Pohon Gharqad: Pohon Yahudi, Tempat Dajjal Dibunuh Nabi Isa di Akhir Zaman
Rabu, 29 Mei 2024 - 10:08 WIB
loading...
A
A
A
Pohon ini kerap pula disebut dengan istilah Boxt horn. Menurut laman milik The Hebrew University of Jerusalem, istilah lainnya adalah Lycium Arabicum Boiss atau Arabian Boxthorn. Tanaman ini masuk kategori semak belukar, yang tingginya satu hingga empat meter.
Baca juga: Mayoritas Yahudi yang Menjajah Palestina adalah Keturunan Yahudi Khazar
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu , beberapa kali menanam pohon, yang kemudian ramai diberitakan sebagai Pohon Gharqad. Juga penanaman pohon di beberapa tempat lainnya di beberapa permukiman di wilayah pendudukan Israel, yang disponsori oleh Jewish National Fund (JNF).
Kalangan Yahudi sendiri mengakui "pohon Box-thorn adalah bagian kunci Nubuwat tentang Israel pada akhir zaman." Ada yang mengatakan, "Karena Israel berpikir bahwa ramalan Islam tentang Israel akan terjadi, sehingga lebih baik menanam banyak Boxthorn."
Faktanya, Israel memang gencar melakukan penghijauan di sana. Bahkan, upaya penanaman pohon Gharqad itu telah dilakukan sebelum berdirinya negara Israel pada 1948. JNF merupakan salah satu organisasi yang gencar melakukan penanaman itu.
JNF atau Keren Kayemet LeYisrael (KKL), didirikan pada Kongres Zionis kelima di Basel, 1901 lalu. Sejak didirikan, JNF/KKL gencar membeli tanah saat wilayah Palestina masih berada di bawah Khilafah Turki Utsmani. Pada 1935 misalnya, JNF mengklaim menanam 1,7 juta pohon di kawasan seluas tujuh kilometer persegi, di tanah Palestina.
Adapun disandarkannya Pohon Gharqad sebagai Pohon Yahudi yang akan menjadi tempat persembunyian mereka, ini menunjukkan bahwa di antara makhluk Allah, baik benda-benda mati tak bernyawa, ada yang tidak taat kepada perintah Allah dan melakukan hal yang tidak disukai Allah. Sebagai contoh, kisah sebuah batu yang membawa lari pakaian Nabi Musa saat beliau mandi, sehingga Musa 'alaihissalam memukulnya.
Kejadian semacam ini tentu sulit dinalar, namun Allah berkehendak atas segala sesuatu dan di dalamnya tentu terdapat hikmah dan pelajaran berharga.
Baca juga: Hilonim, Yahudi Mayoritas: Identitas Israel Lebih Penting Ketimbang Yahudi
Baca juga: Mayoritas Yahudi yang Menjajah Palestina adalah Keturunan Yahudi Khazar
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu , beberapa kali menanam pohon, yang kemudian ramai diberitakan sebagai Pohon Gharqad. Juga penanaman pohon di beberapa tempat lainnya di beberapa permukiman di wilayah pendudukan Israel, yang disponsori oleh Jewish National Fund (JNF).
Kalangan Yahudi sendiri mengakui "pohon Box-thorn adalah bagian kunci Nubuwat tentang Israel pada akhir zaman." Ada yang mengatakan, "Karena Israel berpikir bahwa ramalan Islam tentang Israel akan terjadi, sehingga lebih baik menanam banyak Boxthorn."
Faktanya, Israel memang gencar melakukan penghijauan di sana. Bahkan, upaya penanaman pohon Gharqad itu telah dilakukan sebelum berdirinya negara Israel pada 1948. JNF merupakan salah satu organisasi yang gencar melakukan penanaman itu.
JNF atau Keren Kayemet LeYisrael (KKL), didirikan pada Kongres Zionis kelima di Basel, 1901 lalu. Sejak didirikan, JNF/KKL gencar membeli tanah saat wilayah Palestina masih berada di bawah Khilafah Turki Utsmani. Pada 1935 misalnya, JNF mengklaim menanam 1,7 juta pohon di kawasan seluas tujuh kilometer persegi, di tanah Palestina.
Adapun disandarkannya Pohon Gharqad sebagai Pohon Yahudi yang akan menjadi tempat persembunyian mereka, ini menunjukkan bahwa di antara makhluk Allah, baik benda-benda mati tak bernyawa, ada yang tidak taat kepada perintah Allah dan melakukan hal yang tidak disukai Allah. Sebagai contoh, kisah sebuah batu yang membawa lari pakaian Nabi Musa saat beliau mandi, sehingga Musa 'alaihissalam memukulnya.
Kejadian semacam ini tentu sulit dinalar, namun Allah berkehendak atas segala sesuatu dan di dalamnya tentu terdapat hikmah dan pelajaran berharga.
Baca juga: Hilonim, Yahudi Mayoritas: Identitas Israel Lebih Penting Ketimbang Yahudi
(mhy)
Lihat Juga :