Trio Jenderal Bertempur Bersama Perangi Kaum Murtad di Oman
Kamis, 13 Agustus 2020 - 15:40 WIB
loading...
A
A
A
Kedatangan pasukan muslim ini diketahui oleh Laqit. Ia mengumpulkan pasukannya kemudian bermarkas di Daba. Jaifar dan Abbad serta rombongannya sudah berangkat ke Suhar yang kemudian memberitahukan kepada Ikrimah dan kedua rekannya. Mereka lalu bergabung.
Muhammad Husain Haekal dalam As-Siddiq Abu Bakr menyebut di Daba inilah kemudian terjadi pertempuran dahsyat antara kedua kekuatan itu. Hampir saja kemenangan berada di pihak Laqit. Dalam pada itu dalam barisan Muslimin terjadi pula sedikit kekacauan. Tetapi ketika itu datang bantuan besar-besaran dari Banu Abdul Qais dan kabilah-kabilah Bahrain lainnya yang melindungi mereka serta memberi bantuan dengan melipatgandakan kekuatan mereka.
Baca juga: Kisah Konsolidasi Nabi-Nabi Palsu di Era Khalifah Abu Bakar
Dengan demikian mereka maju terus menyerbu dan mengejar Laqit dan pasukannya. Ada 10.000 orang dari mereka yang terbunuh. Perempuan-perempuan dan anak-anak ditawan, sedangkan harta benda dibagi-bagikan di antara mereka.
Dengan demikian terpenuhilah sudah janji Allah di Oman. Keadaan Muslimin di sana sejak itu kembali stabil. Huzaifah masih tinggal di Oman membereskan segala sesuatunya dan menjaga ketenangan penduduk. Arfajah berangkat ke Madinah membawa seperlima rampasan perang kepada Abu Bakar. Sedangkan Ikrimah dan pasukannya meneruskan perjalanan ke Mahrah untuk menertibkan keadaan serta untuk mengembalikan panji Islam di sana.(Baca juga: Kisah Aswad al-Ansi, Nabi Palsu yang Sempat Menguasai Yaman )
Muhammad Husain Haekal dalam As-Siddiq Abu Bakr menyebut di Daba inilah kemudian terjadi pertempuran dahsyat antara kedua kekuatan itu. Hampir saja kemenangan berada di pihak Laqit. Dalam pada itu dalam barisan Muslimin terjadi pula sedikit kekacauan. Tetapi ketika itu datang bantuan besar-besaran dari Banu Abdul Qais dan kabilah-kabilah Bahrain lainnya yang melindungi mereka serta memberi bantuan dengan melipatgandakan kekuatan mereka.
Baca juga: Kisah Konsolidasi Nabi-Nabi Palsu di Era Khalifah Abu Bakar
Dengan demikian mereka maju terus menyerbu dan mengejar Laqit dan pasukannya. Ada 10.000 orang dari mereka yang terbunuh. Perempuan-perempuan dan anak-anak ditawan, sedangkan harta benda dibagi-bagikan di antara mereka.
Dengan demikian terpenuhilah sudah janji Allah di Oman. Keadaan Muslimin di sana sejak itu kembali stabil. Huzaifah masih tinggal di Oman membereskan segala sesuatunya dan menjaga ketenangan penduduk. Arfajah berangkat ke Madinah membawa seperlima rampasan perang kepada Abu Bakar. Sedangkan Ikrimah dan pasukannya meneruskan perjalanan ke Mahrah untuk menertibkan keadaan serta untuk mengembalikan panji Islam di sana.(Baca juga: Kisah Aswad al-Ansi, Nabi Palsu yang Sempat Menguasai Yaman )
(mhy)
Lihat Juga :