Abul Hasan Asy-Syadzili, Sang Sufi Dunia Timur dan Barat (1)
Selasa, 18 Agustus 2020 - 20:44 WIB
loading...
A
A
A
Ulama Sufi yang Mendunia
Imam Abul Hasan asy-Syadzili adalah sosok waliyullah yang sudah mendunia. Nama kecil beliau adalah Ali, gelarnya adalah Taqiyuddin, julukannya adalah Abul Hasan dan nama populernya adalah asy-Syadzili. Nasabnya tersambung kepada baginda Nabi Muhammad SAW. (Baca Juga: Mengapa Kita Harus Mencintai Wali Allah? Ini Alasannya )
Abul Hasan bin Abdullah Abdul Jabbar bin Tamim bin Hurmuz bin Hatim bin Qushay bin Yusuf bin Yusya' bin Ward bin Baththal bin Ahmad bin Muhammad bin Isa bin Muhammad, bin Hasan bin Ali bin Abi Thalib suami Fatimah binti Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam.
Beliau lahir pada tahun 593 Hijriyah atau bertepatan dengan Tahun 1.197 Masehi di Desa Ghumarah di negeri Maroko. Dan itu adalah tempat syeikh beliau yaitu Syeikh Abdussalam Ibnu Masyis. Imam Abul Hasan Asy-Syadzili menghafal Al-Qur'an dan mulai mempelajari ilmu syari'at. Kemudian dia pergi ke Kota Tunis ketika masih sangat muda.
Beliau masuk ke Tunisia jalan menuju ke Baitul Haram, setelah itu beliau menuju Irak di Kota Baghdad bertemu dengan beberapa 'ulama tasawuf, dan beliau bertanya tentang seorang qutub. Yaitu manusia yang mengumpulkan semua keutamaan dalam kedekatannya dengan allaah subhaanahu wa ta'aalaa. Ini adalah seorang wali yang memiliki keilmuan besar, serta memiliki kedudukan yang amat besar yang dipandang oleh Allah di setiap zaman.
Ketika masuk ke Irak beliau bertanya tentang seorang wali Qutub yaitu Abdul Fath al-Watsi. Beliau bertemu dengan syeikh tersebut. Namun Imam Abul Hasan asy-Syadzili disarankan kembali ke negerinya. Akhirnya beliau kembali ke negerinya dan menemukan seorang wali Qutub bernama Syeikh Abdussalam Ibnu Masyis. Beliau seorang Syarif (keturunan Rasulullah SAW ). Beliau terkenal dengan Shalawat Masyis.
Syekh Abdussalam Ibnu Masyis makamnya ada di Maroko. Imam abul Hasan asy-Syadzili seorang tuna netra, namun mata batinnya lebih tajam dari penglihatan kita. Saat beliau mendatangi Syekh Abdussalam yang tempat tinggalnya di gunung ia melepaskan semua ilmunya karena ingin mendapatkan ilmu dari syeikhnya.
Sang Syeikh mengatakan Marhaban dan beliau sebut nasabnya sampai ke Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Wahai Ali (Imam abul Hasan asy-Syadzili), kamu datang dalam keadaan faqir kepada saya dan kamu akan mengambil kekayaan dunia dan akhirat. (Baca Juga: Inilah Pujian Ulama kepada Imam Al-Ghazali )
(Bersambung)
Imam Abul Hasan asy-Syadzili adalah sosok waliyullah yang sudah mendunia. Nama kecil beliau adalah Ali, gelarnya adalah Taqiyuddin, julukannya adalah Abul Hasan dan nama populernya adalah asy-Syadzili. Nasabnya tersambung kepada baginda Nabi Muhammad SAW. (Baca Juga: Mengapa Kita Harus Mencintai Wali Allah? Ini Alasannya )
Abul Hasan bin Abdullah Abdul Jabbar bin Tamim bin Hurmuz bin Hatim bin Qushay bin Yusuf bin Yusya' bin Ward bin Baththal bin Ahmad bin Muhammad bin Isa bin Muhammad, bin Hasan bin Ali bin Abi Thalib suami Fatimah binti Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam.
Beliau lahir pada tahun 593 Hijriyah atau bertepatan dengan Tahun 1.197 Masehi di Desa Ghumarah di negeri Maroko. Dan itu adalah tempat syeikh beliau yaitu Syeikh Abdussalam Ibnu Masyis. Imam Abul Hasan Asy-Syadzili menghafal Al-Qur'an dan mulai mempelajari ilmu syari'at. Kemudian dia pergi ke Kota Tunis ketika masih sangat muda.
Beliau masuk ke Tunisia jalan menuju ke Baitul Haram, setelah itu beliau menuju Irak di Kota Baghdad bertemu dengan beberapa 'ulama tasawuf, dan beliau bertanya tentang seorang qutub. Yaitu manusia yang mengumpulkan semua keutamaan dalam kedekatannya dengan allaah subhaanahu wa ta'aalaa. Ini adalah seorang wali yang memiliki keilmuan besar, serta memiliki kedudukan yang amat besar yang dipandang oleh Allah di setiap zaman.
Ketika masuk ke Irak beliau bertanya tentang seorang wali Qutub yaitu Abdul Fath al-Watsi. Beliau bertemu dengan syeikh tersebut. Namun Imam Abul Hasan asy-Syadzili disarankan kembali ke negerinya. Akhirnya beliau kembali ke negerinya dan menemukan seorang wali Qutub bernama Syeikh Abdussalam Ibnu Masyis. Beliau seorang Syarif (keturunan Rasulullah SAW ). Beliau terkenal dengan Shalawat Masyis.
Syekh Abdussalam Ibnu Masyis makamnya ada di Maroko. Imam abul Hasan asy-Syadzili seorang tuna netra, namun mata batinnya lebih tajam dari penglihatan kita. Saat beliau mendatangi Syekh Abdussalam yang tempat tinggalnya di gunung ia melepaskan semua ilmunya karena ingin mendapatkan ilmu dari syeikhnya.
Sang Syeikh mengatakan Marhaban dan beliau sebut nasabnya sampai ke Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Wahai Ali (Imam abul Hasan asy-Syadzili), kamu datang dalam keadaan faqir kepada saya dan kamu akan mengambil kekayaan dunia dan akhirat. (Baca Juga: Inilah Pujian Ulama kepada Imam Al-Ghazali )
(Bersambung)
(rhs)
Lihat Juga :