di Gua Tsur dan Bukti Cinta Abu Bakar
Kemudian diam. Abu Bakar segera mengerti, bahwa yang dimaksud oleh Nabi dirinya. Ia tak dapat menahan air mata dan ia menangis, seraya katanya: "Kami akan menebus Tuan dengan jiwa kami dan anak-anak kami."
Setelah itu Nabi Muhammad minta semua pintu mesjid ditutup kecuali pintu yang ke tempat Abu Bakar.
Baca juga: Debat Khalifah Abu Bakar dengan Umar Bin Khattab Soal Pembangkang Zakat
Kemudian katanya sambil menunjuk kepada Abu Bakar: "Aku belum tahu ada orang yang lebih bermurah hati dalam bersahabat dengan aku seperti dia. Kalau ada dari hamba Allah yang akan kuambil sebagai khalil (teman) maka Abu Bakar-lah khalil-ku. Tetapi persahabatan dan persaudaraan ini dalam iman, sampai tiba saatnya Allah mempertemukan kita di sisi-Nya."
Baca juga: Beda Haluan Politik antara Umar bin Khattab dan Abu Bakar
Pada hari ketika ajal Nabi tiba ia keluar waktu subuh ke mesjid sambil bertopang kepada Ali bin Abi Thalib dan Fadl bin al-Abbas. Abu Bakar waktu itu sedang mengimami orang-orang bersembahyang. Ketika kaum Muslimin melihat kehadiran Nabi, mereka bergembira luar biasa. Tetapi Nabi memberi isyarat supaya mereka meneruskan salat.
Lihat Juga :