Hikmah Ramadan Memberikan Berbagai Kemudahan
Selasa, 12 Maret 2024 - 10:04 WIB
loading...
Islam akan membawa kemudahan pada umatnya. Kemudahan ini dapat dibuktikan dalam syariat puasa Ramadan yang tengah dijalankan kaum muslim saat ini. Foto ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
Islam akan membawa kemudahan pada umatnya. Kemudahan ini dapat dibuktikan dalam syariat puasa Ramadan yang tengah dijalankan kaum muslim saat ini. Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT berikut:
"Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 185)
Sebelumnya Allah Ta'ala berfirman tentang orang sakit dan musafir yang dapat keringanan saat puasa:
"Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain." (QS. Al-Baqarah: 185)
Ibnu Katsir rahimahullah berkata, "Sesungguhnya diberikan keringanan bagi kalian untuk tidak berpuasa ketika sakit dan saat bersafar. Namun puasa ini wajib bagi yang mukim dan sehat. Itu semua adalah kemudahan dan rahmat Allah bagi kalian." (Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim, 2: 59).
Tentang kemudahan yang didapat di bulan Ramadan ini, Pimpinan Pesantren Darush Sholihin Panggang Gunungkidul, Ustaz Muhammad Abduh Tuasikal yang juga pengasuh Rumaysho menjelaskannya sebagai berikut :
"Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain." (QS. Al-Baqarah: 185)
يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ
"Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 185)
Sebelumnya Allah Ta'ala berfirman tentang orang sakit dan musafir yang dapat keringanan saat puasa:
وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ
"Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain." (QS. Al-Baqarah: 185)
Ibnu Katsir rahimahullah berkata, "Sesungguhnya diberikan keringanan bagi kalian untuk tidak berpuasa ketika sakit dan saat bersafar. Namun puasa ini wajib bagi yang mukim dan sehat. Itu semua adalah kemudahan dan rahmat Allah bagi kalian." (Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim, 2: 59).
Tentang kemudahan yang didapat di bulan Ramadan ini, Pimpinan Pesantren Darush Sholihin Panggang Gunungkidul, Ustaz Muhammad Abduh Tuasikal yang juga pengasuh Rumaysho menjelaskannya sebagai berikut :
1. Kemudahan Pertama
Bagi orang sakit boleh ambil keringanan tidak berpuasa jika berat berpuasa. Allah Ta'ala berfirman:وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ
"Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain." (QS. Al-Baqarah: 185)
2. Kemudahan Kedua
Bagi musafir jika berat dalam safar boleh ambil keringanan tidak berpuasa. Kalau berpuasa itu berat saat safar, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan untuk tidak berpuasa. Jabir radhiyallahu 'anhu mengatakan:Lihat Juga :