Ayam Hutan Cantik tetapi Sombong dan Cincin Sulaiman

Jum'at, 14 Agustus 2020 - 05:00 WIB
loading...
Ayam Hutan Cantik tetapi...
Ayam jago. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
Musyawarah Burung (1184-1187) karya Faridu'd-Din Abu Hamid Muhammad bin Ibrahim atau Attar dalam gaya sajak alegoris ini, melambangkan kehidupan dan ajaran kaum sufi . Judul asli: Mantiqu't-Thair dan diterjemahan Hartojo Andangdjaja dari The Conference of the Birds (C. S. Nott). (Baca juga: Faridu'd-Din Attar Pencipta Musyawarah Burung )

===

AYAM hutan lalu mendekat, cantik tetapi sombong. Tersipu-sipu ia bangkit dari harta mutiaranya dalam pakaian fajar itu. Dengan mata berlingkar aku mati atau menemukan batu-batu mulia itu darah dan paruh merah ia terbang sambil sedikit menelengkan kepala, memakai ikat pinggang dan pedangnya. (Baca juga: Takut-Takut Itik dan Cerita tentang Orang yang Saleh )

Ia berkata, "Aku suka mengelana di antara reruntuhan karena aku menyukai batu-batu mulia. Benda-benda itu telah menyalakan api di hatiku dan ini membuat aku merasa puas. Bila aku dibakar keinginan untuk mendapatkannya, kerikil-kerikil yang telah kutelan pun menjadilah seakan diwarnai darah. Tetapi sering kudapati diriku di antara batu-batu dan api, tak berbuat apa-apa dan bingung. O kawan-kawanku, lihat bagaimana aku hidup! Mungkinkah membangunkan makhluk yang tidur di atas batu-batu dan menelan kerikil?(Baca juga: Merak Kencana serta Kisah Guru dan Murid )

Hatiku luka karena seratus duka, sebab cintaku akan batu-batu mulia telah menambatku ke gunung. Cinta akan benda-benda lain bersifat fana, sedang kerajaan batu-batu permata itu kekal; batu-batu permata itu sari dari gunung yang abadi. Dengan ikat pinggang dan pedangku aku senantiasa mencari intan, namun aku masih harus menemukan zat yang lebih unggul sifataya dari batu-batu mulia --bahkan mutiara pun tak seindah itu. Juga, jalan menuju Simurgh sulit, dan kakiku terikat pada batu-batu seakan kaki itu lekat di tanah liat. Bagaimana mungkin aku berharap akan pergi dengan berani ke hadapan Simurgh yang besar, dengan tangan di kepala, kaki di lumpur? Biarlah Keluhuranku sudah jelas, dan ia yang tak ikut serta dalam tujuanku ini tak perlu diperhatikan." (Baca Juga: Hudhud: Cinta Mawar Banyak Durinya, Mengusik dan Menguasai)

Hudhud berkata, "O kau yang mengandung warna segala batu, kau sedikit timpang dan memberikan alasan-alasan yang timpang pula. Darah hatimu menodai cakar dan paruhmu dan usahamu mencari itu merendahkan martabat dirimu. Apakah permata itu kalau bukan hanya batu-batu berwarna? Namun kesukaan akan permata telah membuat hatimu mengeras beku. Tanpa warna-warna itu permata hanya kerikil-kerikil kecil biasa; ia yang memiliki saripati tak akan meninggalkannya demi gemerlap kulit luar semata. Carilah permata sejati yang bermutu murni dan jangan merasa puas lagi dengan sebutir batu." (Baca Juga: Mantiqu't-Thair: Bulbul )

Cincin Sulaiman
Tak ada batu yang pernah setenar batu pada cincin Sulaiman , namun ini sebutir batu yang amat bersahaja, tak lebih dari seperdelapan dinar beratnya. Tetapi ketika Sulaiman membuat cap dari batu itu, seluruh dunia ada di bawah perintahnya. (Baca juga: Nuri, Si Penggila Tuhan, dan Khizr )

Kekuasaannya dikukuhkan dan hukumnya meluas hingga ke ufuk jauh. Meskipun angin membawa sabda-kehendaknya ke segala penjuru, Sulaiman hanya mempunyai sebuah batu seberat seperdelapan dinar saja. "Karena kerajaan dan kekuasaanku tergantung pada batu ini, maka mulai sekarang tak seorang pun akan mempunyai kekuasaan sebesar ini.

Baca juga: Mantiqu't-Thair: Musyawarah Dibuka, Pengejawantahan Simurgh yang Pertama

Meskipun Sulaiman menjadi raja agung karena cap batu ini, namun benda inilah pula yang memperlambat kemajuannya di jalan ruhani; maka ia pun sampai ke Sorga Adin lima ratus tahun lebih kemudian dari nabi-nabi lain. Jika sebuah batu dapat menimbulkan keadaan demikian pada Sulaiman, apa pula yang mungkin ditimbulkannya pada makhluk semacam kau ini, Ayam Hutan yang malang? Jauhkan hatimu dari permata biasa itu. Carilah permata asli dan jangan berhenti mencari Jauhari Sejati. (Baca juga: Mantiqu't-Thair: Burung-Burung Berkumpul )
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
15 Hikmah Isra Mikraj...
15 Hikmah Isra Mikraj bagi Kehidupan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Indahnya Senyum Nabi...
Indahnya Senyum Nabi Sulaiman yang Digambarkan Al Quran, Simak di Sini!
Rahasia dan Hikmah Hujan...
Rahasia dan Hikmah Hujan Menurut Islam, Begini Penjelasannya
5 Keutamaan dan Hikmah...
5 Keutamaan dan Hikmah Salat Berjamaah bagi Umat Islam
Hikmah Disyariatkannya...
Hikmah Disyariatkannya Mandi Junub bagi Muslim yang Berhadas Besar
5 Hikmah dan Tips Hadapi...
5 Hikmah dan Tips Hadapi Musibah Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah
Rekomendasi
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Ancaman Serius Matahari...
Ancaman Serius Matahari terhadap Bumi Akan Terjadi Besok
Penemuan Struktur Raksasa...
Penemuan Struktur Raksasa Misterius di Segitiga Bermuda Jadi Teka-teki Terbaru
Artikel Terkini
Besok Hari Asyura, Ini...
Besok Hari Asyura, Ini Doa yang Dianjurkan dan Mulai Diamalkan Malam Ini!
Inilah Doa dan Cara...
Inilah Doa dan Cara Mengusap Anak Yatim di Hari Asyura
Bacaan Niat Puasa Asyura...
Bacaan Niat Puasa Asyura dan Keistimewaannya, Puasa Sehari Penghapus Dosa Setahun
10 Muharram dan Kematian...
10 Muharram dan Kematian Firaun: Akhir Sang Raja yang Mengaku Tuhan
Puasa Asyura 2026: Jadwal,...
Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
Kisah Bulan Muharram...
Kisah Bulan Muharram : Nabi Yunus AS 40 Hari di Perut Ikan, dan Pelajaran tentang Kesabaran
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved