Berlebihan dalam Berdoa Ternyata Tidak Disukai Allah
Kamis, 13 Agustus 2020 - 06:51 WIB
loading...
Sesuatu yang dicintai Allah Taala yaitu berdoa dengan penuh rendah diri dan suara yang pelan. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Sebagai manusia, kita adalah makhluk yang bukanlah apa-apa di hadapan Allah Subhanahu wa ta'ala. Karena itu, sebagai umat Islam kita juga dianjurkan selalu memanjatkan doa agar segala keinginannya dikabulkan oleh Allah.
Allah Ta’ala berfirman,
ٱدْعُوا۟ رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُعْتَدِينَ
.
“Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” (QS Al-A’raf : 55)
dan firman Allah Ta'ala :
وَلَا تُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَٰحِهَا وَٱدْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ ٱللَّهِ قَرِيبٌ مِّنَ ٱلْمُحْسِنِينَ
."Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik." (QS Al-A'raf : 56)
Dua ayat di atas mengandung dua macam doa yaitu doa ibadah dan doa permintaan . Sesungguhnya doa di dalam Al-Qur'an terkadang berupa doa ibadah dan doa permintaan, terkadang pula tergabung ke dalam keduanya yang saling berkaitan. (Baca juga : Waspadai Penyakit Ini : Berbicara 'Asbun' Tanpa Ilmu )
Syaikh As-Sa’di menjelaskan bahwa maksud firman Allah di atas : "Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” adalah melampaui batas dalam segala hal. Dan termasuk melampaui batas adalah meminta sesuatu yang tidak pantas, berhenti berdo’a atau mengeraskan suara dalam berdo’a. (Tafsir As-Sa’di)
Dari Abu Nu’amah bahwasanya Abdullah bin Mughaffal radhiyallahu ‘anhu mendengar anaknya membaca doa :
“Ya Allah berilah kami istana putih di sisi kanan Surga”. Maka dia berkata kepada anaknya : “Wahai anakku mintalah kepada Allah Surga dan berlindunglah kepadaNya dari api Neraka, sebab saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.“Akan muncul dari umatku sekelompok kaum yang berlebihan dalam berdoa dan bersuci” (Musnad Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Hakim)
Allah Ta’ala berfirman,
ٱدْعُوا۟ رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُعْتَدِينَ
.
“Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” (QS Al-A’raf : 55)
dan firman Allah Ta'ala :
وَلَا تُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَٰحِهَا وَٱدْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ ٱللَّهِ قَرِيبٌ مِّنَ ٱلْمُحْسِنِينَ
."Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik." (QS Al-A'raf : 56)
Dua ayat di atas mengandung dua macam doa yaitu doa ibadah dan doa permintaan . Sesungguhnya doa di dalam Al-Qur'an terkadang berupa doa ibadah dan doa permintaan, terkadang pula tergabung ke dalam keduanya yang saling berkaitan. (Baca juga : Waspadai Penyakit Ini : Berbicara 'Asbun' Tanpa Ilmu )
Syaikh As-Sa’di menjelaskan bahwa maksud firman Allah di atas : "Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” adalah melampaui batas dalam segala hal. Dan termasuk melampaui batas adalah meminta sesuatu yang tidak pantas, berhenti berdo’a atau mengeraskan suara dalam berdo’a. (Tafsir As-Sa’di)
Dari Abu Nu’amah bahwasanya Abdullah bin Mughaffal radhiyallahu ‘anhu mendengar anaknya membaca doa :
“Ya Allah berilah kami istana putih di sisi kanan Surga”. Maka dia berkata kepada anaknya : “Wahai anakku mintalah kepada Allah Surga dan berlindunglah kepadaNya dari api Neraka, sebab saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.“Akan muncul dari umatku sekelompok kaum yang berlebihan dalam berdoa dan bersuci” (Musnad Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Hakim)
Lihat Juga :