Perdebatan antara Hudhud dan Burung-Burung

Kamis, 20 Agustus 2020 - 06:52 WIB
loading...
A A A
Ribuan sudah yang mati karena mencintainya; yang lain-lain mengorbankan hidupnya karena yakin lebih baik segera mati ketimbang menempuh seratus kehidupan yang panjang tapi terpisah daripadanya.

Sungguh mengagumkan! Mereka tak tahan berlama-lama di dekatnya, tidak pula mereka dapat hidup tanpa dia. Tetapi, bagi mereka yang tahan, ia akan memperlihatkan dirinya; mereka yang tak tahan harus puas mendengar suaranya saja. Akibatnya, raja itu memerintahkan agar dibuat sebuah cermin sehingga wajahnya bisa dilihat secara tak langsung. Cermin itu ditaruh di istananya, dan ia pun menghadap dan memandang ke dalam cermin itu, sehingga semua dapat melihat bayangannya. (Baca juga: Oh, Kau yang Telah Hidup Berdekatan dengan Raja-Raja, Hati-Hatilah! )

Begitulah pula halnya dengan kalian. Jika kalian mencintai sahabat kalian, ketahuilah bahwa hati kalian ialah cermin, pandanglah dalam cermin itu raja kalian di persemayamannya yang luhur.

Segala yang tampak tak lain dari bayang-bayang Simurgh yang penuh rahasia itu. Jika ia telah menyingkapkan keindahannya pada kalian, maka kalian pun akan mengenal keindahan itu kembali pada bayang-bayangnya. Apakah ada tiga puluh burung "Simurgh" atau empat puluh, kalian hanya akan melihat bayang-bayangnya.

Simurgh tak terpisah dari bayang-bayangnya; memandang yang sebaliknya tidaklah benar; yang satu dan yang lain bersama-sama ada. Carilah persatuan kembali; atau lebih jelas, tinggalkan bayang-bayang itu, maka kalian akan menemukan Kerahasiaan itu. Berkat nasib baik, kalian akan melihat sang Surya dalam bayang-bayangnya; tetapi bila kalian tersesat dalam bayang-bayang itu, bagaimana kalian akan mencapai persatuan dengan Simurgh? (Baca juga: Burung Hantu, Tikus, Si Bakhil, dan Rayuan Emas )

Mahmud dan Ayaz
Ayaz kena ganggu pengaruh jahat, dan harus meninggalkan istana Sultan Mahmud. Dalam putus asa ia pun jadi kehilangan semangat dan berbaring di ranjangnya, menangis. Ketika Mahmud mendengar ini, berkatalah ia pada salah seorang abdinya, "Pergilah menemui Ayaz dan sampaikan kata-kataku ini, 'Aku tahu bahwa kau sedih, tetapi aku juga dalam keadaan demikian. Meskipun badanku jauh darimu, namun jiwaku dekat. O kau yang mencintaiku, aku tak meninggalkanmu sejenak pun. Pengaruh jahat sungguh telah merugikan dengan mengganggu orang yang begitu menawan'." Tambahnya lagi pada abdinya, "Pergilah segera, pergilah bagai api, pergilah bagai air yang menyerbu, pergilah bagai kilat mendahului guntur! " (Baca juga: Nuri, Si Penggila Tuhan, dan Khizr )

Si abdi pun berangkatlah bagai angin dan sebentar pun sampai ke tempat Ayaz. Tetapi didapatinya Sultan telah ada di sana, duduk di muka hambanya. Dan gemetar si abdi pun berkata dalam hatinya, "Malangnya mengabdi raja ini; pastilah aku akan dibunuh hari ini." Kemudian sembahnya pada Sultan, "Dapat hamba pastikan pada Tuanku bahwa hamba tidak berhenti sejenak pun duduk-duduk atau berdiri; bagaimanakah maka Tuanku sudah ada di sini lebih dulu dari hamba? Percayakah Tuanku kepada hamba? Bila hamba telah berbuat lalai, bagaimana pun hamba akui kesalahan hamba. "

"Kau bukan Mahram," kata Mahmud, "maka bagaimana mungkin kau akan dapat pergi seperti aku? Aku datang secara gaib. Ketika aku menanyakan kabar Ayaz itu, jiwaku sudah bersama dia." (Baca Juga: Mantiqu't-Thair: Bulbul )
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Kisah Qarun dalam Al-Quran:...
Kisah Qarun dalam Al-Qur'an: Dari Orang Saleh Menjadi Binasa karena Harta
Kisah Uwais Al-Qarni,...
Kisah Uwais Al-Qarni, Teladan Berbakti kepada Orang Tua yang Dijamin Doanya Mustajab
Kisah Nabi Muhammad...
Kisah Nabi Muhammad SAW Sujud Sangat Lama, Ternyata Ini Penyebabnya
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Rekomendasi
UNESCO Sebut 3 Kota...
UNESCO Sebut 3 Kota Besar Ini Terancam Digulung Tsunami dalam Waktu Dekat
Fenomena Alam Juli 2025:...
Fenomena Alam Juli 2025: Matahari Lambat Terbenam hingga Jarak Bumi Semakin Menjauh
Genom Hiu Greenland...
Genom Hiu Greenland Jadi Petunjuk Memperpanjang Umur Manusia
Artikel Terkini
Teladan Rasulullah SAW...
Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Orang yang Mengganggu...
Orang yang Mengganggu Tetangganya Bukan Mukmin, Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Butuh 7 Hari, CQF Bangun...
Butuh 7 Hari, CQF Bangun Masjid Pertama Asmaul Husna di Aceh Tamiang
Kasus Teror Tetangga...
Kasus Teror Tetangga Viral, Begini Hak Tetangga Menurut Al-Qur'an dan Hadis
Mengapa Surat Al-Fatihah...
Mengapa Surat Al-Fatihah Disebut Induk Al-Qur'an? Ini Makna dan Keistimewaannya
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved