Ketika Para Pembangkang Zakat Menyerbu Madinah

Jum'at, 07 Agustus 2020 - 05:00 WIB
loading...
Ketika Para Pembangkang...
Ilustrasi/Ist
A A A
BARU saja Khalifah Abu Bakar menerima delegasi dari kabilah-kabilan yang meminta agar mereka dibebaskan untuk membayar zakat ketika beliau menyadari bahwa kini para pembangkang itu menjadi tahu bahwa Madinah kini tanpa pengawalan yang memadai. Pasukan muslim dipimpin Usamah berada di perbatasan untuk menghadapi Romawi . (Baca juga: Debat Khalifah Abu Bakar dengan Umar Bin Khattab Soal Pembangkang Zakat )

Khalifah Abu Bakar segera meminta orang berkumpul dan ia berkata: "Kota kita ini dikelilingi oleh orang-orang kafir. Delegasi mereka telah melihat jumlah kita yang kecil. Kita tidak tahu, mereka akan menyerbu kita malam hari atau di waktu siang. Mereka yang terdekat dari kita berjarak dua belas mil. Mereka mengharapkan kita mau menerima mereka dan berkompromi dengan mereka. Tetapi permintaan mereka kami tolak dan delegasi mereka kami suruh pulang. Maka bersiap-siaplah dan persiapkanlah." (Baca juga: Kisah Aswad al-Ansi, Nabi Palsu yang Sempat Menguasai Yaman )

Setelah itu beliau memanggil Ali bin Abi Thalib , Zubair, Talhah dan Abdullah bin Mas'ud supaya bersiap di pintu-pintu masuk Madinah dan yang lain berkumpul di masjid dalam keadaan siap tempur.

Perkiraan Abu Bakar tidak meleset. Belum selang tiga malam, para pembangkang zakat itu sudah menyerbu Madinah. Mereka bertujuan supaya Khalifah mau mengalah mengenai salah satu ketentuan Islam itu. (Baca juga: Kisah Umm Ziml, Perempuan yang Murtad Demi Balas Dendam )

Patroli di pintu-pintu masuk kota itu sudah memperkirakan dari arah mana musuh akan datang. Mereka memberitahukan Ali, Zubair, Talhah dan Abdullah bin Mas'ud serta tokoh-tokoh yang lain. Mereka meneruskan berita itu kepada Abu Bakar dan Khalifah memerintahkan untuk tidak meninggalkan tempat.

Dengan naik unta Khalifah memberitahukan orang-orang yang berada di mesjid. Kemudian bersama-sama mereka semua beliau berangkat untuk menghadapi para pembangkang yang hendak menyusup di malam gelap itu. Dalam pikiran kabilah-kabilah itu tak terlintas bahwa mereka akan menghadapi perlawanan setelah mereka tahu mengenai situasi Madinah dan penduduknya.

Baca juga: Benarkah Sayyidina Ali Menolak Kepemimpinan Khalifah Abu Bakar?

Baru setelah Abu Bakar dan anak buahnya menyergap mereka, mereka pun terkejut dan lari tunggang langgang. Khalifah bersama pasukan muslim mengejar sampai ke Zul-Husa. Di tempat ini kabilah-kabilah itu meninggalkan sepasukan bala bantuan sebagai cadangan kalau-kalau pada waktunya kelak diperlukan. Tetapi mereka merasakan kabilah-kabilah itu kini kembali dalam keadaan porak-poranda. (Baca juga: Maaf dan Marah Khalifah Abu Bakar kepada Kaum yang Murtad )

Mereka mencoba mengadakan perlawanan dan dalam malam gelap itu terjadi pertempuran antara kedua pihak, yang hasilnya tidak diketahui.

Kabilah-kabilah yang tinggal di Zul-Husa itu membawa kantong-kantong kulit yang setelah ditiup diikat dengan tali lalu ditendang ke muka unta-unta yang dinaiki pihak Madinah. Unta-unta itu bukan yang sudah terlatih untuk perang. Hewan-hewan itu malah berbalik lari dalam ketakutan bersama penunggangnya kembali ke Madinah.

Berbalik ke Madinah
Pihak Abs dan Zubyan serta sekutunya bersorak kegirangan melihat pihak Muslimin melarikan diri, yang menurut dugaan mereka karena sudah lemah. Peristiwa ini oleh mereka dilaporkan ke Zul-Qassah. (Baca juga: Murtad dan Penolakan Membayar Zakat Pascawafatnya Rasulullah )

Orang-orang dari tempat itu berdatangan dan mereka saling bertukar pikiran untuk tidak membiarkan Madinah sebelum Khalifah Abu Bakar bersedia memenuhi tuntutan mereka.

Khalifah Abu Bakar dan kaum Muslimin yang lain malam itu tidak tidur. Menjelang akhir malam beliau keluar memimpin kaum muslimin dengan mengatur barisan sayap kanan dan kiri serta barisan belakang, dan cepat-cepat berangkat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Sahabat Nabi dari...
Kisah Sahabat Nabi dari Iran : Salman Al Farisi Sempat Menjadi Penjaga Api Agama Majusi
Mana yang Lebih Baik,...
Mana yang Lebih Baik, Bayar Zakat Fitrah di Domisili atau di Luar Daerah?
Zakat Tidak Dibagikan...
Zakat Tidak Dibagikan Sembarangan, Hanya 8 Golongan yang Berhak Menerimanya
Meneladani Umar bin...
Meneladani Umar bin Abdul Aziz: Membangun Ekosistem Zakat Produktif dalam Organisme Pesantren
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Debat Sengit Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khattab Tentang Pembangkang Bayar Zakat
Rekomendasi
Bentuk Kesetiaan, Sepasang...
Bentuk Kesetiaan, Sepasang Kecoa Saling Kanibalisme Usai Kawin
Makhluk Misterius Ini...
Makhluk Misterius Ini Ditemukan di Jurang Bawah Laut
Patung Bunda Maria Menangis,...
Patung Bunda Maria Menangis, Ilmuwan Temukan Fakta di Luar Nalar Manusia
Artikel Terkini
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Fakta Sejarah: Hijrah...
Fakta Sejarah: Hijrah Nabi SAW Terjadi di Bulan Rabiul Awal, Bukan Muharram
Jelang Kedatangan Jemaah...
Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah, Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Hijriah?
Pemberangkatan Jemaah...
Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang Kedua dari Makkah Menuju Madinah Dimulai 7 Juni
Kumpulan Doa Pulang...
Kumpulan Doa Pulang Haji Lengkap dengan Zikirnya
Infografis
Muslim Harus Tahu, 7...
Muslim Harus Tahu, 7 Keutamaan Zakat dalam Al-Quran dan Hadis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved