Memetik Berkah Lailatul Qadar di Pengujung Ramadan
Sabtu, 06 April 2024 - 11:39 WIB
loading...
A
A
A
Ia juga menceritakan tentang kebiasaan buka puasa di Australia. Di sana, orang-orang yang tidak berpuasa malah sengaja diundang untuk mendatangi acara buka puasa bersama di berbagai tempat umum dan pusat kota. Suguhan buka puasa di Australia tidak hanya berisi makanan lokal, namun juga jenis kuliner yang hanya bisa ditemukan di negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam.
Menurutnya, bulan Ramadan yang penuh ampunan ini juga tak bisa dipisahkan dengan keberkahan malam lailatul qadar. Malam yang dikisahkan lebih baik dari seribu bulan ini datang diantara sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.
Suhadi Cholil mengajak umat Islam untuk memahami esensi dari bulan Ramadan dan malam lailatul qadar. Ia menganggap Al-Qur'an yang diturunkan di bulan Ramadan ini sebenarnya membawa rahmat yang menyeluruh kepada semua manusia, tidak hanya umat Islam.
"Aspek kemanusiaan dalam Al-Qur'an yang pada akhirnya mengangkat derajat manusia, khususnya perempuan, adalah tentang peraturan pembagian harta waris. Banyak yang mengkritisi peraturan waris dalam Al-Quran tentang laki-laki yang diatur untuk mendapatkan dua bagian dari harta warisan, sementara perempuan hanya satu bagian," katanya.
"Padahal, sebelum datangnya Al-Qur'an, jangankan menerima harta warisan, kaum perempuan justru menjadi objek warisan itu sendiri. Misalnya seorang ayah telah meninggal, sementara dia punya istri yang masih muda, istrinya itu biasanya diwariskan kepada anak laki-laki si ayah tersebut," papar Suhadi.
Ia menggarisbawahi besarnya peranan bulan Ramadan yang di dalamnya juga diturunkan Al-Qur'an terhadap kemajuan peradaban manusia. Menurutnya, Al-Qur'an tidak hanya membahas tentang ibadah semata, tapi juga berkontribusi pada emansipasi perempuan dan peningkatan kualitas hidup umat manusia.
Menurutnya, bulan Ramadan yang penuh ampunan ini juga tak bisa dipisahkan dengan keberkahan malam lailatul qadar. Malam yang dikisahkan lebih baik dari seribu bulan ini datang diantara sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.
Suhadi Cholil mengajak umat Islam untuk memahami esensi dari bulan Ramadan dan malam lailatul qadar. Ia menganggap Al-Qur'an yang diturunkan di bulan Ramadan ini sebenarnya membawa rahmat yang menyeluruh kepada semua manusia, tidak hanya umat Islam.
"Aspek kemanusiaan dalam Al-Qur'an yang pada akhirnya mengangkat derajat manusia, khususnya perempuan, adalah tentang peraturan pembagian harta waris. Banyak yang mengkritisi peraturan waris dalam Al-Quran tentang laki-laki yang diatur untuk mendapatkan dua bagian dari harta warisan, sementara perempuan hanya satu bagian," katanya.
"Padahal, sebelum datangnya Al-Qur'an, jangankan menerima harta warisan, kaum perempuan justru menjadi objek warisan itu sendiri. Misalnya seorang ayah telah meninggal, sementara dia punya istri yang masih muda, istrinya itu biasanya diwariskan kepada anak laki-laki si ayah tersebut," papar Suhadi.
Ia menggarisbawahi besarnya peranan bulan Ramadan yang di dalamnya juga diturunkan Al-Qur'an terhadap kemajuan peradaban manusia. Menurutnya, Al-Qur'an tidak hanya membahas tentang ibadah semata, tapi juga berkontribusi pada emansipasi perempuan dan peningkatan kualitas hidup umat manusia.
(abd)
Lihat Juga :