Kisah Jatuhnya Kota Isfahan di Tangan Pasukan Islam, Hamazan Memberontak
Kamis, 25 April 2024 - 13:52 WIB
loading...
A
A
A
Dengan penuh rasa cemas di Madinah ia menantikan berita-berita selanjutnya mengenai pasukannya itu.
Sementara ia dalam keadaan demikian tiba-tiba datang Urwah bin Zaid al-Khail. Ia dulu pernah datang membawa berita mengenai pertempuran Jisr yang berakibat dengan kekalahan Muslimin dan terbunuhnya Abu Ubaid as-Saqafi.
Baca juga: Pertempuran Nahawand Iran: Kisah Matinya Panglima Perang Persia Firozan
Begitu melihatnya Umar berkata: "Ada berita gembira!"
Orang itu menjawab: "Saya Urwah!"
Umar langsung menyambut dengan: "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un."
Ketika itu juga Urwah segera ingat, lalu katanya: "Alhamdulillah, Allah telah memberi pertolongan dan kemenangan kepada kita. Dan ia melaporkan apa yang telah terjadi."
Selesai ia menyampaikan laporannya itu Umar berkata: "Mengapa bukan Anda yang tinggal dan mengirim orang saja?"
Urwah menjawab: "Sudah diserahkan kepada saudara saya, dan saya sendiri yang ingin menemui Anda."
Sejak itu Umar memberi ia nama "al-Basyir" ("pembawa berita gembira"). Umar meminta surat yang dibawa Urwah dari Nu'aim berisi berita kemenangan itu dibacakan, dan sebagai tanda bersyukur atas segala nikmat yang karuniakan Allah itu mereka melakukan salat.
Baca juga: Pertempuran Nahawand Iran: Cerita tentang 2 Peti Permata Berlian
Urwah kemudian kembali ke Hamazan sambil membawa surat dari Umar: "Selanjutnya, untuk Hamazan tunjuklah orang dan berangkatlah Anda ke Ray dan pelajarilah keadaan mereka. Kemudian tinggal di sana karena letaknya di tengah-tengah daerah itu dan himpunlah segala yang Anda kehendaki."
Tak lama setelah membaca surat itu Nu'aim mengangkat Yazid bin Qais untuk Hamazan, dan dia sendiri berangkat dengan pasukannya ke Ray. Ia yakin sekali bahwa Allah akan memberikan kemenangan kepadanya.
Sementara ia dalam keadaan demikian tiba-tiba datang Urwah bin Zaid al-Khail. Ia dulu pernah datang membawa berita mengenai pertempuran Jisr yang berakibat dengan kekalahan Muslimin dan terbunuhnya Abu Ubaid as-Saqafi.
Baca juga: Pertempuran Nahawand Iran: Kisah Matinya Panglima Perang Persia Firozan
Begitu melihatnya Umar berkata: "Ada berita gembira!"
Orang itu menjawab: "Saya Urwah!"
Umar langsung menyambut dengan: "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un."
Ketika itu juga Urwah segera ingat, lalu katanya: "Alhamdulillah, Allah telah memberi pertolongan dan kemenangan kepada kita. Dan ia melaporkan apa yang telah terjadi."
Selesai ia menyampaikan laporannya itu Umar berkata: "Mengapa bukan Anda yang tinggal dan mengirim orang saja?"
Urwah menjawab: "Sudah diserahkan kepada saudara saya, dan saya sendiri yang ingin menemui Anda."
Sejak itu Umar memberi ia nama "al-Basyir" ("pembawa berita gembira"). Umar meminta surat yang dibawa Urwah dari Nu'aim berisi berita kemenangan itu dibacakan, dan sebagai tanda bersyukur atas segala nikmat yang karuniakan Allah itu mereka melakukan salat.
Baca juga: Pertempuran Nahawand Iran: Cerita tentang 2 Peti Permata Berlian
Urwah kemudian kembali ke Hamazan sambil membawa surat dari Umar: "Selanjutnya, untuk Hamazan tunjuklah orang dan berangkatlah Anda ke Ray dan pelajarilah keadaan mereka. Kemudian tinggal di sana karena letaknya di tengah-tengah daerah itu dan himpunlah segala yang Anda kehendaki."
Tak lama setelah membaca surat itu Nu'aim mengangkat Yazid bin Qais untuk Hamazan, dan dia sendiri berangkat dengan pasukannya ke Ray. Ia yakin sekali bahwa Allah akan memberikan kemenangan kepadanya.
(mhy)
Lihat Juga :