Humayun Si Mujur, Kisah Sultan Mahmud dan Orang Alim

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 06:00 WIB
loading...
Humayun Si Mujur, Kisah...
Burung hud hud. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
Musyawarah Burung (1184-1187) karya Faridu'd-Din Abu Hamid Muhammad bin Ibrahim atau Attar dalam gaya sajak alegoris ini, melambangkan kehidupan dan ajaran kaum sufi . Judul asli: Mantiqu't-Thair dan diterjemahan Hartojo Andangdjaja dari The Conference of the Birds (C. S. Nott). (Baca juga: Faridu'd-Din Attar Pencipta Musyawarah Burung )

===

KINI di muka majelis itu berdiri Humay. Pemberi Lindap itu, dengan bayang-bayangnya yang melimpahkan kemuliaan pada raja-raja. Lantaran ini ia mendapat gelar "Humayun", si mujur, karena dari segala makhluk, dialah yang paling besar gairah keinginannya. (Baca juga: Ayam Hutan Cantik tetapi Sombong dan Cincin Sulaiman )

Katanya, "Burung-burung di darat dan di laut, aku bukan burung seperti kalian. Gairah keinginan yang muluk menggerakkan diriku dan untuk memenuhi itu aku terpisah dari makhluk-makhluk lain. Telah kujinakkan anjing nafsu, karena itu terpujilah Feridun dan Jamsyid.”

“Raja-raja diangkat karena pengaruh bayang-bayangku, tetapi orang-orang yang berwatak pengemis tak suka padaku.” (Baca Juga: Hudhud: Cinta Mawar Banyak Durinya, Mengusik dan Menguasai)

“Kuberikan tulang pada anjing nafsuku dan kupertaruhkan jiwaku sebagai jaminan terhadapnya. Bagaimana orang dapat memalingkan muka dari diriku yang menimbulkan raja-raja dengan bayang-bayangku. Di bawah naungan sayapku setiap orang mencari lindungan. Masihkah kuperlukan persahabatan dengan Simurgh yang besar bila kemuliaan sudah ada padaku karena sifat pembawaanku?" (Baca juga: Takut-Takut Itik dan Cerita tentang Orang yang Saleh )

Hudhud berkata, "O budak kesombongan! Jangan kembangkan lagi bayang-bayangmu dan jangan sombongkan lagi dirimu. Pada saat ini, jauh dari kekuasaan yang melimpah pada para raja, kau seperti anjing yang sibuk dengan sekerat tulang.”

“Tuhan melarang kau mendudukkan keturunan Khosru di atas tahta. Tetapi andaikan pula bayang-bayangmu menempatkan para penguasa di atas tahta mereka, esok mereka pun akan menemui kemalangan dan akan kehilangan kemuliaan mereka selama-lamanya, sedangkan, bila saja mereka tak melihat bayang-bayangmu, tentulah mereka tak akan menghadapi perhitungan yang begitu mengerikan di hari kemudian."
(Baca juga: Merak Kencana serta Kisah Guru dan Murid )

Mahmud dan Orang Alim
Seorang yang saleh, yang ada di Jalan yang benar, melihat Sultan Mahmud dalam mimpi dan berkata padanya, "O Raja yang bahagia, bagaimana keadaan dalam Kerajaan Baka?" (Baca Juga: Mantiqu't-Thair: Bulbul )

Sultan menjawab, "Pukul badanku jika kau mau, tetapi jangan ganggu jiwaku. Jangan berkata apa pun, pergilah, karena di sini tak akan disebut-sebut tentang jabatan raja."

"Kekuasaanku hanya riya, kemegahan diri, kesombongan dan kesesatan semata. Dapatkah kekuasaan mengagungkan segenggam tanah? Kekuasaan milik Tuhan, Penguasa Alam Semesta." (Baca juga: Nuri, Si Penggila Tuhan, dan Khizr )

"Kini setelah kuketahui kelemahan dan kedaifanku, aku pun malu pada kedudukanku sebagai raja. Bila kau ingin memberiku gelar, berilah aku gelar "si malang". Tuhan Raja Alam ini, maka jangan sebut aku raja. Kerajaan milik Tuhan; dan aku senang kini menjadi seorang darwis biasa di dunia."

