Kontroversi Usamah, Panglima Perang yang Masih Belia (3)
Selasa, 11 Agustus 2020 - 18:18 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Haekal, tak seorang pun membayangkan bahwa perang itu akan pecah juga setelah dua tahun kemudian, dimulai oleh Khalifah Abu Bakar sesuai dengan jalannya peristiwa, dan diselesaikan oleh para penggantinya yang kemudian, dan dengan demikian dapat menghancurkan imperium Romawi yang selama berabad-abad ditakuti sehingga semua bangsa tunduk di bawah telapak kakinya.
Abu Bakar Sambut Usamah
Dengan pasukan yang sudah berjaya itu Usamah kembali, dan Khalifah Abu Bakar menyambutnya di luar kota Madinah. Abu Bakar datang menyongsongnya bersama-sama sejumlah kaum Muhajirin dan Ansar terkemuka.
Semua mereka dalam suasana gembira, ditambah lagi dengan penduduk Madinah yang menyusul Khalifah Abu Bakar dan rombongannya. Mereka bersorak sorai gembira sebagai penghargaan atas keberanian Usamah dan pasukannya itu. (Baca juga: Ketika Para Pembangkang Zakat Menyerbu Madinah )
Begitu ia memasuki kota Madinah dengan kemenangan yang membawa kebanggaan itu, langsung ia menuju masjid melakukan salat syukur atas nikmat yang dikaruniakan Allah kepadanya dan kepada Muslimin.
Pasukan itu pulang kembali ke Madinah setelah empat puluh hari, ada juga yang menyebutkan sesudah tujuh puluh hari sejak keluar dari kota itu.
Ada beberapa Orientalis yang berupaya hendak meremehkan dan memperkecil arti ekspedisi itu, termasuk luapan gembira dan penghargaan kaum Muslimin atas mereka yang telah membawa kemenangan itu.
Baca juga: Debat Khalifah Abu Bakar dengan Umar Bin Khattab Soal Pembangkang Zakat
Orientalis V. Vacca, editor "Usamah" dalam Da'iratul Ma'arif allslamiyah mengatakan "Kemenangan Usamah ini telah membawa kegembiraan dalam hati penduduk Madinah setelah dirisaukan oleh adanya perang ‘Riddah’. Kemenangan itu menjadi begitu penting, tidak sesuai dengan nilai yang sebenarnya. Bahkan kemudian dianggap sebagai pembuka jalan adanya serangan yang ditujukan ke Syam."
Memang benar peperangan ini tidak besar dibandingkan dengan arti perang zaman sekarang, juga tidak besar dibandingkan dengan beberapa peperangan yang pernah terjadi waktu itu.
Usamah memang membatasi serangannya yang mendadak terhadap kabilah-kabilah itu dan merampas mereka tanpa harus menemui pasukan Romawi. Tetapi yang jelas, peristiwa ini membawa pengaruh besar dalam kehidupan kaum Muslimin, dan dalam kehidupan orang-orang Arab yang berpikir hendak mengadakan pemberontakan, dan dalam kehidupan Romawi sendiri yang bermaksud melebarkan sayapnya sampai ke perbatasan.
Abu Bakar Sambut Usamah
Dengan pasukan yang sudah berjaya itu Usamah kembali, dan Khalifah Abu Bakar menyambutnya di luar kota Madinah. Abu Bakar datang menyongsongnya bersama-sama sejumlah kaum Muhajirin dan Ansar terkemuka.
Semua mereka dalam suasana gembira, ditambah lagi dengan penduduk Madinah yang menyusul Khalifah Abu Bakar dan rombongannya. Mereka bersorak sorai gembira sebagai penghargaan atas keberanian Usamah dan pasukannya itu. (Baca juga: Ketika Para Pembangkang Zakat Menyerbu Madinah )
Begitu ia memasuki kota Madinah dengan kemenangan yang membawa kebanggaan itu, langsung ia menuju masjid melakukan salat syukur atas nikmat yang dikaruniakan Allah kepadanya dan kepada Muslimin.
Pasukan itu pulang kembali ke Madinah setelah empat puluh hari, ada juga yang menyebutkan sesudah tujuh puluh hari sejak keluar dari kota itu.
Ada beberapa Orientalis yang berupaya hendak meremehkan dan memperkecil arti ekspedisi itu, termasuk luapan gembira dan penghargaan kaum Muslimin atas mereka yang telah membawa kemenangan itu.
Baca juga: Debat Khalifah Abu Bakar dengan Umar Bin Khattab Soal Pembangkang Zakat
Orientalis V. Vacca, editor "Usamah" dalam Da'iratul Ma'arif allslamiyah mengatakan "Kemenangan Usamah ini telah membawa kegembiraan dalam hati penduduk Madinah setelah dirisaukan oleh adanya perang ‘Riddah’. Kemenangan itu menjadi begitu penting, tidak sesuai dengan nilai yang sebenarnya. Bahkan kemudian dianggap sebagai pembuka jalan adanya serangan yang ditujukan ke Syam."
Memang benar peperangan ini tidak besar dibandingkan dengan arti perang zaman sekarang, juga tidak besar dibandingkan dengan beberapa peperangan yang pernah terjadi waktu itu.
Usamah memang membatasi serangannya yang mendadak terhadap kabilah-kabilah itu dan merampas mereka tanpa harus menemui pasukan Romawi. Tetapi yang jelas, peristiwa ini membawa pengaruh besar dalam kehidupan kaum Muslimin, dan dalam kehidupan orang-orang Arab yang berpikir hendak mengadakan pemberontakan, dan dalam kehidupan Romawi sendiri yang bermaksud melebarkan sayapnya sampai ke perbatasan.
Lihat Juga :