Hadis tentang Keluarnya Dajjal dan Fitnahnya
Kamis, 25 Januari 2024 - 08:04 WIB
loading...
Nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka. Ilustrasi: Ist
A
A
A
Dajjal adalah seorang laki-laki dari anak cucu Adam as . Muncul di akhir zaman dan mengaku memiliki sifat rububiyah. Keluar dari Timur dari Khurasan. Kemudian ia berjalan di muka bumi, maka ia tidak meninggalkan satu negeri kecuali ia memasukinya, kecuali Masjidil Aqsha , Tursina, Makkah dan Madinah , ia tidak bisa memasukinya; karena malaikat menjaganya.
"Turun di danau asin, maka kota Madinah bergetar tiga kali, keluar darinya setiap orang kafir dan munafik," tulis Syaikh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijri dalam kitab "Ringkasan Fiqih Islam Bab:Tauhid dan keimanan".
Baca juga: Proyek Besar Dajjal (1): Begini Cara Dajjal Menguasai Tatanan Dunia
Hadis dari Abdullah bin Umar ra , ia berkata, ‘Kami sedang duduk di sisi Rasulullah SAW, lalu beliau menyebutkan fitnah, beliau banyak menyebutnya sehingga menyebutkan fitnah Ahlaas.
Ada yang bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah fitnah Ahlaas itu?’
Beliau menjawab, ‘Ia adalah lari dan perang.’
Kemudian fitnah as-Saraa, asapnya dari bawah dua kaki seorang laki-laki dari ahli baitku. Dia mengaku bahwa dia dariku dan dia bukanlah dariku, sesungguhnya wali-wali (kekasih-kekasihku) adalah orang-orang yang bertakwa. Kemudian manusia berdamai di atas seorang laki-laki seperti pinggul di atas tulang rusuk.
Kemudian fitnah Duhaima yang tidak membiarkan seseorang dari umat ini kecuali menamparnya satu tamparan. Apabila dikatakan: berakhir fitnah tersebut malah semakin panjang. Jadilah pada saat seseorang pagi hari beriman dan sore hari menjadi kafir sehingga jadilah manusia ke kemah-kemah, kemah iman yang tidak ada kemunafikan padanya dan kemah nifak yang tidak ada iman padanya. Apabila sudah seperti itu, maka tunggulah Dajjal dari harinya atau besoknya.’ (HR Ahmad dan Abu Daud).
Baca juga: Benarkah Pengikut Dajjal Didominasi Kaum Wanita?
Fitnah Dajjal
"Turun di danau asin, maka kota Madinah bergetar tiga kali, keluar darinya setiap orang kafir dan munafik," tulis Syaikh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijri dalam kitab "Ringkasan Fiqih Islam Bab:Tauhid dan keimanan".
Baca juga: Proyek Besar Dajjal (1): Begini Cara Dajjal Menguasai Tatanan Dunia
Hadis dari Abdullah bin Umar ra , ia berkata, ‘Kami sedang duduk di sisi Rasulullah SAW, lalu beliau menyebutkan fitnah, beliau banyak menyebutnya sehingga menyebutkan fitnah Ahlaas.
Ada yang bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah fitnah Ahlaas itu?’
Beliau menjawab, ‘Ia adalah lari dan perang.’
Kemudian fitnah as-Saraa, asapnya dari bawah dua kaki seorang laki-laki dari ahli baitku. Dia mengaku bahwa dia dariku dan dia bukanlah dariku, sesungguhnya wali-wali (kekasih-kekasihku) adalah orang-orang yang bertakwa. Kemudian manusia berdamai di atas seorang laki-laki seperti pinggul di atas tulang rusuk.
Kemudian fitnah Duhaima yang tidak membiarkan seseorang dari umat ini kecuali menamparnya satu tamparan. Apabila dikatakan: berakhir fitnah tersebut malah semakin panjang. Jadilah pada saat seseorang pagi hari beriman dan sore hari menjadi kafir sehingga jadilah manusia ke kemah-kemah, kemah iman yang tidak ada kemunafikan padanya dan kemah nifak yang tidak ada iman padanya. Apabila sudah seperti itu, maka tunggulah Dajjal dari harinya atau besoknya.’ (HR Ahmad dan Abu Daud).
Baca juga: Benarkah Pengikut Dajjal Didominasi Kaum Wanita?
Fitnah Dajjal
Lihat Juga :