Apakah Ahl Al-Kitab Semua Sama? Begini Penjelasan Quraish Shihab
Sabtu, 30 Desember 2023 - 14:11 WIB
loading...
Prof Quraish Shihab. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Apakah ayat-ayat dalam al-Quran tentang Ahl al-Kitab berlaku umum, menyangkut semua Ahl Al-Kitab kapan dan di mana pun mereka berada? Muhammad Quraish Shihab mengatakan penggalan terakhir surat Al-Maidah [5] : 59 menyatakan bahwa "banyak di antara kamu (hai Ahl Al-Kitab)", perlu digarisbawahi untuk menjawab pertanyaan ini.
"Hemat kami, penggalan tersebut paling tidak menunjukkan bahwa tidak semua mereka bersikap demikian," ujar Quraish dalam bukunya berjudul "Wawasan al-Quran, Tafsir Maudhu'i atas Pelbagai Persoalan Umat".
Menurutnya, kesimpulan ini didukung dengan sangat jelas paling tidak dalam dua ayat berikut:
"Banyak dari Ahl Al-Kitab yang menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang timbul dari dalam hati mereka setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu" ( QS Al-Baqarah [2] : 109).
Baca juga: Menikah dengan Perempuan Ahli Kitab Boleh, Ini Syaratnya!
Perlu diketahui bahwa ayat di atas menggunakan kata Katsir yang seharusnya diterjemahkan banyak, bukan kebanyakan sebagaimana dalam Al-Qur'an dan Terjemahannya oleh Departemen Agama. Ini dikuatkan juga dengan firman-Nya:
"Segolongan dari Ahl Al-Kitab ingin menyesatkan kamu padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan kecuali diri mereka sendiri, dan mereka tidak menyadarinya" ( QS Ali 'Imran [3] : 69)
Kalau melihat redaksi ayat di atas, ujar Quraish, maka dapat dikatakan bahwa dalam konteks upaya pemurtadan, maka tidak semua mereka bersikap sama. Sejalan dengan ini, ada peringatan yang ditujukan kepada kaum Mukmin yang menyatakan:
"Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sekelompok dari Ahl Al-Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang-orang kafir sesudah kamu beriman" (QS Ali 'Imran [3]: 100).
Nah, jika demikian dapat dipahami keterangan Al-Qur'an yang menyatakan bahwa:
"Hemat kami, penggalan tersebut paling tidak menunjukkan bahwa tidak semua mereka bersikap demikian," ujar Quraish dalam bukunya berjudul "Wawasan al-Quran, Tafsir Maudhu'i atas Pelbagai Persoalan Umat".
Menurutnya, kesimpulan ini didukung dengan sangat jelas paling tidak dalam dua ayat berikut:
"Banyak dari Ahl Al-Kitab yang menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang timbul dari dalam hati mereka setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu" ( QS Al-Baqarah [2] : 109).
Baca juga: Menikah dengan Perempuan Ahli Kitab Boleh, Ini Syaratnya!
Perlu diketahui bahwa ayat di atas menggunakan kata Katsir yang seharusnya diterjemahkan banyak, bukan kebanyakan sebagaimana dalam Al-Qur'an dan Terjemahannya oleh Departemen Agama. Ini dikuatkan juga dengan firman-Nya:
"Segolongan dari Ahl Al-Kitab ingin menyesatkan kamu padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan kecuali diri mereka sendiri, dan mereka tidak menyadarinya" ( QS Ali 'Imran [3] : 69)
Kalau melihat redaksi ayat di atas, ujar Quraish, maka dapat dikatakan bahwa dalam konteks upaya pemurtadan, maka tidak semua mereka bersikap sama. Sejalan dengan ini, ada peringatan yang ditujukan kepada kaum Mukmin yang menyatakan:
"Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sekelompok dari Ahl Al-Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang-orang kafir sesudah kamu beriman" (QS Ali 'Imran [3]: 100).
Nah, jika demikian dapat dipahami keterangan Al-Qur'an yang menyatakan bahwa:
Lihat Juga :