Pertempuran Nahawand Iran: Kisah Khalifah Umar Menunjuk Nu'man Memimpin Pasukan Muslim
Senin, 22 April 2024 - 14:12 WIB
loading...
A
A
A
Pada hari yang sama ia menulis juga kepada Abu Musa Asy'ari agar memberangkatkan pasukan Basrah ke Mah di bawah pimpinan Nu'man bin Muqarrin, dan menulis kepada Salma bin Qain dan Harmalah bin Rabtah dan komandan-komandan pasukan yang lain yang ada di antara Persia dengan Ahwaz.
"Untuk membuat pasukan Persia itu lalai dari kalian, dan dengan demikian kalian dapat membuat pagar betis untuk rakyat dan negeri kalian, dan tetaplah berada di perbatasan Persia dengan Ahwaz sampai ada perintah dari saya."
Baca juga: Pembebasan Irak: Kisah Benteng Perempuan dan Seorang Putri Bangsawan Persia
Maksud Umar dengan perintahnya itu hendak memutuskan bala bantuan Persia kepada pasukan Nahawand dan jangan sampai dengan itu Firozan bertambah kuat.
Dengan semua itulah Umar berjaga-jaga untuk menghadapi bahaya yang beritanya sudah datang berturut-turut. Ia sudah menyiapkan segala yang diperlukan di sekitarnya agar pasukan Muslimin dapat menghadapi pasukan Persia cukup tangguh tanpa merasa ragu.
Pasukan itu akhirnya berangkat ke Mah untuk bergabung dengan Nu'man bin Muqarrin. Mereka terdiri dari beberapa pahlawan yang cukup perkasa dan siap menghadapi mara bahaya, di antaranya ada yang sudah pernah mengalami perang Kadisiah, Mada'in dan lain-lain, dan ini akan menambah kebanggaan bagi mereka.
Mereka yang belum ikut dalam perang Kadisiah juga akan segera ke Nahawand, sebelum menjadi kebanggaan yang lain dan mengunggulinya dalam perjuangan.
Tatkala sudah sampai di Hulwan Nu'man ingin memetik beritaberita mengenai pasukan Persia, kalau-kalau mereka sudah menyebarkan mata-mata sepanjang jalan itu yang patut mendapat perhatian.
Baca juga: Pembebasan Irak: Doa Khalid bin Walid dan Kisah Sungai Darah
Tiga orang dilepas untuk merintis dan mengadakan penyelidikan, yaitu Tulaihah bin Khuwailid al-Asadi, Amr bin Ma'di Karib az-Zabidi dan Amr bin Abi Sulma al-Mazani. Ketiganya berangkat melakukan perjalanan selama sehari penuh sampai malam.
Amr bin Abi Sulma kembali dengan berita bahwa ia tidak melihat sesuatu. Tulaihah bin Khuwailid yang pergi sepanjang malam itu kemudian kembali. Ketika ditanya mengapa ia kembali, ia menjawab: Kami sudah mengadakan perjalanan selama sehari semalam tetapi kami tidak melihat sesuatu, dan saya khawatir kami akan sesat di jalan.
Sementara Tulaihah tanpa pedulikan kedua sahabatnya itu meneruskan perjalanan sampai ke Nahawand. Ia berhasil mengetahui keadaan mereka serta berita-berita tentang mereka.
Sekembalinya ia melapor kepada Nu'man bahwa ia tak melihat sesuatu yang perlu dikhawatirkan di Nahawand. Sesudah itu Nu'man mengumumkan ia akan segera berangkat. Ia memimpin pasukannya sampai ke dekat perbentengan musuh. Ketika itu pasukan Muslimin bertakbir tiga kali yang membuat pasukan Persia panik dan ketakutan.
Baca juga: Pembebasan Irak: Kisah Orang-Orang Arab Nasrani yang Memilih Perang
"Untuk membuat pasukan Persia itu lalai dari kalian, dan dengan demikian kalian dapat membuat pagar betis untuk rakyat dan negeri kalian, dan tetaplah berada di perbatasan Persia dengan Ahwaz sampai ada perintah dari saya."
Baca juga: Pembebasan Irak: Kisah Benteng Perempuan dan Seorang Putri Bangsawan Persia
Maksud Umar dengan perintahnya itu hendak memutuskan bala bantuan Persia kepada pasukan Nahawand dan jangan sampai dengan itu Firozan bertambah kuat.
Dengan semua itulah Umar berjaga-jaga untuk menghadapi bahaya yang beritanya sudah datang berturut-turut. Ia sudah menyiapkan segala yang diperlukan di sekitarnya agar pasukan Muslimin dapat menghadapi pasukan Persia cukup tangguh tanpa merasa ragu.
Pasukan itu akhirnya berangkat ke Mah untuk bergabung dengan Nu'man bin Muqarrin. Mereka terdiri dari beberapa pahlawan yang cukup perkasa dan siap menghadapi mara bahaya, di antaranya ada yang sudah pernah mengalami perang Kadisiah, Mada'in dan lain-lain, dan ini akan menambah kebanggaan bagi mereka.
Mereka yang belum ikut dalam perang Kadisiah juga akan segera ke Nahawand, sebelum menjadi kebanggaan yang lain dan mengunggulinya dalam perjuangan.
Tatkala sudah sampai di Hulwan Nu'man ingin memetik beritaberita mengenai pasukan Persia, kalau-kalau mereka sudah menyebarkan mata-mata sepanjang jalan itu yang patut mendapat perhatian.
Baca juga: Pembebasan Irak: Doa Khalid bin Walid dan Kisah Sungai Darah
Tiga orang dilepas untuk merintis dan mengadakan penyelidikan, yaitu Tulaihah bin Khuwailid al-Asadi, Amr bin Ma'di Karib az-Zabidi dan Amr bin Abi Sulma al-Mazani. Ketiganya berangkat melakukan perjalanan selama sehari penuh sampai malam.
Amr bin Abi Sulma kembali dengan berita bahwa ia tidak melihat sesuatu. Tulaihah bin Khuwailid yang pergi sepanjang malam itu kemudian kembali. Ketika ditanya mengapa ia kembali, ia menjawab: Kami sudah mengadakan perjalanan selama sehari semalam tetapi kami tidak melihat sesuatu, dan saya khawatir kami akan sesat di jalan.
Sementara Tulaihah tanpa pedulikan kedua sahabatnya itu meneruskan perjalanan sampai ke Nahawand. Ia berhasil mengetahui keadaan mereka serta berita-berita tentang mereka.
Sekembalinya ia melapor kepada Nu'man bahwa ia tak melihat sesuatu yang perlu dikhawatirkan di Nahawand. Sesudah itu Nu'man mengumumkan ia akan segera berangkat. Ia memimpin pasukannya sampai ke dekat perbentengan musuh. Ketika itu pasukan Muslimin bertakbir tiga kali yang membuat pasukan Persia panik dan ketakutan.
Baca juga: Pembebasan Irak: Kisah Orang-Orang Arab Nasrani yang Memilih Perang
(mhy)
Lihat Juga :