alexametrics

Murtad dan Penolakan Membayar Zakat Pascawafatnya Rasulullah

loading...
Murtad dan Penolakan Membayar Zakat Pascawafatnya Rasulullah
Tokoh munafik Abdullah bin Ubay. Foto/Ilustrasi/Ist
BERITA wafatnya Nabi dengan cepat sekali menyebar dibawa orang kepada kabilah-kabilah. Tak ada suatu berita di kawasan Arab yang begitu cepat tersebar seperti berita ketika Rasulullah wafat. (Baca juga: Kisah Aswad al-Ansi, Nabi Palsu yang Sempat Menguasai Yaman)

Begitu berita itu sampai kepada mereka, dari segenap penjuru mereka sudah memasang telinga dengan penuh perhatian. Mereka ingin melepaskan diri dari kekuasaan Madinah dan kembali kepada keadaan sebelum datangnya kerasulan Muhammad dan tersebarnya Islam ke tengah-tengah mereka.

Baca juga: Kisah Persembunyian di Gua Tsur dan Bukti Cinta Abu Bakar

Oleh karena itu orang-orang Arab pada setiap kabilah jadi murtad, dan timbul pula sifat-sifat munafik. Dalam pada itu, orang-orang Yahudi dan Nasrani pun sudah pula mengintai.



Lawan Islam jadi semakin banyak. Dengan tak adanya Nabi, mereka sudah seperti sekumpulan kambing pada malam musim hujan.

Baca juga: Beda Haluan Politik antara Umar bin Khattab dan Abu Bakar



Muhammad Husain Haikal dalam As-Siddiq Abu Bakr menggambarkan sementara di Madinah terjadi perselisihan antara kaum Muhajirin dengan kaum Ansar mengenai pengganti Rasulullah, di banyak tempat kaum muslimin mulai keluar dari Islam, tak terkecuali penduduk Makkah.

Attab bin Asid, kuasa Rasulullah di Makkah sampai merasa khawatir. Kalau tidak karena kemudian tampil Suhail bin Amr di tengah-tengah mereka dengan mengatakan — setelah menerangkan tentang kematian Nabi — bahwa "Islam sekarang sudah bertambah kuat, dan barang siapa masih menyangsikan kami, akan kami penggal lehernya," niscaya mereka masih akan maju-mundur.

Baca juga: Akhlak Umar bin Khattab dan Kesedihannya Ketika Nabi Wafat
halaman ke-1 dari 6
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
cover top ayah
وَلَا تَمُدَّنَّ عَيۡنَيۡكَ اِلٰى مَا مَتَّعۡنَا بِهٖۤ اَزۡوَاجًا مِّنۡهُمۡ زَهۡرَةَ الۡحَيٰوةِ الدُّنۡيَا لِنَفۡتِنَهُمۡ فِيۡهِ‌ ؕ وَرِزۡقُ رَبِّكَ خَيۡرٌ وَّاَبۡقٰى
Dan janganlah engkau tujukan pandangan matamu kepada kenikmatan yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka, (sebagai) bunga kehidupan dunia agar Kami uji mereka dengan (kesenangan) itu. Karunia Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal.

(QS. Taha:131)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak