Dialah Potret Bidadari Surga Bermata Jelita
Minggu, 16 Agustus 2020 - 14:38 WIB
loading...
A
A
A
Di antara peristiwa besar yang terjadi pada Aisyah adalah fitnah bahwa dirinya selingkuh dan berzina. Dalam sirah nabi, peristiwa ini dikenal dengan 'haditsul ifki'. Fitnah besar ini sempat membuat rumah tangga Rasulullah dengan Aisyah geger. Dan Aisyah sangat terpukul dengan fitnah ini. (Baca juga : Semakin Taat Semakin Berat Ujian dan Godaannya )
Di saat-saat berat seperti itu, sang ibu, Ummu Ruman, hadir menyertai putrinya. Ummu Ruman radhiyallahu ‘anha bercerita tentang kisah fitnah tersebut. Katanya, “Saat aku sedang duduk bersama Aisyah, tiba-tiba seorang wanita Anshar masuk menemui kami. Ia berkata, ‘Semoga Allah melakukan demikian dan demikian terhadap si Fulan’. Aku berkata, ‘Kenapa memangnya’? Ia menjawab, ‘Ia menceritakan suatu kejadian’. ‘Kejadian apa’? tanya Aisyah. Wanita itupun menceritakannya. Aisyah menanggapi ceritanya dengan bertanya, ‘Apakah Abu Bakar dan Rasulullah telah mendengar berita itu’? ‘Iya’, jawabnya. Aisyah pun pingsan. Dan saat bangun ia dalam kondisi demam dan wajahnya pucat.
Lalu Rasulullah datang. Beliau bertanya, ‘Ada apa dengannya’? ‘Ia demam karena mendengar berita yang beredar’, jawabku. Aisyah duduk dan berkata, ‘Demi Allah, seandainya aku bersumpah dia tak akan membenarkanku. Kalau aku memberikan alasan, tentu ia tak akan menerimanya. Kondisiku saat itu sama seperti kondisi Ya’qub dengan anak-anaknya. Hanyalah Allah tempat mengadu atas apa yang mereka tuduhkan.
Setelah berlalu beberapa hari. Allah Ta'ala menurunkan firman-Nya untuk membela Aisyah. Nabi mengabarkan tentang ayat Alquran yang turun tersebut kepada Aisyah. Aisyah berkata, ‘Segala puji hanya untuk Allah. Tidak untuk siapapun (Shahih al-Bukhari).
Inilah kisah sang ibu yang menemani dan merekam kejadian-kejadian berat saat putrinya tertimpa ujian besar. Ia berada di sampingnya. Walaupun tak berucap banyak karena tak berani mendahului Allah dan Rasul-Nya. Tapi ia memberi kesan hadir pada putrinya. Agar sang putri yang tengah bersedih karena ujian berat, tengah galau dan bingung, merasakan ibunya tetap berada di sisinya. Hingga jalan keluar itu turun dari langit.
Ummu Ruman tercatat dalam peristiwa paling Bahagia putrinya. Yaitu dinikahi Rasulullah. Dan hadir pula tatkala putrinya mengalami ujian sangat berat dalam rumah tangganya. (Baca juga : Inilah Panduan Khusus agar Hijrah Tidak Gagal )
Namun, sejarawan berbeda pendapat tentang kapan wafatnya Ummu Ruman. Ada yang menyatakan ia wafat tahun 6 Hijriyah. Dikutip dari buku 'Keistimewaan 62 Muslimah Pilihan', dijelaskan hingga suatu hari Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menunjukkan kuburan Ummu Ruman. Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar berkata, “Tatkala aku menunjuk kuburan Ummu Ruman, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, bersabda, ‘Barang siapa ingin melihat seorang perempuan dari kalangan bidadari bermata jelita, hendaklah ia melihat Ummu Ruman.’
Ummu Ruman bukan hanya sebatas mertua dari Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallamtapi juga dia adalah sahabat yang ikut serta dalam berjihad. Memiliki hati yang suci dan jiwa yang baik.
Wallahu A'lam
Di saat-saat berat seperti itu, sang ibu, Ummu Ruman, hadir menyertai putrinya. Ummu Ruman radhiyallahu ‘anha bercerita tentang kisah fitnah tersebut. Katanya, “Saat aku sedang duduk bersama Aisyah, tiba-tiba seorang wanita Anshar masuk menemui kami. Ia berkata, ‘Semoga Allah melakukan demikian dan demikian terhadap si Fulan’. Aku berkata, ‘Kenapa memangnya’? Ia menjawab, ‘Ia menceritakan suatu kejadian’. ‘Kejadian apa’? tanya Aisyah. Wanita itupun menceritakannya. Aisyah menanggapi ceritanya dengan bertanya, ‘Apakah Abu Bakar dan Rasulullah telah mendengar berita itu’? ‘Iya’, jawabnya. Aisyah pun pingsan. Dan saat bangun ia dalam kondisi demam dan wajahnya pucat.
Lalu Rasulullah datang. Beliau bertanya, ‘Ada apa dengannya’? ‘Ia demam karena mendengar berita yang beredar’, jawabku. Aisyah duduk dan berkata, ‘Demi Allah, seandainya aku bersumpah dia tak akan membenarkanku. Kalau aku memberikan alasan, tentu ia tak akan menerimanya. Kondisiku saat itu sama seperti kondisi Ya’qub dengan anak-anaknya. Hanyalah Allah tempat mengadu atas apa yang mereka tuduhkan.
Setelah berlalu beberapa hari. Allah Ta'ala menurunkan firman-Nya untuk membela Aisyah. Nabi mengabarkan tentang ayat Alquran yang turun tersebut kepada Aisyah. Aisyah berkata, ‘Segala puji hanya untuk Allah. Tidak untuk siapapun (Shahih al-Bukhari).
Inilah kisah sang ibu yang menemani dan merekam kejadian-kejadian berat saat putrinya tertimpa ujian besar. Ia berada di sampingnya. Walaupun tak berucap banyak karena tak berani mendahului Allah dan Rasul-Nya. Tapi ia memberi kesan hadir pada putrinya. Agar sang putri yang tengah bersedih karena ujian berat, tengah galau dan bingung, merasakan ibunya tetap berada di sisinya. Hingga jalan keluar itu turun dari langit.
Ummu Ruman tercatat dalam peristiwa paling Bahagia putrinya. Yaitu dinikahi Rasulullah. Dan hadir pula tatkala putrinya mengalami ujian sangat berat dalam rumah tangganya. (Baca juga : Inilah Panduan Khusus agar Hijrah Tidak Gagal )
Namun, sejarawan berbeda pendapat tentang kapan wafatnya Ummu Ruman. Ada yang menyatakan ia wafat tahun 6 Hijriyah. Dikutip dari buku 'Keistimewaan 62 Muslimah Pilihan', dijelaskan hingga suatu hari Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menunjukkan kuburan Ummu Ruman. Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar berkata, “Tatkala aku menunjuk kuburan Ummu Ruman, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, bersabda, ‘Barang siapa ingin melihat seorang perempuan dari kalangan bidadari bermata jelita, hendaklah ia melihat Ummu Ruman.’
Ummu Ruman bukan hanya sebatas mertua dari Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallamtapi juga dia adalah sahabat yang ikut serta dalam berjihad. Memiliki hati yang suci dan jiwa yang baik.
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :