Mantiqu't-Thair: Musyawarah Dibuka, Pengejawantahan Simurgh yang Pertama

Sabtu, 08 Agustus 2020 - 06:21 WIB
loading...
Mantiqut-Thair: Musyawarah...
Simurgh. Foto/Ilustrasi/Wikipedia
A A A
Musyawarah Burung (1184-1187) karya Faridu'd-Din Abu Hamid Muhammad bin Ibrahim atau Attar dalam gaya sajak alegoris ini, melambangkan kehidupan dan ajaran kaum sufi . Judul asli: Mantiqu't-Thair dan diterjemahan Hartojo Andangdjaja dari The Conference of the Birds (C. S. Nott). (Baca juga: Faridu'd-Din Attar Pencipta Musyawarah Burung )

==
SEGALA burung di dunia, yang dikenal dan tak dikenal, datang berkumpul. Mereka berkata, "Tiada negeri di dunia ini yang tak beraja. Maka bagaimana mungkin kerajaan burung-burung tanpa penguasa! Keadaan demikian tak bisa dibiarkan terus. Kita mesti berusaha bersama-sama untuk mencarinya; karena tiada negeri yang mungkin memiliki tata usaha yang baik dan tata susunan yang baik tanpa raja ."

Baca juga: Mantiqu't-Thair: Burung-Burung Berkumpul

Maka mereka mulai memikirkan bagaimana hendak mencarinya. Burung Hudhud, dengan bersemangat dan penuh harapan, tampil ke muka lalu menempatkan diri di tengah majelis burung-burung itu. Di dadanya tampak perhiasan yang melambangkan bahwa dia telah mengikuti tarikat pengetahuan rohani ; jambul di kepalanya sebagai mahkota kebenaran, dan dia memiliki pengetahuan tentang baik dan buruk. (Baca juga: Musyawarah Burung: Madah Doa )

"Burung-burung yang terhormat," dia mulai, "akulah yang bergiat dalam perjuangan suci, dan aku utusan dari dunia yang tak terlihat di mata. Aku memiliki pengetahuan tentang Tuhan dan rahasia-rahasia ciptaan. Bila ada yang --seperti aku-- membawa nama Tuhan, Bismillah, di paruhnya, itu berarti bahwa dia pasti memiliki pengetahuan tentang banyak hal yang tersembunyi."

"Namun hari-hariku berlalu dengan resah dan aku tak berurusan dengan siapa pun, karena aku sama sekali dikuasai oleh cinta pada Raja."

"Aku dapat mencari sumber air dengan naluriku, dan banyak rahasia lain yang kuketahui. Aku bicara dengan Sulaiman dan aku yang paling penting di antara para pengikutnya."

"Mengherankan bahwa ia tak menanyakan ataupun mencari mereka yang tak hadir dalam kerajaannya, namun bila aku pergi sehari saja, disebarnya utusan di mana-mana, dan karena ia tak mungkin tanpa aku sebentar maka nilai kepentinganku telah mantaplah selamanya."

"Aku membawa surat-suratnya, aku pengiringnya yang terpercaya. Burung yang diinginkan Nabi Sulaiman patut mendapat mahkota di kepalanya. Burung yang dikatakan baik oleh Tuhan, mana mungkin menyeret bulu-bulunya dalam debu?"

Baca juga: Intelektualitas Al-Ghazali Berada di Tingkatan yang Sulit Dilampaui

"Bertahun-tahun aku telah mengelana di laut dan di darat, lewat di atas gunung-gunung dan lembah-lembah. Kucakup ruangan maha luas di masa banjir besar; aku menyertai Sulaiman dalam perjalanan-perjalanannya, dan aku telah mengukur batas-batas dunia."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Bijak Para Sufi:...
Kisah Bijak Para Sufi: Sebuah Nubuat, Ketika Air Berubah
Kisah Sufi Ajaran Tarekat...
Kisah Sufi Ajaran Tarekat Khilwati: Membawa Sepatu
Hudhud Hizbullah Membobol...
Hudhud Hizbullah Membobol Haifa: Kegagalan yang Memalukan bagi Sistem Rudal Udara Israel
Kisah Sufi Rahasia Para...
Kisah Sufi Rahasia Para Pertapa: Ketika Darwis Mengupas Bawang
Surat Nabi Sulaiman...
Surat Nabi Sulaiman Ketika Menundukkan Ratu Balqis, Simak Kisahnya
Cendekiawan Islam Turki...
Cendekiawan Islam Turki Ini Bilang Sufisme Adalah Arkeologi Islam yang Mendalam
Rekomendasi
Masuk ke Sumur Neraka...
Masuk ke Sumur Neraka Yaman, Penjelajah Gua Temukan Mahluk Tak Terduga
Mengapa Laut Mediterania...
Mengapa Laut Mediterania dan Samudra Atlantik Tidak Menyatu? Ini Penjelasan Lengkapnya
Apakah Ada Gunung Pelangi...
Apakah Ada Gunung Pelangi di Indonesia? Ternyata Ada di Daerah Ini
Artikel Terkini
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Wamenhaj Ungkap Dugaan...
Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp1,4 M Modus Dam dan Badal Haji
Larangan Menikah di...
Larangan Menikah di Bulan Suro: Bagaimana Pandangan Islam?
Doa Memasuki Tahun Baru...
Doa Memasuki Tahun Baru Islam, Jangan Lupa Diamalkan!
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved