Salafi, Syaikh Al-Qardhawi: Dirusak oleh Pihak yang Pro dan Kontra
Sabtu, 09 Maret 2024 - 09:40 WIB
loading...
Ibnu Taimiyah: tokoh yang paling menonjol dalam mendakwahkan salafiah. Ilustrasi: Ist
A
A
A
Syaikh Yusuf Al-Qardhawi mengatakan istilah " Salafiah " telah dirusak citranya oleh kalangan yang pro dan kontra terhadap "salafiah". Orang-orang yang pro-salafiah - baik yang sementara ini dianggap orang dan menamakan dirinya demikian, atau yang sebagian besar mereka benar-benar salafiyah - telah membatasinya dalam skop formalitas dan kontroversial saja, seperti masalah-masalah tertentu dalam Ilmu Kalam , Ilmu Fiqh atau Ilmu Tasawuf .
Mereka sangat keras dan garang terhadap orang lain yang berbeda pendapat dengan mereka dalam masalah-masalah kecil dan tidak prinsipil ini. Sehingga memberi kesan bagi sementara orang bahwa manhaj Salaf adalah metoda "debat" dan "polemik", bukan manhaj konstruktif dan praktis.
"Dan juga mengesankan bahwa yang dimaksud dengan Salafiah ialah mempersoalkan yang kecil-kecil dengan mengorbankan hal-hal yang prinsipil. Mempermasalahkan khilafiah dengan mengabaikan masalah-masalah yang disepakati. Mementingkan formalitas dan kulit dengan melupakan inti dan jiwa," tulisnya dalam buku berjudul "Aulawiyaat Al Harokah Al Islamiyah fil Marhalah Al Qodimah".
Baca juga: Tingkatan Mahabah Menurut Al-Qardhawi
Sedangkan pihak yang kontra-salafiah menuduh paham ini "terbelakang", senantiasa menoleh ke belakang, tidak pernah menatap ke depan.
Paham Salafiah, menurut mereka, tidak menaruh perhatian terhadap masa kini dan masa depan. Sangat fanatis terhadap pendapat sendiri, tidak mau mendengar suara orang lain. Salafiah identik dengan anti pembaruan, mematikan kreativitas dan daya cipta. Serta tidak mengenal moderat dan pertengahan.
Ibnu Taimiyah dan Ibnul-Qoyyim
Yusuf al-Qardhawi mengatakan sebenarnya tuduhan-tuduhan ini merusak citra salafiah yang hakiki dan penyeru-penyerunya yang asli. Barangkali tokoh yang paling menonjol dalam mendakwahkan "salafiah" dan membelanya mati-matian pada masa lampau ialah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah beserta muridnya Imam Ibnul-Qoyyim.
Mereka inilah orang yang paling pantas mewakili gerakan "pembaruan Islam" pada masa mereka. Karena pembaruan yang mereka lakukan benar-benar mencakup seluruh disiplin ilmu Islam.
Baca juga: Syaikh Al-Qardhawi: Al-Qur'an Mukjizat yang Indah
Mereka telah menumpas paham "taqlid", "fanatisme mazhab" fiqh dan ilmu kalam yang sempat mendominasi dan mengekang pemikiran Islam selama beberapa abad. Namun, di samping kegarangan mereka dalam membasmi "ashobiyah madzhabiyah" ini, mereka tetap menghargai para Imam Mazhab dan memberikan hak-hak mereka untuk dihormati.
Hal itu jelas terlihat dalam risalah "Raf'l - malaam 'anil - A'immatil A'lam" karya Ibnu Taimiyah.
Mereka sangat keras dan garang terhadap orang lain yang berbeda pendapat dengan mereka dalam masalah-masalah kecil dan tidak prinsipil ini. Sehingga memberi kesan bagi sementara orang bahwa manhaj Salaf adalah metoda "debat" dan "polemik", bukan manhaj konstruktif dan praktis.
"Dan juga mengesankan bahwa yang dimaksud dengan Salafiah ialah mempersoalkan yang kecil-kecil dengan mengorbankan hal-hal yang prinsipil. Mempermasalahkan khilafiah dengan mengabaikan masalah-masalah yang disepakati. Mementingkan formalitas dan kulit dengan melupakan inti dan jiwa," tulisnya dalam buku berjudul "Aulawiyaat Al Harokah Al Islamiyah fil Marhalah Al Qodimah".
Baca juga: Tingkatan Mahabah Menurut Al-Qardhawi
Sedangkan pihak yang kontra-salafiah menuduh paham ini "terbelakang", senantiasa menoleh ke belakang, tidak pernah menatap ke depan.
Paham Salafiah, menurut mereka, tidak menaruh perhatian terhadap masa kini dan masa depan. Sangat fanatis terhadap pendapat sendiri, tidak mau mendengar suara orang lain. Salafiah identik dengan anti pembaruan, mematikan kreativitas dan daya cipta. Serta tidak mengenal moderat dan pertengahan.
Ibnu Taimiyah dan Ibnul-Qoyyim
Yusuf al-Qardhawi mengatakan sebenarnya tuduhan-tuduhan ini merusak citra salafiah yang hakiki dan penyeru-penyerunya yang asli. Barangkali tokoh yang paling menonjol dalam mendakwahkan "salafiah" dan membelanya mati-matian pada masa lampau ialah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah beserta muridnya Imam Ibnul-Qoyyim.
Mereka inilah orang yang paling pantas mewakili gerakan "pembaruan Islam" pada masa mereka. Karena pembaruan yang mereka lakukan benar-benar mencakup seluruh disiplin ilmu Islam.
Baca juga: Syaikh Al-Qardhawi: Al-Qur'an Mukjizat yang Indah
Mereka telah menumpas paham "taqlid", "fanatisme mazhab" fiqh dan ilmu kalam yang sempat mendominasi dan mengekang pemikiran Islam selama beberapa abad. Namun, di samping kegarangan mereka dalam membasmi "ashobiyah madzhabiyah" ini, mereka tetap menghargai para Imam Mazhab dan memberikan hak-hak mereka untuk dihormati.
Hal itu jelas terlihat dalam risalah "Raf'l - malaam 'anil - A'immatil A'lam" karya Ibnu Taimiyah.
Lihat Juga :