Wahai Muslimah, Andakah Sosok Istri Idaman Itu?

loading...
Wahai Muslimah, Andakah Sosok Istri Idaman Itu?
Istri saleha digambarkan sebagai perempuan yang taat pada Allah, mampu membahagiakan suami, kasih sayang dan mencintai anak-anaknya. Foto ilustrasi/ist
Sebuah anugerah besar ketika seorang suami memiliki istri yang cantik secara fisik, berakhlak mulia, memiliki hati yang bersih, serta senantiasa membuat pasangannya bahagia. Tentu semua laki-laki yang ingin memiliki pendamping hidup, kriteria istri tadi yang sangat didambakannya.

Istri saleha adalah istri yang taat pada Allah, mampu membahagiakan suami, kasih sayang dan mencintai anak-anaknya. Perempuan yang memiliki berbagai kriteria kebaikan, cerdas serta mampu membersamai suami dan anak-anaknya menuju surga-Nya Allah Ta'ala. Inilah pasti gambaran dari sosok istri idaman yang Anda impikan bukan? (Baca juga : Kemuliaan dan Keutamaan Sifat Istri Saleha )

Namun, ketika Allah menakdirkan kita dengan keadaan lahir yang biasa-biasa saja bersyukurlah karena nilai utama seorang insan terletak pada hati dan baiknya amal. Sebagaimana sabda Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam:

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

“Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk rupa kalian dan tidak pula kekayaan kalian, akan tetapi yang Allah lihat adalah hati dan amal kalian” (HR. Muslim).



Seorang lelaki sah-sah saja mengidamkan calon istri yang cantik, kaya, memiliki nasab baik, hafal Al-Qur’an dan berbagai kriteria ideal lainnya. Tapi barometer utamanya tetap faktor agama karena inilah titik poin utama sekaligus modal berharga untuk meraih bahagia dunia dan akhirat.

Mengutip nasehat dari Syaikh Ibnu Al ‘Utsaimin tentang pernikahan, beliau mengatakan :

“Tujuan menikah itu adalah untuk bersenang-senang dengan istri, membangun keluarga yang saleh dan masyarakat yang selamat. Atas dasar hal ini maka perempuan yang layak dinikahi adalah yang bisa mewujudkan dua tujuan tersebut, yaitu perempuan yang memiliki kecantikan lahir dan kesempurnaan fisik, karena apabila seorang wanita itu cantik parasnya dan baik tutur katanya, hati akan terbuka, dada akan terasa lapang dan jiwa akan merasa senang sehingga akan terwujud firman Allah Subhanahu wa ta’ala:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikannya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (QS. Ar-Rum : 21).

Kecantikan batin adalah kesempurnaan agama dan akhlak. Semakin taat seorang perempuan dalam agama dan semakin sempurna akhlaknya, maka akan semakin dicintai oleh jiwa. (Baca juga : Inilah Potret Istri Saleha dan Penyejuk Hati Suami )

Perempuan yang taat beragama, melaksanakan perintah Allah dan menjaga hak-hak suami, hak ranjang, anak-anak maupun hartanya, membantu suami dalam menaati Allah, jika suami lupa ia akan mengingatkannya dan apabila suami malas ia memompa semangatnya dan apabila suami marah ia akan berusaha membuatnya tenang. Apabila mungkin untuk mendapatkan wanita yang cantik lahir dan batinnya maka inilah kesempurnaan dan kebahagiaan (Az-Zawaj).

Namun tujuan mulia ini sering mengalami 'error' dalam pelaksanaannya. Fakta yang ditemukan di lapangan sering jauh panggang dari api. Suami yang abai tanggung jawab, atau istri yang tidak memahami posisinya.

Namun demikian, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam adalah contoh yang paling ideal dalam tataran praktek dan aplikasi sistem pernikahan ini. Dalam catatan sejarah yang direkam dalam Hadis Nabi, meski rumah tangga Rasulullah adalah rumah tangga yang ideal, namun tetap ada konflik seperti yang biasa terjadi dalam rumah tangga kita juga. (Baca juga : Bila Harus Menikah Tanpa Cinta, Inilah Tipsnya! )

Nabi dan istri-istrinya adalah manusia yang memiliki fitrah yang sama dengan kita. Dari sanalah kita selalu belajar untuk menjadi yang terbaik dalam tujuan pernikahan.

Wallahu A'lam
(wid)
cover top ayah
وَمِنَ النَّاسِ مَنۡ يَّقُوۡلُ اٰمَنَّا بِاللّٰهِ وَبِالۡيَوۡمِ الۡاٰخِرِ وَمَا هُمۡ بِمُؤۡمِنِيۡنَ‌ۘ‏
Dan di antara manusia ada yang berkata, “Kami beriman kepada Allah dan hari akhir,” padahal sesungguhnya mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman.

(QS. Al-Baqarah:8)
cover bottom ayah
preload video