Pembebasan Irak: Kisah Khalid Menguasai Anbar, Menimbun Parit dengan Bangkai Unta
Selasa, 23 Januari 2024 - 15:58 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Pembebasan Irak: Kisah Penduduk Hirah Setuju dengan Jizyah
Selanjutnya Khalid siap-siap dengan pasukannya menuju ke Ain Tamr di tepi Sahara - antara Irak dengan pedalaman Syam. Ia mencapai tempat ini dalam waktu tiga hari. Ketika itu Mahran anak Bahram Gobin, kepala daerah Ain Tamr dari pihak Persia.
Sekitar daerah itu dihuni oleh orang-orang Persia dalam jumlah besar. Di samping mereka ini tidak sedikit pula kelompok kabilah pedalaman: Banu Taglib, Banu Namir dan Banu Iyad dipimpin oleh Uqqah bin Abi Uqqah dan Huzail yang dulu bersama-sama dengan Sajah memimpin pasukan untuk menyerang Muslimin di Madinah.
Lantaran pihak Ain Tamr berpendapat bahwa Khalid akan mendatangi mereka, Uqqah berkata kepada Mahran:
"Yang lebih tahu memerangi orang Arab hanya orang Arab. Biarlah kami yang menghadapi Khalid!"
Mahran tersenyum seraya berkata: "Benar kau! Memang benar kalianlah yang lebih tahu memerangi orang Arab, dan kalian seperti kami dalam memerangi orang Persia. Mereka masih kurang dari kalian. Kalau kalian memerlukan kami akan kami bantu."
Beberapa orang Persia tidak menyadari tipu muslihat Mahran ini dan mereka menganggap kata-katanya itu suatu kelemahan. Mereka mencelanya tapi dia menjawab:
"Percayalah, yang kuinginkan segala yang baik untuk kalian dan yang sebaliknya untuk mereka. Orang yang telah membunuh raja-raja kita dan melanda kita dan telah melumpuhkan kita, akan kutangkis dengan mereka sendiri. Kalau mereka dapat melawan Khalid, itulah keuntungan kita; kalau sebaliknya, sebelum mereka bertindak kita hajar mereka. Posisi kita lebih kuat, mereka lemah."
Baca juga: Pembebasan Irak: Kisah Strategi Khalid dalam Pertempuran di Walaja
Selanjutnya Khalid siap-siap dengan pasukannya menuju ke Ain Tamr di tepi Sahara - antara Irak dengan pedalaman Syam. Ia mencapai tempat ini dalam waktu tiga hari. Ketika itu Mahran anak Bahram Gobin, kepala daerah Ain Tamr dari pihak Persia.
Sekitar daerah itu dihuni oleh orang-orang Persia dalam jumlah besar. Di samping mereka ini tidak sedikit pula kelompok kabilah pedalaman: Banu Taglib, Banu Namir dan Banu Iyad dipimpin oleh Uqqah bin Abi Uqqah dan Huzail yang dulu bersama-sama dengan Sajah memimpin pasukan untuk menyerang Muslimin di Madinah.
Lantaran pihak Ain Tamr berpendapat bahwa Khalid akan mendatangi mereka, Uqqah berkata kepada Mahran:
"Yang lebih tahu memerangi orang Arab hanya orang Arab. Biarlah kami yang menghadapi Khalid!"
Mahran tersenyum seraya berkata: "Benar kau! Memang benar kalianlah yang lebih tahu memerangi orang Arab, dan kalian seperti kami dalam memerangi orang Persia. Mereka masih kurang dari kalian. Kalau kalian memerlukan kami akan kami bantu."
Beberapa orang Persia tidak menyadari tipu muslihat Mahran ini dan mereka menganggap kata-katanya itu suatu kelemahan. Mereka mencelanya tapi dia menjawab:
"Percayalah, yang kuinginkan segala yang baik untuk kalian dan yang sebaliknya untuk mereka. Orang yang telah membunuh raja-raja kita dan melanda kita dan telah melumpuhkan kita, akan kutangkis dengan mereka sendiri. Kalau mereka dapat melawan Khalid, itulah keuntungan kita; kalau sebaliknya, sebelum mereka bertindak kita hajar mereka. Posisi kita lebih kuat, mereka lemah."
Baca juga: Pembebasan Irak: Kisah Strategi Khalid dalam Pertempuran di Walaja
(mhy)
Lihat Juga :