Pertempuran Nahawand Iran: Strategi 30.000 Pasukan Muslim Hadapi 150.000 Tentara Persia
Senin, 22 April 2024 - 14:33 WIB
loading...
A
A
A
Selesai pertemuan itu Mugirah menceritakan segala penderitaan yang pernah dialami orang-orang Arab, sampai pada kata-katanya: "Sejak kedatangan Rasulullah kepada kami, Tuhan telah memberikan kemenangan kepada kami, sampai kemudian kami datang ke tempat kalian ini. Kami tidak akan kembali kepada penderitaan semacam itu sebelum kami mencapai apa yang ada pada kalian atau kami akan terus berperang sampai mati di bumi kalian ini."
Baca juga: Pembebasan Irak: Tanpa Perang, Khalid Merasa Kesepian
Mengepung Kota
Selanjutnya, Mugirah kembali kepada pasukannya sesudah menemui kegagalan dalam misinya itu. Ia menemui Nu'man dalam kemahnya yang besar, yang dipasang begitu megah, dan tak pernah ada kemah semacam itu di Irak.
Sesudah Nu'man tahu kegagalan utusannya ia segera menyatakan perang dan mulai mengepung kota. Perang Arab-Persia selama dua hari penuh itu berlangsung sengit.
Pihak Persia tidak keluar dari kubu-kubu mereka kecuali jika dilihatnya akan menguntungkan. Tembok-tembok di sekelilingnya diperkuat dengan duri-duri besi, yang dapat dibuka sedikit hanya bila mereka perlu keluar.
Pasukan Muslimin tidak akan mampu menerobos duri besi itu. Yang demikian ini dirasakan amat berat buat pasukan Muslimin dan mereka khawatir kalau akan memakan waktu terlalu lama akan membawa akibat buruk bagi mereka.
Setelah mengadakan perundingan, pimpinan mereka menemui Nu'man dan menyatakan segala yang mereka khawatirkan itu. Apa yang berkecamuk dalam pikiran mereka juga menjadi pikiran Nu'man.
Setelah mendengar semua itu ia berkata kepada mereka: "Jangan tergesa-gesa."
Baca juga: Pembebasan Irak: Kisah Penduduk Hirah Setuju dengan Jizyah
Kemudian ia meminta pendapat kalangan terkemuka dan sudah berpengalaman dalam perang. Setelah mereka datang ia berkata: "Kaum musyrik itu berlindung terus di balik kubu-kubu mereka, dan keluar hanya kalau mereka mau. Situasi begini kadang membuat pasukan Muslimin merasa terjepit. Apa pendapat kalian untuk mengeluarkan mereka ke medan pertempuran agar tidak mengulur-ngulur waktu."
Dalam memberikan pendapat, di antara mereka ada yang mengatakan supaya pengepungan diperketat. Bagi mereka bertahan lama-lama akan terasa lebih berat daripada penguluran waktu bagi kita.
Amr bin Ma'di Karib berkata: Tantanglah mereka, dan biarlah mereka datang sebanyak-banyaknya, jangan takut. Tetapi yang lain menolak pendapat itu dengan mengatakan: "Kalau begitu kita akan membentur tembok. Tembok-tembok itulah yang menjadi perisai mereka dalam melawan kita."
Tulaihah bin Khuwailid berkata: "...Saya berpendapat: Lebih baik kita mengirim satu pasukan berkuda dengan perlengkapan senjata, mengincar dan menyerang mereka untuk mengobarkan perang dan merangsang kemarahan mereka. Kalau mereka sudah terangsang dan sudah berkumpul serta bermaksud mau keluar menantang kita, kita pura-pura sudah kalah, dan tidak perlu kita serang balik selama kita menghadapi mereka. Kalau itu yang kita lakukan dan mereka melihat kita, tentu mereka bernafsu akan menghancurkan kita, dan untuk itu mereka tidak akan ragu. Sesudah mereka keluar mereka akan menghajar kita, dan barulah kita hajar mereka sampai nanti Allah yang menentukan nasib kita."
Baca juga: Al-Musanna Pahlawan Asal Bahrain Pelopor Pembebasan Irak
Baca juga: Pembebasan Irak: Tanpa Perang, Khalid Merasa Kesepian
Mengepung Kota
Selanjutnya, Mugirah kembali kepada pasukannya sesudah menemui kegagalan dalam misinya itu. Ia menemui Nu'man dalam kemahnya yang besar, yang dipasang begitu megah, dan tak pernah ada kemah semacam itu di Irak.
Sesudah Nu'man tahu kegagalan utusannya ia segera menyatakan perang dan mulai mengepung kota. Perang Arab-Persia selama dua hari penuh itu berlangsung sengit.
Pihak Persia tidak keluar dari kubu-kubu mereka kecuali jika dilihatnya akan menguntungkan. Tembok-tembok di sekelilingnya diperkuat dengan duri-duri besi, yang dapat dibuka sedikit hanya bila mereka perlu keluar.
Pasukan Muslimin tidak akan mampu menerobos duri besi itu. Yang demikian ini dirasakan amat berat buat pasukan Muslimin dan mereka khawatir kalau akan memakan waktu terlalu lama akan membawa akibat buruk bagi mereka.
Setelah mengadakan perundingan, pimpinan mereka menemui Nu'man dan menyatakan segala yang mereka khawatirkan itu. Apa yang berkecamuk dalam pikiran mereka juga menjadi pikiran Nu'man.
Setelah mendengar semua itu ia berkata kepada mereka: "Jangan tergesa-gesa."
Baca juga: Pembebasan Irak: Kisah Penduduk Hirah Setuju dengan Jizyah
Kemudian ia meminta pendapat kalangan terkemuka dan sudah berpengalaman dalam perang. Setelah mereka datang ia berkata: "Kaum musyrik itu berlindung terus di balik kubu-kubu mereka, dan keluar hanya kalau mereka mau. Situasi begini kadang membuat pasukan Muslimin merasa terjepit. Apa pendapat kalian untuk mengeluarkan mereka ke medan pertempuran agar tidak mengulur-ngulur waktu."
Dalam memberikan pendapat, di antara mereka ada yang mengatakan supaya pengepungan diperketat. Bagi mereka bertahan lama-lama akan terasa lebih berat daripada penguluran waktu bagi kita.
Amr bin Ma'di Karib berkata: Tantanglah mereka, dan biarlah mereka datang sebanyak-banyaknya, jangan takut. Tetapi yang lain menolak pendapat itu dengan mengatakan: "Kalau begitu kita akan membentur tembok. Tembok-tembok itulah yang menjadi perisai mereka dalam melawan kita."
Tulaihah bin Khuwailid berkata: "...Saya berpendapat: Lebih baik kita mengirim satu pasukan berkuda dengan perlengkapan senjata, mengincar dan menyerang mereka untuk mengobarkan perang dan merangsang kemarahan mereka. Kalau mereka sudah terangsang dan sudah berkumpul serta bermaksud mau keluar menantang kita, kita pura-pura sudah kalah, dan tidak perlu kita serang balik selama kita menghadapi mereka. Kalau itu yang kita lakukan dan mereka melihat kita, tentu mereka bernafsu akan menghancurkan kita, dan untuk itu mereka tidak akan ragu. Sesudah mereka keluar mereka akan menghajar kita, dan barulah kita hajar mereka sampai nanti Allah yang menentukan nasib kita."
Baca juga: Al-Musanna Pahlawan Asal Bahrain Pelopor Pembebasan Irak
Lihat Juga :