Politik: Islam Telah Mensyariatkan Aturan yang Sempurna dan Adil
Sabtu, 10 Februari 2024 - 12:18 WIB
loading...
Dalam urusan politik, Islam telah mensyari’atkan aturan yang paling sempurna dan adil. Ilustrasi: SINDOnews
A
A
A
Syaikh Abdur Rahman bin Nashir As-Sa’di mengatakan dalam urusan politik , Islam telah mensyari’atkan aturan yang paling sempurna dan adil .
"Islam mengajari umatnya segala yang seharusnya dilakuan dalam berintraksi ( muamalah ) dengan sesama Muslim atau dengan yang lainnya," tulisnya dalam kitab ad-Din as-Shahih Yahullu Jami’a al-Masyakil.
Dalam peraturannya, Islam menggabungkan antara rahmah (kasih sayang) dengan kekuatan, menggabungkan antara sikap lemah lembut dengan kasih sayang terhadap semua makhluk sesuai kemampuan.
Jika dengan lembut dan kasih sayang tidak bisa, maka kekuatan yang dipergunakan, namun dengan penuh hikmah dan keadilan, bukan dengan kezaliman dan kekerasan.
Baca juga: Sistem Politik Madani dan Plato: Seirama Etika Politik Islam
Allâh SWT berfirman:
Sesungguhnya Allâh menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allâh melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. Dan tepatilah perjanjian dengan Allâh apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allâh sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpahmu itu). [ QS an-Nahl/16 :90-91]
Allâh memerintahkan agar berlaku adil, menyayangi dan berbuat baik kepada setiap orang. Di samping itu, Allâh juga melarang perbuatan keji serta semua tindak kezaliman, baik yang berkaitan dengan nyawa, harta, kehormatan dan hak-hak kemanusiaan.
Allâh SWT menyuruh umat manusia agar menepati janji dan melarang semua tindakan yang melanggar penjanjian.
Semua perkara yang diperintahkan maupun yang dilarang, di antaranya ada yang wajib dilaksanakan oleh kaum Muslimin, tanpa ada pilihan lain. Yaitu perkara-perkara yang langsung disebutkan dan dijelaskan oleh Allâh SWT.
"Islam mengajari umatnya segala yang seharusnya dilakuan dalam berintraksi ( muamalah ) dengan sesama Muslim atau dengan yang lainnya," tulisnya dalam kitab ad-Din as-Shahih Yahullu Jami’a al-Masyakil.
Dalam peraturannya, Islam menggabungkan antara rahmah (kasih sayang) dengan kekuatan, menggabungkan antara sikap lemah lembut dengan kasih sayang terhadap semua makhluk sesuai kemampuan.
Jika dengan lembut dan kasih sayang tidak bisa, maka kekuatan yang dipergunakan, namun dengan penuh hikmah dan keadilan, bukan dengan kezaliman dan kekerasan.
Baca juga: Sistem Politik Madani dan Plato: Seirama Etika Politik Islam
Allâh SWT berfirman:
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ ﴿٩٠﴾ وَأَوْفُوا بِعَهْدِ اللَّهِ إِذَا عَاهَدْتُمْ وَلَا تَنْقُضُوا الْأَيْمَانَ
Sesungguhnya Allâh menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allâh melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. Dan tepatilah perjanjian dengan Allâh apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allâh sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpahmu itu). [ QS an-Nahl/16 :90-91]
Allâh memerintahkan agar berlaku adil, menyayangi dan berbuat baik kepada setiap orang. Di samping itu, Allâh juga melarang perbuatan keji serta semua tindak kezaliman, baik yang berkaitan dengan nyawa, harta, kehormatan dan hak-hak kemanusiaan.
Allâh SWT menyuruh umat manusia agar menepati janji dan melarang semua tindakan yang melanggar penjanjian.
Semua perkara yang diperintahkan maupun yang dilarang, di antaranya ada yang wajib dilaksanakan oleh kaum Muslimin, tanpa ada pilihan lain. Yaitu perkara-perkara yang langsung disebutkan dan dijelaskan oleh Allâh SWT.
Lihat Juga :