Perhatikan 4 Hal Ini Terkait Niat Puasa Ramadan
Minggu, 10 Maret 2024 - 09:04 WIB
loading...
A
A
A
Kira-kira dia meniatkannya seperti ini: "Jika saja besok sudah masuk bulan Ramadan maka saya akan berpuasa wajib Ramadan, namun jika belum maka saya akan berpuasa sunnah." Maka model niat menggantung seperti ini dinilai oleh para ulama tidak sah. Tidak juga sah niat puasa wajibnya sama halnya juga niat puasa sunnah juga tidak sah.
Kenyataan seperti ini memberikan petunjuk kepada kita bahwa hari-hari puasa Ramadan itu bukanlah satu kesatuan, dia terpisah satu dengan yang lainnya. Boleh jadi puasa pada hari pertama sah, lalu puasa pada hari kedua batal, dan puasa pada hari ketiga sah, begitu selanjutnya hingga bulan Ramadhan berakhir.
Batalnya satu/dua hari puasa Ramadan tidak bisa membatalkan keseluruhan hari-hari puasa Ramadan lainnya. Begitu sebaliknya, sahnya satu/dua hari puasa ramadhan tidak bisa menjamin sahnya puasa pada sisa hari lainnya.
Dari sinilah mayoritas ulama menjelaskan bahwa niat puasa Ramadan itu harus terus diperbahurui setiap malamnya. Demikian empat hal yang perlu diperhatikan, semoga ibadah puasa kita bernilai di sisi Allah dan mendapat ridho-Nya.
Nawaitu shouma ghodin an adaa-i fardhisy syahri Romadhoona hadzihis sanati lillaahi ta'aala.
Artinya: "Aku niat puasa esok hari untuk melaksanakan kewajiban bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta'ala."
Baca juga: Niat Puasa Ramadan 2024 Lengkap dengan Niat Harian dan Niat Sebulan Penuh
Wallahu A'lam
4. Memperbaharui Niat Setiap Malam
Ini disebut dengan istilah Ta'addud An-Niyyah bi Ta'addud Al-Ayyam. Satu bulan puasa Ramadan yang diwajibkan kepada ummat Islam boleh jadi 29 hari atau 30 hari. Setiap hari puasa itu dipisah oleh malam dimana kita semua bebas untuk makan/minum dan melakukan segala apa yang dilarang pada siang harinya.Kenyataan seperti ini memberikan petunjuk kepada kita bahwa hari-hari puasa Ramadan itu bukanlah satu kesatuan, dia terpisah satu dengan yang lainnya. Boleh jadi puasa pada hari pertama sah, lalu puasa pada hari kedua batal, dan puasa pada hari ketiga sah, begitu selanjutnya hingga bulan Ramadhan berakhir.
Batalnya satu/dua hari puasa Ramadan tidak bisa membatalkan keseluruhan hari-hari puasa Ramadan lainnya. Begitu sebaliknya, sahnya satu/dua hari puasa ramadhan tidak bisa menjamin sahnya puasa pada sisa hari lainnya.
Dari sinilah mayoritas ulama menjelaskan bahwa niat puasa Ramadan itu harus terus diperbahurui setiap malamnya. Demikian empat hal yang perlu diperhatikan, semoga ibadah puasa kita bernilai di sisi Allah dan mendapat ridho-Nya.
Lafaz niat puasa Ramadan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ الشَّهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shouma ghodin an adaa-i fardhisy syahri Romadhoona hadzihis sanati lillaahi ta'aala.
Artinya: "Aku niat puasa esok hari untuk melaksanakan kewajiban bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta'ala."
Baca juga: Niat Puasa Ramadan 2024 Lengkap dengan Niat Harian dan Niat Sebulan Penuh
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :