Konspirasi Yahudi: Kisah Chamberlain Mengundurkan Diri, Orang Kepercayaan Hitler Berkhianat
Rabu, 27 Desember 2023 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Ada bukti lain, bahwa angkatan udara Jerman menolak untuk melakukan serangan udara selama bulan-bulan pertama perang itu, yaitu selama Perdana Menteri Inggris Chamberlain masih berkuasa.
Pasukan Inggris juga menolak untuk menyerang kota-kota Jerman yang akan membawa korban penduduk sipil. Hal ini sesuai dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh Chamberlain tanggal 2 September 1939, tepatnya pada hari pecahnya perang.
Chamberlain berkata, bahwa pasukannya hanya akan menyerang sasaran militer. Perang itu berlangsung hingga pasukan Inggris ditarik mundur dalam kondisi lebih mirip damai daripada perang yang sebenarnya, darikota Dankert.
Pasukan Jerman tidak mengadakan serbuan lebih jauh masuk ke wilayah Inggris, kecuali melakukan manuver militer kecil-kecilan. Situasi ini ditentang keras oleh tokoh-tokoh Nazi di Jerman, dan para pemilik modal Yahudi internasional di Inggris.
Setelah itu, seperti biasanya media massa di Inggris menyerang Chamberlain dengan gencar, dibarengi dengan tekanan berat terhadap pemerintahnya.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Pertikaian antara Nazisme dan Kristen
Chamberlain terpaksa meletakkan jabatan dalam kondisi seperti dialami oleh Asquith dan pemerintahnya dalam Perang Dunia I. Kemudian digantikan oleh wajah yang sama pernah menggantikan Lord Asquith sendiri, yaitu Winston Churchill.
Ia menduduki kursi perdana menteri tanggal 11 Mei 1940, langsung mengeluarkan perintah kepada angkatan udara Inggris untuk mengadakan serangan udara terhadap sasaran di kota-kota Jerman untuk pertama kalinya.
Inilah awal pengeboman atas kota-kota penduduk sipil di seluruh dunia. Perkembangan seperti itulah yang ditunggu-tunggu oleh para tokoh Nazi berhaluan keras.
Ini berarti, mereka telah melihat saat yang tepat untuk mengadakan penyerbuan besar-besaran ke arah Timur dan Barat. Lebih-lebih setelah diketahui ternyata pasukan Nazi dengan mudah bisa merebut beberapa kemenangan sebelumnya. Mereka segera mengadakan pertemuan puncak yang dihadiri oleh eselon satu tokoh-tokoh Nazi untuk membahas perkembangan yang terjadi.
Pasukan Inggris juga menolak untuk menyerang kota-kota Jerman yang akan membawa korban penduduk sipil. Hal ini sesuai dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh Chamberlain tanggal 2 September 1939, tepatnya pada hari pecahnya perang.
Chamberlain berkata, bahwa pasukannya hanya akan menyerang sasaran militer. Perang itu berlangsung hingga pasukan Inggris ditarik mundur dalam kondisi lebih mirip damai daripada perang yang sebenarnya, darikota Dankert.
Pasukan Jerman tidak mengadakan serbuan lebih jauh masuk ke wilayah Inggris, kecuali melakukan manuver militer kecil-kecilan. Situasi ini ditentang keras oleh tokoh-tokoh Nazi di Jerman, dan para pemilik modal Yahudi internasional di Inggris.
Setelah itu, seperti biasanya media massa di Inggris menyerang Chamberlain dengan gencar, dibarengi dengan tekanan berat terhadap pemerintahnya.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Pertikaian antara Nazisme dan Kristen
Chamberlain terpaksa meletakkan jabatan dalam kondisi seperti dialami oleh Asquith dan pemerintahnya dalam Perang Dunia I. Kemudian digantikan oleh wajah yang sama pernah menggantikan Lord Asquith sendiri, yaitu Winston Churchill.
Ia menduduki kursi perdana menteri tanggal 11 Mei 1940, langsung mengeluarkan perintah kepada angkatan udara Inggris untuk mengadakan serangan udara terhadap sasaran di kota-kota Jerman untuk pertama kalinya.
Inilah awal pengeboman atas kota-kota penduduk sipil di seluruh dunia. Perkembangan seperti itulah yang ditunggu-tunggu oleh para tokoh Nazi berhaluan keras.
Ini berarti, mereka telah melihat saat yang tepat untuk mengadakan penyerbuan besar-besaran ke arah Timur dan Barat. Lebih-lebih setelah diketahui ternyata pasukan Nazi dengan mudah bisa merebut beberapa kemenangan sebelumnya. Mereka segera mengadakan pertemuan puncak yang dihadiri oleh eselon satu tokoh-tokoh Nazi untuk membahas perkembangan yang terjadi.
Lihat Juga :