"Semogalah Tuhan menyediakan seratus sumur untuk memurukkan diriku hingga aku tak usah menjadi raja. Lebih baiklah sekiranya aku menjadi pemungut sisa-sisa panenan di ladang-ladang gandum. Sebut Mahmud hamba-sahaya. Sampaikan restuku pada putraku Masud, dan katakan padanya, 'Jika kau ingin menjadi arif, perhatikan peringatan dari ihwal bapamu.' Semoga layulah sayap dan bulu-bulu Humay itu, yang menaungkan bayang-bayangnya padaku!"

Baca juga: Mantiqu't-Thair: Musyawarah Dibuka, Pengejawantahan Simurgh yang Pertama

Catatan:
Humay adalah sebangsa makhluk imajiner yang dalam bahasa Latin disebut gryphus, berbadan singa, berkepala dan bersayap burung rajawali. Humay ialah gryphus berjanggut. Disebut sebagai burung buas terbesar di Benua Lama. Menggondol tulang-tulang berbagai binatang dan menghancurkannya di batu karang untuk dimakam. Bayang-bayang humay yang jatuh di kepala seseorang ialah alamat bahwa orang itu bakal dinobatkan sebagai raja.

Sultan Mahmud hidup pada tahun 969 - 1030. Ibukotanya di Nisyapur dan istananya di Gazna. Di istananya banyak berhimpun para penyair, seniman dan cendekiawan. (Baca juga: Mantiqu't-Thair: Burung-Burung Berkumpul )
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Bijak Para Sufi:...
Kisah Bijak Para Sufi: Sebuah Nubuat, Ketika Air Berubah
Kisah Sufi Ajaran Tarekat...
Kisah Sufi Ajaran Tarekat Khilwati: Membawa Sepatu
Hudhud Hizbullah Membobol...
Hudhud Hizbullah Membobol Haifa: Kegagalan yang Memalukan bagi Sistem Rudal Udara Israel
Kisah Sufi Rahasia Para...
Kisah Sufi Rahasia Para Pertapa: Ketika Darwis Mengupas Bawang
Surat Nabi Sulaiman...
Surat Nabi Sulaiman Ketika Menundukkan Ratu Balqis, Simak Kisahnya
Cendekiawan Islam Turki...
Cendekiawan Islam Turki Ini Bilang Sufisme Adalah Arkeologi Islam yang Mendalam
Rekomendasi
Tukang Kayu Memainkan...
Tukang Kayu Memainkan Peran Penting dalam Peradaban Mesopotamia
5 Fakta Menarik Danau...
5 Fakta Menarik Danau Chippewa di AS, Ada Pulau Terapung yang Bisa Bergerak
Rumah Kuno Mendingin...
Rumah Kuno Mendingin saat Gelombang Panas Membakar Eropa
Artikel Terkini
Kenali 7 Ciri Wanita...
Kenali 7 Ciri Wanita yang Tertipu Fitnah Dajjal di Akhir Zaman
Kumpulan Doa Menghadapi...
Kumpulan Doa Menghadapi Fitnah Akhir Zaman, Kaum Muslim Wajib Tahu
Pesugihan untuk Cepat...
Pesugihan untuk Cepat Kaya, Benarkah Bisa Mendatangkan Rezeki? Ini Penjelasan Islam
Pejabat yang Menyesal...
Pejabat yang Menyesal di Hari Kiamat, Siapa Saja Mereka?
Bolehkah Mengejar Jabatan...
Bolehkah Mengejar Jabatan dalam Islam? Ini Penjelasan Hadis dan Kisah Nabi Yusuf AS
Fitnah Kekuasaan: Bahaya...
Fitnah Kekuasaan: Bahaya Jabatan, Mengejar Dunia yang Tiada Akhir
Infografis
10 Ilmuwan Muslim yang...
10 Ilmuwan Muslim yang Mengubah Wajah Ilmu Pengetahuan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved