Pembebasan Irak: Kisah Benteng Perempuan dan Seorang Putri Bangsawan Persia

Senin, 15 Januari 2024 - 12:08 WIB
loading...
Pembebasan Irak: Kisah...
Khalid berhasil membunuh Ormizd sehingga pasukan Persia tunggang langgang melarikan diri. Ilustrasi: Ist
A A A
Parang pertama pasukan muslim di bawah Khalid bin Walid dalam pembebasan Irak adalah melawan Ormizd mewakili Persia . Ini terjadi pada saat upaya pasukan muslim membebaskan wilayah Hafir.

Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Abu Bakr As-Siddiq" yang diterjemahkan dari bahasa Arab oleh Ali Audah (PT Pustaka Litera AntarNusa, 1987) menuturkan bahwa ekspedisi pertama ke Irak ialah ekspedisi Hafir. Letak Hafir ini di perbatasan Sahara, tak jauh dari pelabuhan Kazimah.

Baca juga: Kisah Karomah Khalid bin Walid Tak Mempan Diracun

Kala itu yang memerintah seluruh daerah adalah Ormizd mewakili Persia, dan di kalangan bangsawannya ia termasuk orang yang sudah mencapai kedudukan tertinggi.

Khalid berhasil membunuh Ormizd sehingga pasukan Persia tunggang langgang melarikan diri. Oleh pasukan Muslimin mereka dikejar terus sampai malam hari.

Pihak Muslimin sudah sampai di Jembatan Besar Sungai Furat, letak kota Basrah yang sekarang, sementara dua putra mahkota Persia, Kobad dan Anusyagan, terus lari tunggang langgang bersama sisa-sisa pasukannya.

Kemenangan berakhir di pihak Muslimin. Khalid memerintahkan Ma'qil bin Muqarrin al-Mazani agar pergi ke Ubullah untuk mengumpulankan harta dan tawanan-tawanan perang. Ma'qil segera melaksanakan tugas itu.

Sedang Mutsanna mendapat perintah agar memburu pasukan Persia yang sudah kalah itu. Mutsanna bergegas mengejarnya, dan seolah ia tak ingin kehilangan jejaknya sebelum mencapai Mada'in.

Dalam perjalanan mengejar pasukan Persia itu Mutsanna sempat lewat di depan sebuah benteng yang dihuni oleh seorang putri bangsawan Persia yang oleh sejarawan Arab disebut "Benteng Perempuan."

Baca juga: Pertaruhan Besar Khalid bin Walid dalam Perang Yamamah

Haekal mengisahkan untuk mengepung benteng ini Mutsanna menyerahkan kepada saudaranya, Mu'anna bin Harisah. Dia sendiri meneruskan perjalanan dan mengepung suaminya di bentengnya.

Diporakporandakannya benteng itu dan ia berhasil membunuh penghuni di dalamnya. Harta benda yang ada dirampas sebagai rampasan perang. Kemudian ia meneruskan pengejaran memburu sisa-sisa pasukan itu.

Putri bangsawan itu kemudian tahu apa yang telah menimpa suaminya. Ia mengadakan perundingan perdamaian dengan Mu'anna. Setelah masuk Islam putri itu kemudian kawin dengan Mu'anna.

Ekspedisi pertama oleh Khalid ke Irak ini disebut "Zat as-Salasil." Alasan penamaan ini, kata orang, bahwa pasukan Persia itu oleh pihak Persia saling diikat dengan rantai supaya tidak lari.

Diceritakan juga bahwa rantai-rantai yang ditinggalkan pasukan itu oleh Khalid dikumpulkan, yang beratnya sama dengan muatan unta seribu ratl. Sebagian ahli yang masih meragukan kebenaran sumber ini, menamakan ekspedisi ini dengan "Ekspedisi Kazimah", dihubungkan dengan nama desa terdekat dari tempat peristiwa itu.

