Bangun Optimisme Pentingnya Pendidikan Agama
Selasa, 18 Agustus 2020 - 18:09 WIB
loading...
A
A
A
”Maka barangsiapa yang mengharap berjumpa dengan Rabb-nya, maka hendaklah ia mengamalkan amal saleh dan tidak mempersekutukan dengan siapapun dalam beribadah kepada Rabb-nya.” (QS Al-Kahfi : 110)
Juga firman-Nya:
أُولَٰئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
“Mereka mengharap rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.” (QS Al-Baqarah : 218)
Juga firman-Nya:
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَىٰ رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ ۚ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا
“Orang-orang yang mereka seru (yang mereka jadikan tumpuan doa) itu, mereka sendiri justeru mencari jalan (wasîlah) langsung menuju Rabb mereka. (berlomba) siapakah di antara mereka yang lebih dekat kepada Allah, mengharap rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya. Sesungguhnya azab Rabb-mu itu adalah perkara yang harus ditakuti.” (QS Al-Isra : 57) (Baca juga : Inilah Beberapa Puasa Sunnah Muharram dan Dalil-dalilnya )
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Madarij as-Salikîn menjelaskan: Mencari jalan (wasîlah) menuju Allah artinya mencari kedekatan diri kepada Allah dengan melakukan peribadatan kepada-Nya dan memberikan kecintaan kepada-Nya. Pada ayat ini Allah menyebutkan tiga pilar keimanan penting yang menjadi tumpuan, yaitu : cinta, takut dan harapan (rajaˈ ).
Demikian pula raghbah, ia juga merupakan ibadah yang penting. Allah Subhanahu wa ta’ala antara lain berfirman :
إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا ۖ وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ
Juga firman-Nya:
أُولَٰئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
“Mereka mengharap rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.” (QS Al-Baqarah : 218)
Juga firman-Nya:
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَىٰ رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ ۚ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا
“Orang-orang yang mereka seru (yang mereka jadikan tumpuan doa) itu, mereka sendiri justeru mencari jalan (wasîlah) langsung menuju Rabb mereka. (berlomba) siapakah di antara mereka yang lebih dekat kepada Allah, mengharap rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya. Sesungguhnya azab Rabb-mu itu adalah perkara yang harus ditakuti.” (QS Al-Isra : 57) (Baca juga : Inilah Beberapa Puasa Sunnah Muharram dan Dalil-dalilnya )
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Madarij as-Salikîn menjelaskan: Mencari jalan (wasîlah) menuju Allah artinya mencari kedekatan diri kepada Allah dengan melakukan peribadatan kepada-Nya dan memberikan kecintaan kepada-Nya. Pada ayat ini Allah menyebutkan tiga pilar keimanan penting yang menjadi tumpuan, yaitu : cinta, takut dan harapan (rajaˈ ).
Demikian pula raghbah, ia juga merupakan ibadah yang penting. Allah Subhanahu wa ta’ala antara lain berfirman :
إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا ۖ وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ
Lihat Juga :