Pengertian Miqat dan Sejarahnya yang Wajib Diketahui Kaum Muslim
Senin, 20 Mei 2024 - 16:45 WIB
loading...
Inilah Miqat atau tempat jemaah haji untuk memulai niat haji dan memakai baju ihram. Dari tempat itu, ia harus mulai menghindari larangan dalam ibadah haji. Foto andriyanto wisnuwidodo/SINDOnews
A
A
A
Pengertian Miqat adalah tempat jemaah haji untuk memulai niat haji dan memakai baju ihram. Dari tempat itu, ia harus mulai menghindari larangan dalam ibadah haji .
Pada zaman dahulu, Nabi Muhammad SAW sudah menentukan beberapa miqat bagi para jemaah haji dari berbagai kawasan. Penjelasan terkait miqat ini bisa dilihat dalam sebuah hadis riwayat Abdullah bin Umar yang dimuat dalam Sahih al-Bukhari.
Artinya, “Seorang laki-laki yang berada di masjid bertanya kepada Nabi, “Dari mana engkau memerintahkan kami untuk bertalbiyah?” Rasulullah SAW lalu menjawab, “Penduduk Madinah bertalbiyah di Dzul Hulaifah, penduduk Syam di Juhfah, dan penduduk Najd di Qarn.” Ibnu Umar berkata: para sahabat mengira bahwa Nabi SAW berkata: penduduk Yaman bertalbiyah dari Yalamlam. Namun Ibnu Umar berkata: Aku tidak tahu hal itu dari Rasulullah.” (H.R al-Bukhari)
Maksud bertalbiyah dari hadis di atas adalah mulai miqat. Dalam hadis lain dijelaskan oleh Abdulllah bin Abbas sebagai berikut:
Sesungguhnya Nabi SAW telah menentukan miqat untuk penduduk Madinah di Dzul Hulaifah, penduduk Syam di Juhfah, penduduk Najd di Qarn al-Manazil, penduduk Yaman di Yalamlam. Nabi bersabda: “Dari tempat-tempat itu lah mereka miqat. Dan juga bagi para pendatang yang akan haji dan umrah dari tempat-tempat tersebut. Bagi orang yang berada selain dari tempat-tempat itu, maka dari tempat tinggalnya, sehingga bagi penduduk Makkah, miqatnya di Makkah.”
Dari dua hadis di atas bisa disimpulkan bahwa Nabi SAW menentukan empat miqat: 1) Dzulhulaifah bagi penduduk Madinah. Jarak Dzulhulaifah ke Makkah sekitar 420 KM; 2) Juhfah bagi penduduk Syam, yang jaraknya dari Makkah sekitar 190 KM; 3) Qarn bagi penduduk Najd, jaraknya ke Makkah sekitar 75 KM; 4) Yalamlam bagi penduduk Yaman yang jaraknya ke Makkah sekitar 85 KM.
Sedangkan bagi penduduk Indonesia yang datangnya dari Madinah, maka, sesuai hadis di atas, miqatnya mengikuti penduduk Madinah, yaitu Dzulhulaifah. Saat ini Dzulhulaifah dikenal juga dengan nama Bir Ali (Abyar Ali).
Adapun miqat makani jemaah haji Indonesia dibagi menjadi dua kategori :
Pada zaman dahulu, Nabi Muhammad SAW sudah menentukan beberapa miqat bagi para jemaah haji dari berbagai kawasan. Penjelasan terkait miqat ini bisa dilihat dalam sebuah hadis riwayat Abdullah bin Umar yang dimuat dalam Sahih al-Bukhari.
أنَّ رَجُلًا قَامَ في المَسْجِدِ، فَقالَ: يا رَسولَ اللَّهِ، مِن أيْنَ تَأْمُرُنَا أنْ نُهِلَّ؟ فَقالَ رَسولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ: يُهِلُّ أهْلُ المَدِينَةِ مِن ذِي الحُلَيْفَةِ، ويُهِلُّ أهْلُ الشَّأْمِ مِنَ الجُحْفَةِ، ويُهِلُّ أهْلُ نَجْدٍ مِن قَرْنٍ. وقالَ ابنُ عُمَرَ: ويَزْعُمُونَ أنَّ رَسولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ قالَ: ويُهِلُّ أهْلُ اليَمَنِ مِن يَلَمْلَمَ. وكانَ ابنُ عُمَرَ يقولُ: لَمْ أفْقَهْ هذِه مِن رَسولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه
وسلَّمَ
وسلَّمَ
Artinya, “Seorang laki-laki yang berada di masjid bertanya kepada Nabi, “Dari mana engkau memerintahkan kami untuk bertalbiyah?” Rasulullah SAW lalu menjawab, “Penduduk Madinah bertalbiyah di Dzul Hulaifah, penduduk Syam di Juhfah, dan penduduk Najd di Qarn.” Ibnu Umar berkata: para sahabat mengira bahwa Nabi SAW berkata: penduduk Yaman bertalbiyah dari Yalamlam. Namun Ibnu Umar berkata: Aku tidak tahu hal itu dari Rasulullah.” (H.R al-Bukhari)
Maksud bertalbiyah dari hadis di atas adalah mulai miqat. Dalam hadis lain dijelaskan oleh Abdulllah bin Abbas sebagai berikut:
أنَّ رَسولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ وَقَّتَلأَهْلِالمَدِينَةِذَاالحُلَيْفَةِ، وَلأَهْلِ الشَّامِ الجُحْفَةَ، وَلأَهْلِ نَجْدٍ قَرْنَ المَنَازِلِ، وَلأَهْلِ اليَمَنِ يَلَمْلَمَ، وَقالَ: هُنَّ لهمْ، وَلِكُلِّ آتٍ أَتَى عليهنَّ مِن غيرِهِنَّ، مِمَّنْ أَرَادَ الحَجَّ وَالْعُمْرَةَ، وَمَن كانَ دُونَ ذلكَ، فَمِنْ حَيْثُ أَنْشَأَ، حتَّى أَهْلُ مَكَّةَ، مِن مَكَّةَ
Sesungguhnya Nabi SAW telah menentukan miqat untuk penduduk Madinah di Dzul Hulaifah, penduduk Syam di Juhfah, penduduk Najd di Qarn al-Manazil, penduduk Yaman di Yalamlam. Nabi bersabda: “Dari tempat-tempat itu lah mereka miqat. Dan juga bagi para pendatang yang akan haji dan umrah dari tempat-tempat tersebut. Bagi orang yang berada selain dari tempat-tempat itu, maka dari tempat tinggalnya, sehingga bagi penduduk Makkah, miqatnya di Makkah.”
Dari dua hadis di atas bisa disimpulkan bahwa Nabi SAW menentukan empat miqat: 1) Dzulhulaifah bagi penduduk Madinah. Jarak Dzulhulaifah ke Makkah sekitar 420 KM; 2) Juhfah bagi penduduk Syam, yang jaraknya dari Makkah sekitar 190 KM; 3) Qarn bagi penduduk Najd, jaraknya ke Makkah sekitar 75 KM; 4) Yalamlam bagi penduduk Yaman yang jaraknya ke Makkah sekitar 85 KM.
Sedangkan bagi penduduk Indonesia yang datangnya dari Madinah, maka, sesuai hadis di atas, miqatnya mengikuti penduduk Madinah, yaitu Dzulhulaifah. Saat ini Dzulhulaifah dikenal juga dengan nama Bir Ali (Abyar Ali).
Adapun miqat makani jemaah haji Indonesia dibagi menjadi dua kategori :
Lihat Juga :