Investasi Iman pada Anak (1)

Bangun Optimisme Pentingnya Pendidikan Agama

loading...
Bangun Optimisme Pentingnya Pendidikan Agama
Orang tua harus menumbuhkan kepercayaan pada si anak bahwa pendidian iman dan agama sangat penting bagi dirinya dan bermanfaat untuk orang tuanya. Foto ilustrasi/ist
Zaman sekarang, masih banyak orang tua yang mementingkan perkembangan anak dari segi intelektual, fisik, dan ekonomi semata. Banyak dari mereka yang mengabaikan perkembangan iman.Orang tua terkadang berani melakukan hal apapun yang penting kebutuhan pendidikan dunia anak-anaknya dapat terpenuhi. Materialistis yang diutamakan.

Sementara untuk memasukkan anak-anak pada pendidikan berbasis Al-Qur’an masih diabaikan dan bukan prioritas. Padahal aspek iman merupakan kebutuhan pokok yang bersifat mendasar bagi anak. Bahkan, yang menjadi masalah, harapan orang tua agar anaknya menjadi anak saleh hanya sebatas di hati saja.

Tak dapat dipungkiri, banyak orang tua masa kini tidak tahu kemana anaknya akan diarahkan menuju pribadi yang saleh dan baik akhlaknya. Artinya, obsesi orang tua kadang tidak sejalan dengan usaha yang dilakukannya. Padahal usaha merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan bagi terbentuknya watak dan karakter anak. (Baca juga : Bolehkah Anak Menasehati Orang Tuanya? Bagaimana Adabnya? )

Karena itu sebagian orang tua yang bijaksana, mesti mampu memperhatikan langkah-langkah yang harus ditempuh dalam merealisasikan obsesinya dalam melahirkan anak-anak yang saleh. Orang tua harus menumbuhkan kepercayaan pada si anak bahwa pendidian iman dan agama sangat penting bagi dirinya dan bermanfaat untuk orang tuanya.

Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam, bersabda:

إِذَا مَاتَ بْنُ آدَمَ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ، صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ

“Jika wafat anak cucu Adam, maka terputuslah amalan-amalannya kecuali tiga: Sedekah jariah atau ilmu yang bermanfaat atau anak yang saleh yang selalu mendoakannya.” (HR.Muslim)

Karena itu, anak-anak kaum muslimin perlu dilatih memiliki optimisme yang tinggi dan benar. Optimisme yang dibangun berdasarkan tiga hal yaknirajaˈ (sikap berharap), raghbah (semangat meraih cita-cita), dan tawakkal kepada Allah Azza wa Jalla. Tumbuhkan optimisme bahwa agama dan iman adalah prioritas utama untuk pendidikan di dunia agar mencapai kebahagiaan di akhirat. Jadikan akhirat sebagai cita-cita utama.

Maka, rajaˈ, raghbah, dan tawakkal merupakan ibadah yang amat penting bagi kehidupan manusia untuk meraih pahala dan meraih cita-cita. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang rajaˈ yang membuktikan bahwa ia termasuk ibadah:
Firman Allah Ta'ala :

فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا
halaman ke-1
cover top ayah
لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنۡۢ بَيۡنِ يَدَيۡهِ وَمِنۡ خَلۡفِهٖ يَحۡفَظُوۡنَهٗ مِنۡ اَمۡرِ اللّٰهِ‌ؕ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوۡمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوۡا مَا بِاَنۡفُسِهِمۡ‌ؕ وَاِذَاۤ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوۡمٍ سُوۡۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ‌ۚ وَمَا لَهُمۡ مِّنۡ دُوۡنِهٖ مِنۡ وَّالٍ
Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

(QS. Ar-Ra’d:11)
cover bottom ayah
preload video