3 Tingkatan Salat Malam Nisfu Syaban
Senin, 19 Februari 2024 - 09:22 WIB
loading...
A
A
A
Muhammad Rasyid Ridha mengatakan, “Allâh Azza wa Jalla tidak mensyari’atkan bagi kaum Mukminin satu amalan khusus pun pada malam nisfu Sya’bân ini, tidak melalui kitabullah, ataupun melalui lisan Rasûlullâh SAW juga tidak melalui sunnah beliau.”
Syaikh Bin Baz mengatakan, “Semua riwayat yang menerangkan keutamaan salat malam nisfu Sya’bân adalah riwayat palsu.”
Keterangan terbaik tentang salat malam nisfu Sya’bân yaitu perbuatan sebagian tabi’in, sebagaimana penjelasan Ibnu Rajab dalam al-Lathâif, “Malam nisfu Sya’bân diagungkan oleh tabi’in dari Syam. Mereka bersungguh-sungguh melakukan ibadah pada malam itu. Dari mereka inilah, keutamaan dan pengagungan malam ini diambil. Ada yang mengatakan, ‘Riwayat yang sampai kepada mereka tentang malam nisfu Sya’bân itu adalah riwayat-riwayat isra’iliyyat.’ Ketika kabar ini tersebar diseluruh negeri, manusia mulai berselisih pendapat, ada yang menerimanya dan sependapat untuk mengagungkan malam nisfu Sya’bân, sedangkan Ulama Hijâz mengingkarinya. Mereka mengatakan, ‘Semua itu perbuatan bid’ah.‘
Baca juga: Amalan Nisfu Syaban yang Bisa Dilakukan Wanita Haid
Syaikh al Utsaimin mengatakan tidak diragukan lagi, pendapat yang ulama Hijaz ini adalah pendapat yang benar. Karena Allâh berfirman: “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (al-Maidah/5:3).
Seandainya salat malam nisfu Sya’bân itu bagian dari agama Allâh, tentu Allâh Azza wa Jalla jelaskan dalam kitab-Nya, atau dijelaskan oleh Rasûlullâh SAW melalui ucapan maupun perbuatannya.
Ketiga, dikerjakan malam itu satu salat khusus dengan jumlah tertentu dan ini dilakukan tiap tahun. Maka ini lebih parah daripada tingkatan kedua dan lebih jauh dari sunnah.
Riwayat-riwayat yang menjelaskan keutamaannya adalah hadits palsu. As-Syaukâni rahimahullah mengatakan, “Semua riwayat tentang salat malam nisfu Sya’bân ini adalah riwayat bathil dan palsu.”
Baca juga: Hadis-hadis Shahih Keutamaan dan Amalan Bulan Syaban
Syaikh Bin Baz mengatakan, “Semua riwayat yang menerangkan keutamaan salat malam nisfu Sya’bân adalah riwayat palsu.”
Keterangan terbaik tentang salat malam nisfu Sya’bân yaitu perbuatan sebagian tabi’in, sebagaimana penjelasan Ibnu Rajab dalam al-Lathâif, “Malam nisfu Sya’bân diagungkan oleh tabi’in dari Syam. Mereka bersungguh-sungguh melakukan ibadah pada malam itu. Dari mereka inilah, keutamaan dan pengagungan malam ini diambil. Ada yang mengatakan, ‘Riwayat yang sampai kepada mereka tentang malam nisfu Sya’bân itu adalah riwayat-riwayat isra’iliyyat.’ Ketika kabar ini tersebar diseluruh negeri, manusia mulai berselisih pendapat, ada yang menerimanya dan sependapat untuk mengagungkan malam nisfu Sya’bân, sedangkan Ulama Hijâz mengingkarinya. Mereka mengatakan, ‘Semua itu perbuatan bid’ah.‘
Baca juga: Amalan Nisfu Syaban yang Bisa Dilakukan Wanita Haid
Syaikh al Utsaimin mengatakan tidak diragukan lagi, pendapat yang ulama Hijaz ini adalah pendapat yang benar. Karena Allâh berfirman: “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (al-Maidah/5:3).
Seandainya salat malam nisfu Sya’bân itu bagian dari agama Allâh, tentu Allâh Azza wa Jalla jelaskan dalam kitab-Nya, atau dijelaskan oleh Rasûlullâh SAW melalui ucapan maupun perbuatannya.
Ketiga, dikerjakan malam itu satu salat khusus dengan jumlah tertentu dan ini dilakukan tiap tahun. Maka ini lebih parah daripada tingkatan kedua dan lebih jauh dari sunnah.
Riwayat-riwayat yang menjelaskan keutamaannya adalah hadits palsu. As-Syaukâni rahimahullah mengatakan, “Semua riwayat tentang salat malam nisfu Sya’bân ini adalah riwayat bathil dan palsu.”
Baca juga: Hadis-hadis Shahih Keutamaan dan Amalan Bulan Syaban
(mhy)
Lihat Juga :