Jejak Perjuangan Ebrahim Raisi Membela Palestina: Israel Anak Haram AS

Selasa, 21 Mei 2024 - 14:44 WIB
loading...
A A A
Tiga hari kemudian, Presiden Raisi menyatakan bahwa semua negara Islam dan Arab serta semua orang yang mencari kebebasan di dunia harus mencapai konvergensi dan kerja sama yang serius dalam menghentikan kejahatan rezim Zionis terhadap bangsa Palestina yang tertindas.

Dia menambahkan bahwa Iran akan berusaha mencapai koordinasi tersebut dengan menghubungi para pemimpin negara-negara Islam, dan menugaskan kementerian luar negeri untuk mengatur pertemuan dengan para pemimpin regional.

Baca juga: Kematian Presiden Ebrahim Raisi: Iran, Lebanon dan Suriah Umumkan Hari Berkabung

Pada hari-hari berikutnya, ia mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Irak, Suriah, Turki, Qatar, Oman dan negara-negara lain, mengutuk kejahatan Israel terhadap warga Gaza dan mendesak tindakan diplomasi yang kuat.

Proposal 10 poin pada KTT Riyadh

Satu bulan setelah rezim Israel melancarkan agresi genosidanya, Presiden Raisi adalah salah satu dari 57 pemimpin Muslim yang menghadiri pertemuan puncak luar biasa mengenai Palestina di ibu kota Saudi, Riyadh.

Awalnya, 22 anggota Liga Arab diharapkan menghadiri KTT Riyadh, namun kemudian diperluas hingga mencakup Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), yang terdiri dari 57 negara mayoritas Muslim.

Berbeda dengan para pemimpin lain yang menghadiri pertemuan tersebut, Presiden Raisi tidak berbasa-basi dalam mengecam genosida di Gaza dan mendesak masyarakat dunia untuk memboikot dan mengadili rezim pembunuh anak tersebut, yang menurutnya adalah “anak haram AS.”

“Apa yang terjadi dalam lima minggu terakhir di Gaza dan sebagian wilayah Tepi Barat yang diduduki merupakan sumber sejarah yang memalukan bagi etika, hukum, dan kemanusiaan,” tegasnya saat itu, sambil mendesak OKI untuk bertindak sebagai kekuatan pemersatu dalam rangka menjaga ketertiban untuk membantu rakyat Palestina.

Presiden Raisi menegaskan kembali posisi lama Iran dalam menyelenggarakan referendum di mana seluruh Muslim, Yahudi, dan Kristen Palestina, dari sungai hingga laut, termasuk mereka yang diusir dari wilayah tersebut, akan berpartisipasi dan menentukan nasib mereka.

Baca juga: Ini Bukti Ebrahim Raisi Memiliki Kedekatan dengan Hamas, Houthi dan Hizbullah

Dalam pidatonya, ia juga mengusulkan serangkaian tindakan melawan rezim Israel dan mendukung Palestina, yang dirangkum dalam sepuluh poin utama.

Tiga poin pertama menyerukan diakhirinya pembantaian warga sipil di Gaza, pencabutan total blokade kemanusiaan, dan penarikan segera militer rezim Zionis dari wilayah tersebut.

Tiga poin berikutnya berkaitan dengan sikap anggota OKI terhadap rezim Zionis dan menyerukan penghentian hubungan politik dan ekonomi, penetapan tentara Israel sebagai organisasi teroris, dan pembentukan pengadilan internasional untuk menghukum kejahatan Israel.

Empat poin terakhir berkaitan dengan Gaza pascaperang, dan termasuk rekonstruksi infrastruktur di wilayah yang terkepung melalui dana, serta bantuan kemanusiaan, menyatakan tanggal pemboman Rumah Sakit Arab Al-Ahli sebagai hari genosida di kalender resmi negara-negara Islam, dan mempersenjatai rakyat Gaza jika kejahatan tanpa henti yang dilakukan rezim Israel terus berlanjut.

Mengungkap kerapuhan rezim Israel

Pada bulan November, Presiden Raisi mengatakan kejahatan brutal Israel di Gaza adalah akibat dari rasa frustrasi karena mereka menderita kekalahan militer yang memalukan dan gagal mencapai tujuan strategis mereka.

Ia juga mencatat bahwa “pembunuhan perempuan dan anak-anak tidak berarti kemenangan,” dan pembantaian warga sipil tersebut “menciptakan suasana kebencian anti-Zionis yang belum pernah terjadi sebelumnya di seluruh dunia.”

Baca juga: Profil Presiden Iran Ebrahim Raisi yang Keturunan Nabi Muhammad

Berbicara pada konferensi penerapan Konstitusi pada awal Desember di Teheran, Presiden Raisi mencatat bahwa dukungan Iran terhadap Gaza dan Palestina sepenuhnya sesuai dengan Konstitusi, yang mewajibkan pemerintah Islam untuk mendukung kaum tertindas.

Pada hari-hari berikutnya, beliau melakukan kunjungan resmi ke Uni Emirat Arab, Arab Saudi dan Rusia, di mana atas inisiatifnya, Palestina menjadi salah satu pokok pembicaraan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Ternyata Tanah Palestina...
Ternyata Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil, Begini Penjelasan Surat Al-Maidah Ayat 26
Apakah Israel akan Hancur?...
Apakah Israel akan Hancur? Ini Nubuat Surat Al-Isra Ayat 7
Israel dan Bani Israil:...
Israel dan Bani Israil: Serupa Tapi Tak Sama
Kisah Sahabat Nabi dari...
Kisah Sahabat Nabi dari Iran : Salman Al Farisi Sempat Menjadi Penjaga Api Agama Majusi
Inilah Penyebab Utama...
Inilah Penyebab Utama Iran Menjadi Negara Syiah
Kisah Runtuhnya Kekaisaran...
Kisah Runtuhnya Kekaisaran Sassaniyah: Transformasi Jati Diri Bangsa Persia di Bawah Islam
Rekomendasi
Gara-gara Cheetos Jatuh...
Gara-gara Cheetos Jatuh Picu Kekacauan Ekosistem di Gua Terbesar di AS
Penelitian Terbaru Sebut...
Penelitian Terbaru Sebut Arus Sirkulasi Samudra Atlantik Menurun, Ini Dampaknya
Surat Pribadi Tokoh...
Surat Pribadi Tokoh Dunia: dari Hitler Cuti hingga Da Vinci Lamar Kerja
Artikel Terkini
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Islam Menganjurkan Pernikahan...
Islam Menganjurkan Pernikahan Diumumkan ke Publik, Begini Alasannya!
Adakah Hak atas Harta...
Adakah Hak atas Harta bagi Anak dan Istri Siri Bila Terjadi Perceraian?
Sah Tapi Beresiko, Ini...
Sah Tapi Beresiko, Ini Dampak Nikah Siri bagi Istri dan Anak
4 Jenis Nikah Siri Beserta...
4 Jenis Nikah Siri Beserta Hukumnya dalam Islam, Mana yang Sah dan Mana yang Tidak?
Bolehkah Pernikahan...
Bolehkah Pernikahan Siri Digugat Cerai? Ini Penjelasan Hukum Islam dan Aturan di Indonesia
Infografis
AS dan Sekutu akan Bantu...
AS dan Sekutu akan Bantu Israel Bersihkan Etnis Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved