Kisah Khalifah Umar bin Khattab Membangun Masjid Al Aqsa
Minggu, 09 Juni 2024 - 14:41 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian Umar mendirikan masjid itu bagian depannya menghadap ke Kakbah, bukan ke Batu Yakub.
Umar mengalihkan kiblat ke Kakbah dan bukan ke Batu yang ada di depannya, karena Kakbah merupakan kiblat umat Islam seperti di sebutkan di dalam Qur'an, namun ia tidak mengurangi pentingnya Batu itu karena di situlah terjadinya Isra' seperti diterangkan dalam hadis Rasulullah.
Baca juga: Umar Bin Khattab dan Shalahudin Al Ayubi, Pahlawan Pembebas Baitul Maqdis, Siapa Berikutnnya?
Karena dilihatnya begitu penting, sehingga ketika ia melihat di atasnya ada timbunan sampah yang dilemparkan oleh pihak Romawi ia berkata kepada sahabat-sahabatnya: "Kerjakanlah seperti yang saya lakukan."
Kemudian ia berlutut di bawahnya dan sampah-sampah itu diangkatnya sendiri lalu dilemparkannya jauh-jauh. Sahabat-sahabatnya juga ikut bekerja seperti dia. Demikian mereka bekerja terus di atas Batu itu sampai semua di atasnya dapat dibersihkan.
Sejak itu Batu tersebut tetap terpelihara di bawah pengawasan kaum Muslimin sampai pada masa Abdul-Malik bin Marwan. Dialah yang kemudian memasang kubah di atasnya, dikerjakan dengan begitu teliti sehingga tampak sangat mengagumkan sekali, menjadi lambang bangunan yang sungguh indah, sehingga dapat mengalahkan bangunan Masjidilaqsa dan Masjidilharam, bahkan mengalahkan semua mesjid yang pernah dibangun.
Abdul-Malik memang sangat menyukai bangunan Bizantium karena ia pernah tinggal di Damsyik, di tengah-tengah gereja-gereja Nasrani dan segala peninggalan kunonya. Karenanya, mesjid-mesjid yang dibangunnya itu sangat menarik dan sedap dipandang.
Baca juga: Ini Dia Komandan Perang Muslim saat Pengepungan Baitul Maqdis di Era Khalifah Umar?
Umar mengalihkan kiblat ke Kakbah dan bukan ke Batu yang ada di depannya, karena Kakbah merupakan kiblat umat Islam seperti di sebutkan di dalam Qur'an, namun ia tidak mengurangi pentingnya Batu itu karena di situlah terjadinya Isra' seperti diterangkan dalam hadis Rasulullah.
Baca juga: Umar Bin Khattab dan Shalahudin Al Ayubi, Pahlawan Pembebas Baitul Maqdis, Siapa Berikutnnya?
Karena dilihatnya begitu penting, sehingga ketika ia melihat di atasnya ada timbunan sampah yang dilemparkan oleh pihak Romawi ia berkata kepada sahabat-sahabatnya: "Kerjakanlah seperti yang saya lakukan."
Kemudian ia berlutut di bawahnya dan sampah-sampah itu diangkatnya sendiri lalu dilemparkannya jauh-jauh. Sahabat-sahabatnya juga ikut bekerja seperti dia. Demikian mereka bekerja terus di atas Batu itu sampai semua di atasnya dapat dibersihkan.
Sejak itu Batu tersebut tetap terpelihara di bawah pengawasan kaum Muslimin sampai pada masa Abdul-Malik bin Marwan. Dialah yang kemudian memasang kubah di atasnya, dikerjakan dengan begitu teliti sehingga tampak sangat mengagumkan sekali, menjadi lambang bangunan yang sungguh indah, sehingga dapat mengalahkan bangunan Masjidilaqsa dan Masjidilharam, bahkan mengalahkan semua mesjid yang pernah dibangun.
Abdul-Malik memang sangat menyukai bangunan Bizantium karena ia pernah tinggal di Damsyik, di tengah-tengah gereja-gereja Nasrani dan segala peninggalan kunonya. Karenanya, mesjid-mesjid yang dibangunnya itu sangat menarik dan sedap dipandang.
Baca juga: Ini Dia Komandan Perang Muslim saat Pengepungan Baitul Maqdis di Era Khalifah Umar?
(mhy)
Lihat Juga :