Baca juga: Biara Khalid bin Walid dan Kisah Pengepungan Panjang Damsyik

Dampak Besar

Ekspedisi pertama ini meninggalkan dampak besar yang dapat membangkitkan semangat pasukan Muslimin. Tentara Persia sudah melihat sendiri mereka tak dapat bertahan menghadapinya, seperti orang-orang Arab dalam perang Riddah dulu.

Ormizd sudah terbunuh di tangan Khalid. Kematiannya itu sangat melegakan hati semua orang Arab. Di samping itu, rampasan perang yang diperoleh luar biasa besarnya, yang tak pernah ada perolehan sebesar itu, sehingga setiap orang anggota pasukan berkuda memperoleh seribu dirham selain senjata.

Yang menambah gemilangnya kemenangan dalam perang ini karena Khalid melaksanakan sepenuhnya kebijakan Khalifah Abu Bakar mengenai para petani Arab Irak itu.

Baca juga: Spekulasi Mengapa Umar bin Khattab Habisi Karir Militer Khalid bin Walid

Orang-orang keturunan Persia yang ikut berperang, yang dulu membantu pihak Persia ditawan. Sedang petani-petani dibiarkan bebas tidak diganggu. Mereka yang tidak ikut berperang, diberi perlindungan sebagai zimmi.

Seperlima hasil rampasan perang itu oleh Khalid dikirim kepada Abu Bakar di Madinah, bersama-sama dengan topi Ormizd dan seekor gajah yang diperoleh pasukan Muslimin dalam perang itu.

Penduduk Madinah, yang seumur hidupnya belum pernah melihat gajah, bahkan seluruh negeri Arab tak pernah melihat gajah, kecuali gajah yang dibawa Abrahah tatkala ia berusaha hendak menghancurkan Kakbah. Ketika gajah itu dibawa berkeliling kota Madinah, penduduk terheran-heran melihat binatang sebesar itu.

Di antara mereka ada yang merasa sangsi, bahkan perempuan-perempuan berkata: "Ini juga ciptaan Allah!?" Sebagian mereka membayangkan binatang itu buatan orang Persia! Tetapi Abu Bakar menganggap hewan ini tak ada gunanya, lalu dikembalikan ke Irak bersama pengawalnya.

Baca juga: Ketika Khalid bin Walid Harus Memohon Maaf Kepada Ammar bin Yasir
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Asbabun Nuzul Surat...
Asbabun Nuzul Surat Ar Rum Ayat 1-2 : Perang Besar Bangsa Romawi vs Bangsa Persia
Kisah Sahabat Nabi dari...
Kisah Sahabat Nabi dari Iran : Salman Al Farisi Sempat Menjadi Penjaga Api Agama Majusi
Inilah Penyebab Utama...
Inilah Penyebab Utama Iran Menjadi Negara Syiah
Kisah Runtuhnya Kekaisaran...
Kisah Runtuhnya Kekaisaran Sassaniyah: Transformasi Jati Diri Bangsa Persia di Bawah Islam
Asal-usul Nama Iran:...
Asal-usul Nama Iran: Mengapa Identitas Persia Ditinggalkan?
Raja Yazdigird Terasing...
Raja Yazdigird Terasing : Runtuhnya Kekuasaan Persia di Tangan Khalifah Utsman bin Affan
Rekomendasi
Cuaca Panas Ekstrem...
Cuaca Panas Ekstrem Panggang Jerman, Sungai Rhine Terancam Jadi Daratan
Patung Sphinx yang Terkubur...
Patung Sphinx yang Terkubur di California Ternyata Properti Peninggalan Film Bisu
Kuburan Muslim dari...
Kuburan Muslim dari Abad ke-8 Ditemukan di Prancis
Artikel Terkini
Larangan Menikah di...
Larangan Menikah di Bulan Suro: Bagaimana Pandangan Islam?
Doa Memasuki Tahun Baru...
Doa Memasuki Tahun Baru Islam, Jangan Lupa Diamalkan!
Samakah 1 Muharram dengan...
Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Infografis
4 Perempuan Muslim Terkaya...
4 Perempuan Muslim Terkaya di Dunia, Ada yang Hingga Triliunan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved